Sepintas BBM untuk Android yang ‘segitu-gitu aja’

Secara resmi BBM untuk Android akhirnya release di google Apps. Mungkin sama halnya dengan pengguna Android yang lainnya, yang cukup lama menantikan gembar gembor tentang aplikasi chating yang menjadi andalan Blackberry, paling tidak sebelum Blackberry’sepoyongan’.

Saya pun mengunduh aplikasi BBM dan mencoba untuk menjajalnya di Android Jelly Bean dan postingan saya kali ini akan sedikit mengulas mengenai bagaimana BBM berjalan di Android.

Perlu dicatat bahwa aplikasi BBM untuk Android hanya bisa dijalankan pada versi 4 [Ice cream sandwich dan Jelly bean] keatas dan terakhir kali saya coba untuk menginstall BBM ini dibeberapa ponsel Android ternyata harus bersabar lebih lama lagi, karena saat ini yang bisa menikmati BBM ini hanya pengguna yang sempat mendaftarkan perangkat Android pada versi BBM sebelumnya. So, mari kita mulai,

Dari proses menunguduh hingga proses installasi cukup berjalan lancar dan tidak ada lag sedikitpun. Yah mungkin karena juga dapur pacu Android yang saya gunakan cukup ciamik.

Secara antarmuka aplikasi BBM nampak jauh lebih baik bila dibandingkan dengan gadget Blackberry sendiri, yah wajarlah Blackberry kelas menengah ketajaman layarnya cuma beberapa ribu pixel saja.

20131022_143842

Bila dibedah lebih dalam lagi mengenai fitur BBM untuk android, sangat standar yakni chating antar pengguna BBM, chating dengan multi user serta fitur paling mengesalkan sepanjang masa ketika saya sempat menggunakan Blackberry sebelumnya adalah Broadcast, suatu fitur yang memungkinkan penggunana BBM mengirimkan secara massal pesan kebeberapa teman di list BBM, entah si penerima broadcast mengharapkan atau tidak pesan tersebut.

20131022_143923

Kemudian untuk proses menambahkan list teman BBM caranya masih sama yaitu menggunakan PIN, dan pengirimkan request bisa dengan beberapa cara yakni dari barcode, dengan PIN, dengan email maupun dengan SMS. Yah dari beberapa aplikasi messanger yang saya gunakan BBM ini cukup ribet.

20131022_143932 (1)

Proses Invite dan recive PIN request terasa cepat, yah wajarlah untuk koneksi XL ditempat saya Kerobokan mendapatkan HSDPA+, mungkin demikian juga dengan kawan yang saya ajak untuk bertukar PIN.

Setelah beberapa menit hingga bosan mengotak atik BBM akhirnya saya melihat bahwa kebutuhan ataupun keinginan untuk menginstal BBM untuk android tidak lebih dari memenuhi rasa ingin tahu saja. Wajahlah kalo dibandingin dengan media chating yang lain seperti Line, sungguh ketinggalan BBM ini.   Tidak bisa melakukan call apalagi video call.

Kemudian untuk komunitas saya rasa antusias pengguna akan hanya diawal saja sama seperti saya, dan pengguna Android pun akan tetap menjatuhkan pilihannya di media messaging yang lainnya.

Mungkin saja perkiraan saya meleset, namun mari kita nantikan kelangsungan hidup Blackberry setelah beberapa minggu, bulan dan seterusnya.

 Terima kasih.

Jual beli bekas Bali hanya di http://www.barangbekasbali.com

Advertisements

Posted on 22 October 2013, in HP/handphone and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Mungkin diriku sangat kuper dengan gadget karena memang tidak terpengaruh dengan update terbaru di dunia pergadgetan. Meskipun review BBM for android selalu ku ikuti biar nanti kalau ada teman yang nanya bisa ngejawab. Masa blogger gak tahu masalah begitu 😆

  2. yaaaa emang begitu, sama halnya kaya bbm di blackberry. tapi tetep aja kok, aplikasi whatsapp tetap no wahid 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: