Category Archives: Kab. Klungkung

Taman Gili Kerta Gosa Klungkung, di sini sejarah bercerita

Akhirnya saya punya waktu yang cukup luang untuk menyalin kembali pengalaman yang sempat lalui beberapa hari yang lalu. Pagi itu minggu 18 Januari 2009, hari begitu cerah, langit membiru di atas sana dan kondisi badan sungguh sangat fit. Nah kalo sudah begini apa lagi yang di tunggu, traveling!!! hahaha..kata yang sangat saya gemari. Hmm..kemana yach? beberapa saat saya berfikir dan akhirnya saya sms Jun.

“Jun pulang kampung ndak?”, kurang lebih begitu bunyi sms saya kepada Jun (teman kantor yang berasal dari Buleleng).

Trus dibales sms saya.

“Ndak Bli, aq lagi bersih-bersih di kos”, hayah ternyata Jun di kos (bukit Jimbaran).

Semula saya mau meluluskan keinginan saya ke Buleleng main kebeberapa situs prasejarah, tapi apa daya si Jun ndak pulang kampung,  jadi niat ke Buleleng terpaksa saya gugurkan.

Oh iya, Klungkung. Spontan saja terbesit dengan salah satu objek yang bersejarah yang sempat sekali saya kunjungi sewaktu masih kelas 6 SD. Tunggu apa lagi, hajar.. Dan akhirnya perjalanan kali ini saya putuskan ke Klungkung dan objek yang saya sasar adalah Kerta Gosa dan Bukit Jati (di daerah Gianyar). Perbekalan sudah siap, backpack, kamera butut dan asisiten (adik arie) sudah siap. Hayo kita berangkat.

Hayah, ternyata panas banget boo. Saya menuju Klungkung lewat Gianyar trus masuk baypass IB Mantra. Hampir sejaman berpanas-panas, akhirnya saya akan memasuki wilayah Klungkung dan sempat melewatkan objek Bukit Jati. Namun saya berjanji sepulangnya dari Kerta Gosa akan mampir ke bukit Jati.

Tak berselang beberapa lama akhirnya saya tiba di pusat kota klungkung. Patung catur muka dan tugu pahlawan di tengah-tengah kota Klungkung seakan menyambut saya. Ketika saya tengok ke kanan tepat berhadap-hadapan patung tugu pahlawan, objek wisata tujuan sudah menanti. Yup, saya tiba di Kerta Gosa. Sedikit pengenalan tentang objek ini. Kerta Gosa adalah salah satu situs peninggalan dari kerajaan Klungkung. Konon dari cerita yang saya dengar, Kerta Gosa atau lebih lengkapnya Taman Gili Kerta Gosa merupakan salah satu bagian dari areal kerajaan yang difungsikan untuk acara-acara keagaamaan keluarga Raja dan di gunakan pula sebagai tempat pengadilan. Nah untuk lebih lengkapnya mari kita masuk dan berkeliling.

Memasuki kawasan Kerta Gosa kita hanya perlu membayar Rp.5000, saya rasa tidak terlalu mahal. Nampak dua bale yang cukup besar telah menyapa. Satu di pojokan kanan saya bila kita lihat dari pintu masuk dan lagi satu tepat di hadapan saya yang letaknya ditengah-tengah kolam ikan. Suasana kerajaan sangat terasa di tempat ini, semua tertata rapih dan bersih. Saya sangat salut dengan Pemda Klungkung atas kepeduliannya merawat salah satu objek yang begitu bersejarah.

Ok kita lanjut ke salah satu bale (bangunan) yang tepat berada di kanan pojok dari pintu masuk. Nah, kekhasan yang tampak dari bangunan ini adalah ornament serta ukiran Bali yang menghiasai setiap sudut bangunan. Dan yang teramat unik di bale ini adalah, di sepanjang atap bergambarkan wayang. Adapun cerita yang dilukiskan meliputi tentang cerita Tantri kemudian tentang cerita Bima Swarga yang banyak sekali memperlihatkan tentang hukum karma phala. Jadi yang mendominasi cerita di atap bale ini adalah tentang kharma pala sehingga bale ini pada waktu kerajaan dulu di fungsikan untuk pengadilan. Yang menarik kursi peninggalan jaman kerajaan yang sudah direnovasi masih tertata rapih seperti bagaimana posisinya pada jaman kerajaan dulu.

Bale pengadilan

Sekarang mari kita lanjutkan ke bale (bangunan) yang kedua yang terletak ditengah-tengah kolam ikan. Bale ini biasa di fungsikan untuk kegiatan keagamaan oleh keluarga Raja. Ini juga dapat diliat pada atap bale yang dipenuhi oleh cerita pewayangan Ramayana dan Sutasoma. Yang menarik adalah patung-patung yang menghiasai dinding kolam, tokoh pewayangan seakan-akan diwujudkan dalam bentuk 3 dimensinya. Oh iya lupa saya menginformasikan, gambar pewayangan yang terlukis di atap kedua bangunan tadi adalah hasil karya dari seniman Kamasan (daerah di Klungkung yang memiliki ciri khas dalam seni menggambar wayang).

Bale untuk acara keagamaan

Kemudian melanjutkan lagi perjalanan saya, di sebelah barat (versi saya) tampak museum yang menyimpan beberapa arsip dan dokumentasi serta beberapa barang-barang peninggalan kerajaan. Tepat di depan museum atau di tengah-tengah Kerta Gosa, terdapat pemedalan agung atau pintu masuk ke jeroan (kerajaan Klungkung). Uniknya disini Jeroan yang semula adalah tempat tinggal Raja dan keluarganya telah hancur ketika terjadi perang puputan Klungkung 1908 melawan penjajah Belanda. Ini saya ketahui dari peta miniatur kerajaan yang tersimpan rapih di museum di areal Kerta Gosa.

Kori Agung

Miniature Kerta Gosa

Memasuki areal musium kesan kuno dan mistik memang bisa kita rasakan, karena saya amati arsitektur bangungan yang sudah kuno demikian dengan barang-barang yang ada di dalam museum yang sudah berumur lebih dari 100 tahun, seperti tandu Raja, kemudian juga dokumentasi surat Raja kepada putranya di Karangasem perihal invasi Belanda.

Museum

Arie

Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 3 sore, finally kunjungan ke Kerta Gosa harus saya akhiri. Cukup menyenangkan bisa mengunjungi objek wisata yang pernah saya kunjungi 13 tahun silam, walaupun tidak bisa mengingat betul perubahan apa saja yang sudah terjadi selama 13 tahun itu. Sekarang mari pulang, tapi sebelumnya mari mampir dulu ke Bukit Jati.

Meninggalkan batas wilayah Klungkung kita akan melewati sedikit perbukitan nah ini lah tempat yang saya maksud. Nama tempat ini adalah wisata remaja Bukit Jati. Saya tersenyum membaca papan namanya objek bukit ini, kok ada kata remajanya yah?? hehe..seperti nya ini tempatnya..wadohhh..kita masuk aja yuk. Ketimbang mikir yang nggak-nggak.

Walah, ternyata tempatnya biasa-biasa saja. Disini hanya ada wantilan dan bale bengong. Memang sudah tertata rapih cuma kurang terawat. Dan tidak ada view yang bisa dilihat dari bale bangong. Yah, cuma bisa manfaatin bale bengongnya aja dah, sambil sesekali ngintipin orang pacaran.hahaha..namanya juga wisata remaja.

Wisata remaja Bukit Jati

Setelah cukup istirahatnya perjalanan pulang sudah menanti, dan sampai jumpa lagi di jalan-jalan berikutnya yang jauh lebih keren dan menarik.

Karena Bali adalah surga, karena Bali adalah kiblat wisata dunia dan karena Bali adalah milik kita orang Bali maka wajib setiap orang Bali melestarikan setiap yang diwariskan leluhur kita terdahulu.

Sekian, Terima kasih.

Advertisements