Category Archives: BILIK KATALOGING

Kategori dalam blog ini memuat segala informasi tentang kataloging yang biasa saya jumpai pada saat bekerja.

Informasi teknis sekrup/screw.

Nah tulisan saya kali ini sedikit mengulas mengenai salah satu item yang tergolong kedalam fastener, yaitu sekrup/screw. Saya coba merangkumkan beberapa informasi yang terkait dengan judul yang saya buat.

Dalam mengerjakan beberapa kali project, sering kali saya di hadapkan pada item-item yang tergolong kedalam item fastener. Dari pengertian kamus, fastener bila di artikan kedalam bahasa indonesia adalah alat yang di gunakan untuk mengunci atau definisi saya alat untuk melengketkan sesuatu pada susuatu. Beberapa informasi yang perlu kiranya kita ketahui dalam item sekrup/screw.

  1. Style dan Type kepala, Sebenarnya kata style dan type mirip-mirip dan terkadang pun saya anggap sama, namun  setelah saya membaca artikel yang saya peroleh dan mencoba menalarnya ternyata antara style dan type tersebut berbeda.  Style kepala screw, merupakan bentuk dari kepala sekrup tersebut, bila dilihat dari arah samping, maka akan kita dapati variasi yang cukup banyak dari style kepala sekrup tersebut. Berikut saya tampil kan gambarnya,       Sedangkan yang dimaksudkan dengan type kepala sekrup/screw, adalah bentuk driver/obeng yang akan di gunakan untuk melengketkan sekrup tersebut, berikut saya tampilkan gambarnya,         
  2. Ukuran panjang , biasanya dikhususkan ke dalam satuan inci, untuk angka pecahan menggunakan satuan inci atau millimeter.
  3. Ukuran diameter, bila pengukuran diameter lebih kecil dari 1/4 inci maka satuan yang digunakan adalah satuan gauge. Khusus untuk diameter denga angka pecahan maka satuannya adalah inci, sedangkan untuk satuan metric dengan angka desimal maka menggunakan satuan milimeter.
  4. Threads Per Inchi (TPI), ukuran ini merupakan jarak antara 2 ulir/thread atau sering disebut juga dengan Pitch. UNC, UNF dan Metric merupakan standararisasi yang biasa digunakan. Untuk mengkonversi dari dari satuan Inci ke millimeter maka digunakan nilai pembagi sebesar 25.4. Contohnya, bila TPI adalah 32 maka bila dikonversikan ke milimeter maka akan diperoleh nilai sebesar 0.793mm.
  5. Material, bahan atau material yang biasa di pakai dalam pembuatan sekrup adalah brass, stainless steel, nylon dll.

Demikian sedikit informasi mengenai item sekrup, semoga ada manfaatnya.

Referensi : http://www.zytrax.com/tech/mech/threads.htm

Advertisements

Baut (bolt) dan Sekrup (screw)

Kalo dililiat dari nama memang antara baut (bolt) dan sekrup (screw) memiliki nama yang berbeda, bila kita mengacu pada penamaan dari OSD (oniqua Standard Dictionary) kedua item ini memiliki perbedaan namun tidak mendasar sekali. Perbedaaan yang dapat diamati dari dari kedua item ini mengacu pada definisi OSD adalah pada ulir/thread dari kedua item ini, baut memiliki ulir tidak penuh dalam artian ulirnya baut tidak sampai pada kepala baut sedangkan untuk sekrup ulirnya penuh hingga mencapai kepala sekrup tersebut. Dan perbedaan yang lainnya bisa diliat dari kepala antara baut dan skrup, umumnya baut tidak menggungakan obeng melainkan kunci, sedangkan skrup sebaliknya menggunakan driver berupa obeng. Terkadang penggunaan mur (nut) juga bisa dipakai untuk membedakan kedua item ini, baut biasan dilengkapi dengan mur (nut) sedangkan skrup tidak.

Machine Screw

Walaupun perbedaan antara kedua item ini cukup bervariasi, namun sering kali saya dibingunkan dengan penamaan yang diberikan oleh suplier atau manufacture pembuat kedua item tersebut, karena sangat sering mereka menyamarkan antara penamaan baut dan skrup. Semoga bermanfaat.