Awal sebuah metamorfosa diri.

Lama tak bersua di dunia maya dan banyak pula cerita yang terlupakan begitu saja tanpa terpatri. Hehe, itu karena satu hal.. yang jelas bukan ‘malas’ tapi ada kata baru yakni ‘waktu’.

Waktu adalah hal berharga tak terkira yang tak terbeli oleh harta dan emas sekalipun. Waktu yang mengisi memori kita terhadap semua kejadian dan kenangan di dunia. 

Opening yang melow, hehe. Tapi sudahlah, itu hanya pemanis saja dan mari kembali ke topik.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Nenek tercinta yang telah menyayangi saya sepanjang hidupnya, dan sebuah metamorfosa terjadi dalam diri saya berkat beliau. 

***

Ketika itu pagi masih buta, tak kurang dari jam 5 pagi hari. Bekas keringat semalam sudah mengering, secarik senyum terlipat manis sambil memeluk bantal.

“Duk duk duk..” suara pintu kamar terdengar digedor dari luar.

“Denung..bangung..Odah labuh..” begitu terdengar suara dari balik pintu.

Suara ini tak asing bagiku, namun karena mata satu sama lain masih terhimpit dan kuping rasanya masih tuli, kutenangkan diriku sejenak. Kuperhatikan lagi suara itu dengan jelas, dan kukenali suara tersebut adalah suara Kakek. Sesegara mungkin ku buka pintu dan segera kutanya ada apa.

“to Odah labuh, ye agen ngenceh ke kamar mandi..” begitu dijawabnya pertanyaanku.

Kupalingkan mataku di halaman rumah, dan sotak kaget terlihat Nenek tergeletak sambil mengerang kesakitan.

“Aduh..Denur, Odah labuh puk..”

“Sakit…”, Nenek berkata sambil menahan kesakitan.

Lampu segera kunyalakan agar nampak jelas apa yang terjadi, dan tak tampak ada luka serius di kepala, kaki atau bagian tubuh lainnya Hanya ada luka lecet di siku kanan, yang kuperkirakan terjadi karena menahan beban badan saat terpeleset.

Kembali lagi kuperlahankan nafasku agar bathinku tenang dan bisa mengambil tindakan.

Puji syukur tidak ada luka serius, namun Nenek masih mengerang kesakitan di bagian paha sisi depan.

Beberapa saat kemudian Istriku menghampiri, Ibu serta anggota keluarga yang lain juga.

Kami papah beliau ke jineng*, untuk di rebahkan dan di cek lebih detail bagian mana yang dikeluhkan paling sakit.

Tak lama kemudian, ayam mulai berkokok, mentari sudah muali menghangat.

Nenek masih terbaring menahan sakit, kucoba mengurut bagian -bagian tubuhnya yang terasa sakit, aroma minyak khas Dwaya Dewi melekat dan membaluri setiap sudut badan Nenek.

Hari itu adalah hari Sabtu, saya dan istri bekerja 5 hari seminggu sehingga hari itu adalah libur akhir pekan. Seharian Nenek terbarin di jineng, sesekali saja mencoba untuk duduk agar tidak pusing karena terlampau lama tiduran.

Yah namanya juga sudah sepuh, selain sakitnya masih dirasakan, kagetnya jg masih nampak jelas diwajah beliau.

Jujur saja, perasaan kasihan, sedih kami rasakan sekeluarga. Kami tidak menyangka akan terjadi musibah seperti itu. Dari cerita beliau, katanya waktu di halaman tiba-tiba kaki kanannya terasa lemas dan terbentur satu sama lainnya, sehingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh.

Bergantian kami menemaninya terbaring, sungguh sebuah musibah yang tak dapat terhindari. Kami pun sekeluarga mencoba mengambil apa pesan positif dari kejadian tersebut, dan saya pribadi mulai dengan sadar menata diri apa yang harus saya lakukan selanjutnya membantu mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan Nenek.

Akhirya hari itu terlalui dan Nenek hanya bisa beristirahat di kamar untuk beberapa hari, bahkan beberapa minggu kedepan. Saya menyadari akan banyak hal yang terjadi, saya harus mempersiapkan segala sesuatunya. Entah apa itu, namun bathin saya mengatakan demikian.

Bersambung..

Advertisements

Posted on 17 October 2015, in Pribadi. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Tria Suhartiningsih

    Menjadi salah satu inspirasi saya untuk mulai menulis. Ditunggu postingan selanjutnya…

  2. Musibah merupakan awal bagi keinginan untuk mengubah diri.
    keto kone bli

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: