Ini namanya kangen

Ketika flegmatis damai bersama-sama dengan melankolis mendominasi serta berharmonisasi, apa jadinya? Iya saya meledak karena sebuah lagu, karena sebuah rasa, rasa kehilangan untuk sesaat tapi begitu terasa. Jadinya baper, haha..parah.

***

Ini yah namanya home sick, kangen rumah begitu bahasa manusianya. Apa mungkin ini karena langkah terjauh meninggalkan tanah kelahiran? Nampaknya iya nampaknya juga tidak. Sepertinya tidak, bukan karena jarak karena kembali saya ingat di tahun 2011 silam pernah juga pipis di tanah nikel Sorowako.

Memang tidak bisa dilukiskan yang namanya perasaan kangen, mungkin hanya bisa terwakili oleh lagu misalnya yang kebetulan ngena banget gitu loh. Tentunya tidak semua lagu yah yang bisa membangkitkan perasaan begitu hebat, kalo lagu Indonesia Raya pastinya perasaan nasionalisme yang akan di bangkitkan.

*Lagu Indonesia Raya diputer, langsung berdiri tegap, tangan kanan mendekap jantung.  ingat jadi ingat Om Yande..haha. 

Mungkin benar juga, ketika sudah ada keluarga maka tidak begitu mudah rasanya untuk mengendapkan rasa kangen, mencoba menutupi memang sulit.

Saya jadi ingat cerita client yang kebetulan seumuran dengan saya dan usia anaknya baru setahun, dia belain bawa baju anaknya, untuk mengobati rasa kangen. Diciumin sambil dipeluk-peluk gitu. Heboh yag? haha, tapi baju istrinya kok ndak dibawa? nah itu saya kurang tau apa kangen ama istri bisa diobatin dengan yang lain. Hmmm

Tapi kalo saya rasakan sendiri sedikit berbeda antara kangen dengan anak dan kangen dengan istri, tapi masih sama-sama kangen. Anak nelpon sendiri trus nanyain kapan pulang, wah itu seperti bom atom meledak. Ritme jantung itu berubah dratis. Sulit diutarakan, lebih mudah diselatankan..eh

Btw, ini lagunya Navicula dan Dialog Dini Hari bikin ngena terus, mungkin saya share aja yah disini buat blogger Bali yang home sick seperti saya, biar meledak juga.

Kalo ini Dialog Dini Hari,

Fiuh, lega rasanya. Saatnya menikmati yang ada, menjalani dengan sepeda motor. Eh mumpung nyenggol sepeda motor, hatur nuwun pinjaman sepeda motornya Mas Dali, semuanya jadi mudah. Hehe.

Hatur Nuwun, Matur Suksma.

Advertisements

Posted on 6 May 2016, in Pribadi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: