Category Archives: TRAVELING

Kategori ini berisi mengenai pengalaman-pengalaman saya menjelajah Bali

8 besar bertabur bintang, Omega Cup I Br. Gadon Kerobokan

Sorai penonton semalam membuat lapangan SWC Kerobokan menjadi riuh tak ubahnya pasar yang ada disebalah lapangan tersebut.

Malam tadi merupakan putaran ketiga babak 8 besar Omega Cup I yang sudah dimulai sejak hari senin 21 oktober 2013.

Dari 40 team yang berlaga di babak penyisihan telah menyisakan 8 tim tangguh. Kedelapan tim bola voli tersebut adalah tim EDC, Meteor, Irak, Eka Dharma, Bhineka, Pober dan SWC tandeg.

Pemain nasional dan daerah pun tak sedikit yang bertebaran di delapan tim teraebut. Diantaranya ada Rudi Tirtana, Lindung, Gus Pande, Mang Pande, Kwait, Kalepo, Gus Dibya, Figo, Adi dan sejumlah pemain bola voli ternama lainnya yang ambil bagian pada babak bergengsi 8 besar omega cup I.
image

Diputaran pertama babak 8 besar diawali bertemu tim EDC berhadapan dengan Bhineka. EDC yang diperkuat oleh Rudi Tirtana, Ledin dkk menjadi ancaman terbesar dari Rah Mores, Kedel dkk.

Walaupun demikian kedua tim menunjukkan penampilan terbaiknya. Tim Bhineka musti mengakui lawannya masih telampau kuat untuk ditundukkan dengan skor akhir 3-0, nilai penuh untuk tim EDC.
image

image

Masih dimalam yang sama, pertandingan yang sudah dinantikan oleh penonton pecinta bola voli adalah pertandingan antara tim Badak berhadapan dengan tim Meteor.

Sebelumnya di babak penyisihan kedua tim sudah
sempat berlaga dengan kemenangan pada tim Meteor dengan skor 3-0. Pertemuan kedua di babak 8 besar ini sekaligus kesempatan emas untuk tim Badak membalas kekelahan beberapa tempo waktu yang lalu.
image

Dari menit pertama pertandingan nampak dominasi tim Meteor hingga membuahkan kemenangan 2 set berturut-turut.

Set ketiga dikubu tim Badak memasukan Gung De diposisi krusial stuffer. Perlahan Badak mengejar ketinggalan poin demi poin dan berujung pada kemenangan.

Di set keempat tempo permainan Badak mulai memiliki pola, setiap serangan membuahkan poin dan ketika menerima serangan mampu dihadang serta counter attack yang sempurna. Kembali set keempat dimenangkan oleh Badak.

Peluang Badak pun semakin besar untuk membalas kekalahannya beberapa waktu yang lalu. Merasa bahwa tim lawan mulai mengimbangi permainannya tim Meteor berjuang keras dan habis-habisan, namun kali ini tim Badaklah yang merebut set kelima dengan skor 3-2.

Diputaran kedua pool B sudah menanti 4 tim untuk merebut tiket 6 besar. Tim Irak, Eka Dharma, Pober dan SWC Tandeg.

Jam pertama bertemu tim Eka Dharma dan tim SWC tandeg. Permainan rapih dari Bagas, Gung, dkk membuat tim Eka Dharma meraih kemenangan dengan nilai penuh terhadap tim yang diperkuat oleh Rama, Gus Win dkk. Tim Eka Dharma menang 3-0.

Pada jam kedua sudah bersiap tim Pober dan Irak yang akan berlaga.
image

Tim Irak diperkuat oleh Julianto, Moyo dkk mulai mendominasi permainan dari Boy dkk. Tiga set berturut-turut dimenangkan oleh tim Irak, walaupun sempat tim Pober berusaha mengungguli namun dapat dikejar oleh tim Irak.

Pertandingan antara tim Irak dan Pober dimenangkan oleh tim Irak dengan skor 3-0.

Untuk klasmen hingga hari ketiga babak 8 besar Omega Cup I adalah;
Pool A
1. EDC vs Bhineka, 3-0
2. Badak vs Meteor,3-2

3. EDC vs Badak, 3-0
4. Meteor vs Bhineka, 3-0

Pool B
1. Irak vs Pober, 3-1
2. Eka Dharma vs SWC tandeg, 3-0

3. Irak vs Eka Dharma, 3-0
5. SWC tandeg vs Pober, 3-2.

Dikarenakan ada upacara adat di Banjar Gadon maka pertandingan keempat babak 8 besar diundur 3 hari, sekiranya akan dilanjutkan pada tanggal 28 Januari.

Adapun jadwalnya:
28 Jan
1. Eka dharma vs Pober
2. Irak vs SWC tandeg

29 Jan
1. EDC vs Meteor
2. Badak vs Bhineka.

Sekian dulu update dari putaran 8 besar Kejuaraan Bola Voli Omega Cup I.

Terima kasih

Advertisements

Menjelajah Bali Barat

Nekat tapi ga ngawur

Pagi ini begitu cerah, mentari pun tak segan-segan untuk menampakkan dirinya di ufuk timur. Dengan wajah masih masam saya harus rela meninggalkan hangatnya tempat tidur, di barengi penyesalan atas apa yang telah terjadi.

 Terulang kembali, saya bangun kesiangan..hik hik..harusnya pagi ini akan sangat menyenangkan bila saya menyambut hari ini dengan menatap merahnya sunrise di pantai Sanur, tapi apa daya kebanyakan begadang jadi bangunnya kesiangan.

Tapi jangan sampai pagi ini tersia-siakan begitu pikir saya, belum lewat jam 9 tugas mingguan sudah terselesaikan. Akhirnya ada waktu senggang untuk online pagi-pagi. Ceklak ceklik entah mengapa saya berfikir untuk melakukan hal sedikit nekat dan gila ketika iseng membuka koleksi jepretan saya, he he he.

 Saya ingin menjelajah Bali barat. Belum apa-apa saya sudah kebayang menelusuri jalanan ditemani oleh sejuk udara dan indahnya pemandangan alam di Bali barat. Tanpa pikir panjang saya bergegas menyiapkan alat tempur untuk menjelajahi Bali barat.

Navigasi GPS
Perjalanan kali ini jauh lebih bersemangat lagi karena saya ditemani oleh beberapa gear baru, diantaranya tripod dan GPS. Tripod sih cuma buat gaya-gayaan aja, karena saya berangkat sendirian jadi alangkah baiknya bila ada yang menemani kamera saya, setidaknya bisalah buat pose-pose dikit tak lain dan tak bukan untuk pamer..haha..dicatat loh yah..untuk pamer aja.

Kemudian GPS, ini sih kedengarannnya terlalu wah yah, hanya untuk jalan-jalan segitu aja musti nyiapin GPS, sok banget gitu loh. Tapi jangan salah dulu, GPS ini sih sebenarnya sudah built up bawaan HP saya jadi ini hanya pemanfaatan fasilitas saja. Kebetulan saya menggunakan E90 yang konon keren, tapi ndak juga tuh, make E90 ama 3230 ndak ada bedanya ama penampilan kecuali fitur-fitur E90 yang segudang.

Yang menarik menggunakan navigasi GPS adalah kita bisa menentukan peta perjalanan, sehingga dijamin meminimalisir nyasar, disamping memang ini pertama kali saya menjelajah Bali barat. Deg degan plus bersemangat.

Antosari menuju seririt
Berbekal map dari Google [Google maps] saya memulai perjalanan dari Antosari [Tabanan] menuju Seririt [Buleleng].

Sepanjang perjalanan mata dan hati benar-benar terpuaskan oleh indahnya panorama persawahan dengan terasering yang benar-benar sungguh mengagumkan. Ini mengingatkan saya mengapa kabupaten Tabanan mendapat julukan ‘lumbung beras’nya Bali, karena memang sistem pengairan dan bertaninya benar-benar masih di organisir dengan baik oleh Subaknya masing-masing.

Berikut sedikit gambar yang dapat saya bagikan secara gratis untuk dinikmati.

Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mulut mengucap syukur atas karunia-Nya, alam beserta isinya yang sungguh-sunguh anugrah yang patut untuk dijaga dan disyukuri.

Akhirnya tibalah saya pada spot yang bener-benar bagus menurut saya, hingga saya memutuskan untuk berhenti sejenak dan menikmati sambil mengabadikannya. Tanpa menyia-nyiakan spot yang bagus itu, saya sedikit berpose ala petualang untuk sekedar bahan pamer ama teman-teman..ha ha ha..berikut gambarnya [semoga gag lebay..]

Seririt menuju Jembrana
Setelah perjalanan panjang dan sedikit melelahkan akhirnya saya tiba di Seririt [Buleleng]. Pemberhentian untuk kesekian kalinya, namun kali ini untuk menyusun strategi siap-siap untuk balik Ke Denpasar sambil mengisi perut yang sudah keroncongan.

Semula saya hendak mengabil rute dari Seririt saya akan puter balik ke kota Singaraja trus pulang melalui Bedugul, namun hati kecil meminta sebaliknya, banyang-banyang jalanan panjang menuju Jembrana bener-benar menghasut saya. Hmmm, setelah cukup istirahat dan pertimbangan-pertimbangan akhirnya saya memutuskan pulang melalui Jembrana trus menuju Denpasar.

Keputusan yang saya ambil ternyata tidak salah, beberapa spot asik saya lewati dan sempat saya abadikan, berikut gambarnya.

Suasana sungguh sangat berbeda dengan awal di awal perjalanan, matahari terik, panas, pemandangan bukit kering dan tepi laut yang membiru.

Memasuki kawasan TNBB yang konon hutan ternyata tidak seperti bayangan saya, pikir saya hutan rimbun dan menghijau, tapi sebaliknya kering dan banyak ditumbuhi tanaman perdu.

Sepanjang areal hutan pun banyak himbaun untuk tidak membuang puntung rokok dan ajuran bahwa kawasan hutan ini mudah terbakar. Sedikit oleh-oleh untuk dipandangi.

Oh iya saya sempat melawati areal pura makam Jayaprana, namun saya belum sempat ‘nangkil’ karena saya tidak membawa persiapan sama sekali dan sepertinya saya harus menunggu dulu hingga perjalanan berikutnya.

Tak berselang lama akhirnya tiba juga di Gilimanuk dan perjalanan panjang yang melelahkan sudah menanti.

Jembrana menuju Denpasar
Aduh ini lah pertama kalinya saya sampai capek duduk dan hampir-hampir stress. Tak banyak bercerita mengenai perjalanan dari Jembrana menuju Denpasar karena dalam perjalanan pulang saya disambut hujan dan harus berkonsentrasi penuh pada jalan, jadi ndak bisa menikmati pemandangan.

Akhirnya jam 5.30 saya tiba di rumah dengan keadaan sehat, namun badan pegal sudah mulai terasa. Fiuh, syukurlah momen dan view yang menarik sepanjang perjalanan sudah terabadikan, sekarang siap-siap buat ngapel..hehe.tugas mingguan.

Sekian, terima kasih