Dharma Suaka dan bagi-bagi “sesari”

Semalam tepat  rahina Sukra Umanis warga banjar Gadon Kerobokan mengadakan rapat bulanan. Pukul 19.00 “kul-kul” banjar sudah dibunyikan menandakan rapat akan segera dimulai. Saya pun bersiap dengan pakaian adat madya untuk menghadiri acara bulanan tersebut.

Beberapa warga pun mulai berdatangan dan memenuhi balai Banjar, bertemu dengan teman yang  jarang saya temui dikarenakan kesibukan merupakan momen yang menyenangkan.

Obrolan sebelum rapat seakan menghangatkan suasana balai Banjar semalam. Tak seperti biasanya, rapat malam ini agak berbeda karena warga disuguhi snack dan kopi. Kami pun saling bertanya, tumben rapat banjar dapat kopi dan snack, ada apa gerangan yah. Tak seorangpun teman yang tahu, yah kami mengira-ngira apa karena rapat perdana dari pengurus Banjar yang baru, hmm bisa jadi juga.

Tak berselang beberapa lama kemudian rapat dimulai dan salah satu agenda mengawali rapat adalah adanya “dharma suaka”atau perkenalan dari 2 anggota calon legislatif dari partai Gerindra.

Nah sambil menikmati kopi hitam dan snack yang dibagikan oleh prajuru Banjar kami mendengarkan perkenalan dari kedua caleg tersebut. Ada beberapa kata yang menarik yang masih saya ingat adalah kata-kata bahwa mereka (caleg) tersebut diantaranya bahwa mereka datang kemari sebagai upaya memperkenalkan diri agar ketika pemilu nanti mereka dikenal dan mereka datang tidak membawa apa-apa hanya “sesari” canang yang dihaturkan di pura Banjar.

Beberapa kali kata “sesari”disebut-sebut membuat saya bertanya-tanya, ada apa dengan “sesari”?

Setelah urain dari kedua caleg tersebut, akhirnya rapat banjar dilanjutkan dan kedua caleg pun mohon doa restu kepada warga dan berterima kasih atas sambutan kami, lalu mereka meninggakan acara rapat serta meninggalkan “sesari” tentunya.

Acara rapat pun kemudian berlanjut seperti biasa, dan perlahan mengenai kopi dan snack pun mulai terungkan. Ternyata makanan semalam merupakan sumbangan dari kedua caled tersebut. Oh pantes saja, rapat malam ini rada elit,haha..ada sumbangan ternyata.

Hal berikutnya yang membuat saya dan warga penasaran adalah “sesari” yang diamplopkan berwana coklat. Hihi, sudahlah pasti “sesari” yang dimaksud tidak seperti sesari pada umumnya.

Pengurus Banjar pun kemudian menyampaikan ke warga prihal tersebut dan sepakat untuk membuka amplop tersebut untuk memenuhi rasa penasaran kami tentang “sesari” dari kedua caleg tersebut.

Dan wow, pengurus menghitung dan membaca jumlahnya. Total ada 5 juta rupiah,. Wahh, ternyata banyak juga “sesari”nya.

Sudah menjadi rahasia umum kalau menjelang pemilu pastilah banyak caleg-caleg yang dermawan, mereka menjadi sangat perhatian dan uang seakan bukan masalah buat mereka. Tentu saja yang dilakukannya tidak gratis, mereka mengharapkan suara pemilih pada pemilu yang akan datang.

Kalo saya pikir-pikir, sudah pastilah biaya yang dikeluarkan caleg-caleg tersebut sangatlah besar padahal belum tentu warga akan mendukung mereka. Kenal wajah baru saja dan track record mereka pun tidak kami ketahui, walaupun uang yang disebut-sebut sebagai sesari sudah ditangan.

Salah seorang pengurus banjar yang kebetulan anggota KPPS menyampaikan ke warga prihal kedatangan kedua caleg dan prihal uang tersebut bahwa sah-sah saja para caleg tersebut memperkenalkan dirinya ke warga pada acara rapat bajar, kita tidak boleh melarang toh mereka berniat memperkenalkan diri kepada warga.

Dan prihal uang tersebut, warga banjar tidak pernah merasa meminta uang kepada siapa pun termasuk kepada caleg yang berdharma suaka ke Banjar pada malam itu, jadi uang yang disebut sebagai “sesari” pun sah-sah saja kita terima untuk dimasukan kedalam kas Banjar. Mengenai apakah warga akan memilih caleg tersebut, maka hal tersebut kembali diserahkan ke pilihan warga masing-masing tak ada keharusan untuk memilih mereka.

Warga pun seakan-akan diberikan alasan yang tepat untuk menerima “sesari” tersebut.

Acara rapat pun berlanjut dan tibalah pada akhir sesi dan rapat Banjar pun ditutup.

Berjalan pulang saya kepikiran bagaimana kalo ada 10 caleg yang berDharma Suaka, wah pasti lumayan kas Banjar dapat “sesari”, haha…

Terima kasih,

Advertisements

Posted on 9 November 2013, in KAJIAN, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. wah.. kurang keren ah.. jika menang hanya karena nyogok dengan sesari…

  2. Masalahnya adalah, setelah mereka terpilih nanti, drmn mereka dpt uang untuk balik modal? Hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: