I Gede Nurhadi

Merangkai kata dari Malang to Sorowako

In CAMPUR SARI, Pribadi on 26 May 2012 at 10:52 AM

Masih teringat jelas dalam ingatanku saat kuterima tawaran untk memberikan materi training di client tepatnya di Vale Indonesia atau dahulu dikenal dengan nama PT INCO.

Sebuah petualangan dan tatangan menanti bagiku. Karena ini adalah perjalananku ke luar pulau kelahiranku Bali. Yah sebenarnya sih gag pertama kali, karena beberapa kali mondar-mandri Malang-Denpasar, yah gag masuk itunganlah itu.

Sebuah nama daerah yang tak asing di telingaku, Sorowako. Yup, itu adalah sebuah daerah di Sulawesi Selatan, entah apa detail daerahnya.

Dahulu senior-seniorku di cataloguing sering membicarakannya. Danaunya lah, alamnya lah, hotelnya lah dan lah lah yang lain, hehe.

Akhirnya akan kuinjakkan kakiku disana, tidak lama memang hanya 4 hari, dari tanggal 13-15 Maret 2012. Namun mungkin akan terasa panjang buatku, karena yup.. “all about first time..”

Kali ini kutemukan lagi hal pertama yang akan kulalui.

Nah, pada saat yang berdekatan pula tanggal 11-12 Maret di Malang tempat ku ‘belajar’ ada event juga. Alamak, HUT ultah TT yang ke-25. Tiada alasan untuk tidak datang untuk menghadirinya.

Sejauh ini sih tidak ada nampak sebuah masalah, namun sebenarnya schedule training sudah molor hampir 3 kali.

Sebelum fix schedule untuk training kudapat, aku sudah ketar ketir dengan planing A, B, C berharap tidak ada perubahan schedule. Wah makjebb, akhirnya kudapatkan tanggal yang begitu unik. Tanggl 12 acara selesai di Malang dan 13 Maret musti bertolak ke site. Sebenarnya kalo di amati sih tidak ada sesuatu yang perlu untuk di khawatirkan, sepertinya.

Hari minggu sore nyampe Bali kemudian Senin pagi lanjut lagi, nah nampak aman kan?

Tapi aku sangat ngeri kalo mengingat kata ‘telat’, entah acara di Malang telat, ato penerbangan ke Bali yang telat. Wah semua bisa runyam pikirku.

Jam 12 siang seusai cek out dari hotel tempat event berlansung, langsung meluncur ke bandara Abdul Rahman Saleh. Puji syukur 2 jam setelah itu aku telah tiba di Bali.

Oh iya, flight dari Malang ke Bali menggunakan pesawat baling-baling, mana cuaca kurang baik. Alamak, setiap alarm di dinding pesawat berbunyi menandakan cuaca yang tidak bagus, membuat dentuman jantungku semakin kencang. Mungkin saja pramugari yang nangkring di depanku dengan santai mengamatiku wajahku yang tampan, eh wajahku yang pucat karena takut, tapi yah begitulah.

Menunggu esok hari tak begitu lama rasanya, sungguh cepat. Tak terasa udah nyampe di Ngurah Rai lagi dan duduk menunggu keberangkatan pesawat menuju badara Sultan Hasanudin Makasar.

Akhirnya ku hentakkan kaki pertama kali di bumi Sulawesi,yup aku tiba di Bandara Sultan Hasanudin Makasr. Eh ternyata jam 8 pagi, tidak ada perbedaan waktu rupanya dengan di Bali.

Coba tebak apa yang terjadi kemudian, bayangkan saya menungu hampir 5 jam untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Sorowako. Semua aktivitas telah saya lalui di bandara, dari ngantuk, lapar, bosan hingga sakit perut dan musti boker disana. Alamak, begitu lama rasanya.

Akhirnya tepat pukul 1 siang pesawat siap mengantarkan ku ke sebuah nama yang dikenal Sorowako.

Begitu kemudian dengan hari-hari selanjutnya, menjalankan tugas sebagaimana yang direncanakan dan berjumpa dengan orang-orang yang tak kukenal sebelumnya tapi satu ada kawanku rupanya di Vale, bank Dika. Kami sempat bertemu di hari terakhir training.

Tak banyak aktivitas yang kulakukan selain mempersiapkan materi yang akan dan telah kuberikan pada peserta traning.

Namun sebelum balik ke Bali, Pak Jemmy mengantarkaku berkeliling kota kecil Sorowako. Nah berikut penampakannya,

Nah tibalah waktunya kembali pulang, sebuah pengalaman yang mungkin tak terlupakan dalam catatanku.

Puji syukur tiada halangan sedikitpun dari perjalananku, semoga lain kali ada kesempatan lagi, melangkah yang lebih jauh. Amien.

Alamak, sudah jam 2 pagi, mari mari kita beristirahat. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan berbahagia.

Sisi lain remaja dengan kekiniannya

In Sosial, Umum on 20 May 2012 at 10:52 AM

Semalam sekitar pukul 2 pagi, jalanan sepanjang Tampaksiring menuju Denpasar nampak lengang. Kami, saya dan Eka teman saya, masih bergumam dan hampir tak percaya tentang apa yang kami saksikan beberapa menit yang lalu ketika ‘melukat’ atau ‘meruwat’ di Pura Tirta Empul.

Sugra, seekor belut berukuran sangat besar menampakkan dirinya ketika kami hendak dan sedang melakukan prosesi tersebut.
Masih saja terbayang-bayang dan cukup membuat rasa yang berbeda malam itu.

Okay, tapi bukan perjalanan spirit yang akan saya bagikan dalam cerita singkat kali ini. Namun sebuah fenomena remaja dimasa kekinian.

Nah ketika meningkalkan wilayah Gianyar dan memasuki Jln. Bypass Gatot Subroto, nampak perubahan yang cukup mencolok. Sepanjang jalan yang saya lalui tadinya lengang dan sepi, menjadi ramai dan hingar, padahal jam sudah mendekati pukul 2 dini hari.

Ketika memasuki daerah seputaran Jln. Nangka, nampak banyak remaja yang berkumpul di sepanjang jalan. Beramai-ramai mereka, seakan hendak menantikan pertujukan wayang saja.

Saya sih memaklumi karena semalam adalah malam minggu, mungkin saja mereka bermalam mingguan dengan teman-temannya. Namun yang tak lazim bagi saya, ketika beberapa diantara mereka sudah mulai ugal-ugalan di jalan. Melaju motornya berkelak kelok entah kemana, seakan jalanan milik nenek moyangnya.

Mengesalkan juga, eh ternya diantara mereka tidak sedikit cewe-cewek yang menemani pasangannya. Alamak, jam 2 dini hari masih keliaran?? Coba tebak pakaian yang dikenakan. Yup, itu dia. Serba minim, membuat saya mengelus dada.

“Memih Dewa Ratu, apa yang sedang terjadi?”

Semakin ke barat menuju Kerobokan, sepanjang jalan Gatsu Barat semakin ramai saja.

“Breng..breng..breng”, tiba-tiba saja sepasang remaja menyalip saya, bih kaget saja.

Sial sial sial, membuat saya makin memberikan stigma negatif pada remaja-remaja yang masih berkeliaran malam itu.

Akhirnya di penghujung jalan Gatsu Barat saya berbelok memasuki seputaran Banjar Batu Culung.

Busedd dah, tak lebih dari 30 remaja memenuhi jalanan sempit,.

Mereka saya amati sepertinya hendak berbalapan.

Dari posisi beberapa di antara mereka, berjajar layaknya pembalap Moto GP di belakang garis start.

“Hmmm, ini apa lagi ngumpul-ngumpul…” guman saya, sambil menungu mereka membubarkan diri.

Yah mereka sejenak membubarkan diri, bagaimana tidak,  mobil saya tidak bisa lewat dibuatnya.

Tapi mungkin mereka malu dan enggan mencari masalah, akhirnya perlahan membubarkan diri.

Sambil jalan saya amati tingkah mereka. Saya perkirakan umur mereka masih kisaran belasan tahun. Inilah fenomena remaja-remaja yang tanpa sengaja terekam oleh saya.

Ternyata pergaulan remaja-remaja saat ini, sungguh memprihatinkan. Dengan tanpa bermaksud untuk menggeneralisasi ke semua remaja saat ini.

Tapi inilah faktanya, nampaknya kita sebagai orang tua atau calon orang tua dituntut lebih mampu untuk menjadi bagian dari remaja-remaja yang kita miliki. Dengan bisa menjadi bagian dari mereka para remaja, akan lebih mudah untuk kita bisa memberikan penjelasan ataupun nasehat bagaimana bertindak yang baik untuk mengisi masa remajanya. Sehingga bisa mengurangi aktivitas-aktivitas yang tidak baik seperti yang saya amati semalam.

Nah, closing cerita saya. Mari mari mari kita lebih awas dengan aktivitas keluarga khususnya remaja, agar tidak terjerumus dengan hal-hal yang saya ceritakan tersebut diatas.

Salam berbahagia,

Serba pertama kali

In Pribadi, Umum on 10 May 2012 at 10:52 PM

Ini postingan bisa dikategorikan sebagai postingan telat karena pengalaman ini sudah saya lalui hampir 8 bulan silam, dari pada hilang di kepala mending tulis saja.

Seperti yang sudah-sudah cerita kali ini adalah sepenggal kisah sewaktu saya mendapat tugas untuk menghadiri meeting dengan client di Balikpapan. Ndak lama juga, cuma 3 hari saja.

Saya mulai tersenyum simpul mengingat kejadian waktu itu, hehe.. Bagaimana tidak, hampir semua yang lalui adalah untuk yang pertama kali.

Kebayangkan, semua hal yang dikerjakan untuk pertama kali dalam hidup.. Mustinya bingung, malu, sok tau dan khawatir. Nah itulah yang terjadi..

Okay hal baru pertama. Ini adalah tugas kantor yang pertama ke site atau ke kantor client. Banyak yang saya pikirkan, karena ini adalah meeting dan formal. Pikiran saya langsung ke.., bagaimana sih tata cara meeting? cara ngomong? cara duduk? cara bersikap? haduh, belum berangkat kepala saya udah penuh pertanyaan dan sibuk mencari jawaban. Padahal udah membawa jadwal atau meeting schedulenya.

Hal baru yang kedua, ini kali pertama saya masuk bandara Ngurah Rai hingga duduk di waiting room untuk penumpang. Saya sadari ini adalah pengakuan yang menyakitkan bagi saya, haha. Saya ingat-ingat betul apa yang di sampain teman saya yang berangkat bersama saya waktu itu. [thanks Pak Ade], Mulai dari awal cek ticket hingga duduk di pesawat,.

Hal baru ketiga, sugguh meneganggkan naik pesawat udara untutk pertama kalinya. Ketika roda pesawat, sudah mulai tak bersentuhan dengan tanah, setulus dan sekuat hati doa saya panjatkan semoga selamat.hehe, rupanya berhasil dan dikabulkan doa saya.

Hal baru keempat, ternyata pramugari cantik-cantik yah..wakakaka..

Hal baru kelima, sungguh membosankan ternyata mengunggu kedatangan pesawat ketika transit di Juanda Surabaya. Tapi masih saya nikmati, kapan lageee..

Hal baru keenam, turun pesawat dan berfoto latar belakang pesawat. Baru kali ini saya merasa norak abis, haha.

Hal baru ketujuh, melihat jejeran tas yang berputar entah kemana, sempat khawatir tas bawaan saya tidak saya jumpai. Eh akhirnya muncul, bringg..ternyata tas yang saya bawa terjelek dari yang ada sekitarnya, rada malu sih.

Hal baru kedelapan, inilah pengakuan saya yang akan saya kenang selamanya, masuk hotel trus regristrasi. Saya amati betul pergerakan teman saya, dan saya nyalakan modus merekam..wakaka..

Hal baru kesembilan, Lift. Jiah saya malu-malu sambari memperlambat langkah mengikuti teman saya, indikasi saya belum mengusai medan.

Hal baru kesepuluh, masuk kamar, nonton tv, liat jendela, kamar mandi. Dalam benak saya,”akhirnya selamat juga saya sampai disini”..fiuh,,,

Hal baru kesebelas, sarapan pagi di restauran hotel, duduk di lobby sambil ngedengerin orang lagi perform nyanyi.

Hal baru keselanjutnya, masuk ke kantor client, duduk nunggu dan meeeting dan selesai. Seperti biasa modus merekam saya aktifkan.

Dan akhirnya begitu banyak hal baru yang saya alami membuat saya tambah yakin, next time kalo ada kesempatan saya pasti bisa..ngarepp..

Ini sedikit foto sewaktu saya di Balikpapan.

Dan hal terbaru terakhir adalah, saya tambah kangen dengan istri dan calon beby. Kangennya nampoll hik hik, tapi syukurlah smua cepat berlalu, dan sebenarnya masih banyak hal yang baru dan sangat baru saya alami. Tidak saya unggah disini karene ini itu aib bagi saya.wakakaka…

Okay nampaknya hanya itu yang bisa saya bagikan kepada teman-teman semua, btw sebelum closing. Ternyata banyak hal baru yang belum saya alami selama 28 tahun umur saya, dan saya harus terus belajar dan bertanya.

Terima kasih

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 569 other followers