Cerita pagi ini

Monolog pagi ini, seakan berbeda karena tak seperti biasanya. Dan yang tak biasa itu jarang yang sama dan pada akhirnya mbulet dan mblunder.

Terkadang masih musti dipikir apa yang sebenar benarnya menjadi inginnya keinginan itu. Indah dan gegagpnya laku serta ceremony pun kadang tidak cukup membuatNya merasa nyaman dalam arti yang lebih dalam dan menyempit.

Tempo hari kegundahan itu muncul lagi, manakala keegoan dan keakuan sudah teralu lama mewarnai keseharian, tiba saatnya butuh komunikasi antara jiwa lan raga.

Rasanya hati kepengen suasana yang damai dan dimana segala sesuatu akan bermula.

Pagi ini pesisir Sanur terasa indah, udara pagi masih cukup banyak untuk kami nikmati berdua.

Kami bercerita banyak tentang apa yang sudah dilalui, mencoba kembali saling memahami apa yang mungkin menjadi mau-Nya dan mau-Ku.

Hangatnya tembakau seakan menjadi pelipur semuanya, mentaripun perlahan muncul di pelupuk timur, hangat sinarnya seakan merangkul kami berdua dalan indahnya pagi ini.

image

Ternyata cuma butuh duduk diam sendiri menatap mentari mencul di ufuk timur.

Salam hangat mentari pagi,

Advertisements

Posted on 28 July 2014, in Pribadi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: