Seputaran Pesta Kesenian Bali

Setelah hampir 6 bulan bergulat kembali dengan project cataloguing dari proses estimasi hingga closingnya, kemudian disambung dengan project testing dengan evironment yang baru dan menantang. Hm sungguh padat merapat.

Belum lagi proses perkuliahan Akupuntur di Pule-3 sungguh membuat duniaku berwarna. Ibarat kata, mata ini sudah seperti Panda di Cina sono. Hehe..sambil senyum simpul, mengingat jungkir balik sambil gedong Dikjus megang tablet ngapalin meridian dan indikasinya, dan meringis setelah ujian.

Tibalah sesaat mata, hati dan pikiran istirahat sejenak, untuk sekedar menekan tombol keyboard Ctrl+Alt+Del dengan harapan melegakan memori, agak lebay rupanya 🙂 .

Oh iya semalam H-1 penutupan Pesta Kesenian Bali, sejak siang hari saya sudah berencana kesana bersama keluarga untuk mendapatkan hawa hawa manusia..haha, ya karena hampir 8 jam sehari kena hawa komputer yang notabene benda mati. xixi.

Dari tahun ke tahun suasanya tidak jauh berubah, hiruk pikuknya serta lalu lalang orang-orang menikmati ramainya Pestanya para seniman di Bali.

Namun ketika memasukin lokasi ada hal yang sangat tidak mengenakkan, yaitu pintu masuk ke lokasi terlampau sempit, alhasil berjejal-jejalan. Coba dibanyangkan pintu masuk mungkin lebarnya cuma 1.5 meter itu dibagi 2 untuk masuk dan keluar, dengan jumlah pengunjung ratusan orang. Padahal sudah hari ke 29 masih juga persiapannya seperti itu, seperti TAI. Huh puas rasanya. Menuangkan makian terhadap kesan pertama memasukin PKB kali ini.

Mari alihkan pembicaraan dari rasa kesal memasukin areal PKB. Sedikit sesuana berbeda setelah memasukin lokasi, stand setiap kabupaten di Bali berjejer memamerkan hasil seni dan budanya. Alunan gambelan dari panggung ArdaCandra pun  terdengar menyeruak. Saya, Djus dan Mamaknya mengalihkan perhatian ke Ksiratnawa untuk melihat lihat ramainya stand kerajinan dan suasanyanya lebih hangat, maklum ngajak bebi takut masuk angin. Sedangkan kakek dan neneknya Djus sudah melesat duluan ke barisan penonton di panggung ArdaCandra.

Melihat banyak anak-anak kecil yang bermain, Djus pun saya lepas dari gendongan dan ikut bermain kesana-kemari. Melelahkan juga, tapi menyegarkan pikiran. Eh Mamaknya Djus pun melesat entah kemana, tadi sempat mbisikin mau lihat-lihat kain kamben. hehe. Hampir sejamaan akhirnya mamaknya Djus muncul membawa sesuatu, sambil senyam senyum nampaknya apa yang dicari telah didapatkannya. Hahaha.

20130712_212110

Dijus pun kebagian, di stand Bog Bog banyak karikatur serta kartun yang lucu, sulit mencari ukuran Bayi tapi dapet 1 kaos plus cangkir bergambarkan kartun Bog Bog.

Tanpa terasa waktu cepat berlalu, kakek dan neneknya Dijus pun datang sumringah sambil menceritakan pengalaman mereka menonton seni kolaborasi yang pentas baru saja, yang sungguh wahhh katanya. Saya hanya bisa tersenyum merasakan semuanya merasakan kebahagian keluarga dan tentunya kebahagian para semeton Bali yang berjualan pada momen Pesta Kesenian Bali ini.

Ini adalah sejumput gambar yang saya abadikan, dan selamat berakhir pekan.

20130712_221859

Advertisements

Posted on 13 July 2013, in CAMPUR SARI, Pribadi. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Tetap semangat bekerja Bli, tapi jangan lupa update webnya, biar banyak info-info tentang Bali sebagai penyeimbang informasi di masyarakat , suksma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: