Aku masih merindukanmu

Setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu menantikan hujan akhirnya semalam guyuran segar menenangkan seantero kerobokan.

Sore kemarin ketika memasuki perbatasan Kerobokan, nampak gelayut awan hitam bercampur uap air menempel di kaca mobil. Udara aspal bercampur air hujan pun begitu sedapnya kucium.

Suasana mengharu biru ketika setitik dua titik air hujan membasahi atap kuda besiku. Sontak dalam hatiku nyanyikan nada puja puji mensyukuri hujan yang sebentar lagi bahkan sedetik lagi akan kurasakan sepenuhnya.

Akhirnya gelayut hitam yang kulihat tadi menjadi guyuran hujan yang indah. Irama hujan menerpa dedaunan seakan bernada dasar C dengan tempo riang gembira.

Selebay itukah?..” Haha, begitu gumanku.

Itu cerita sehari kemarin, tapi bagaimana dengan malam ini?

Langit masih menjanjikan  cintanya, sama halnya sehari sebelum  kemarin.  Akan tetapi malam ini sedikit berbeda, masih tersisa cerita semalam, tentang tarian hujan dan nyanyiannya.

Oh hujan aku masih merindukanmu, sama hal nya aku merindukan mantan pacar yang sedang terlelap saat ini bersama buah cintaku dengannya.

Duh kangen ini sungguh luar biasa, aku masih merindukanmu hujan.
image

Advertisements

Posted on 14 November 2014, in Pribadi, Umum. Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: