Aku menantangnya.

Tiada kata terlambat untuk melangkah, menguatkan kepalan, menegakkan dahu, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Menikmati setiap detiknya membuatku sedikit lebih baik, walaupun sebenarnya tidak demikian. Sama halnya dengan sakit gigi, tinggal pintar-pintat saja menahan sakit dan mengalihkan perhatian.

imageKadang self motivation yang seperti itu membuat diriku seakan dipoles, dipermak habis, dicuci bersih oleh Nya.

Segala sesuatunya akan terdengar klasik bila kusebut semua ini adalah karena “aku mengikuti arus, dan mengalir apa adanya..”

Tidak demikian, memang karena aku yang memilih. Aku yang memutuskan. Bukan karena, bukan pula oleh karena, tapi ini adalah sebuah pilihan. Yang sesadar-sadarnya adalah jalanku.

Bukan aku mengalah oleh keadaan, akan tetapi aku menantang keadaan.

Sekali lagi aku menatangnya.

 

Advertisements

Posted on 3 June 2016, in Pribadi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: