Melangkah ke Jakarta

Akhirnya kumantabkan langkah di tanah Jakarta, selangkah kemudian dua langkah. Cepat kemudian perlahan melambat dan akhirnya berhenti karena aku kebingungan dengan apa yang terjadi di sekitarku, tepatnya di Bandara Soekarno-Hatta.

Kuingat kata temanku yang tadi sempat membisikkan kata, bahwa Jakarta bukanlah kota yang begitu bersahabat konon untuk orang baru dan masih polos dengan hingar bingar serta cadasnya kehidupan di ibu kota.

“Jangan mudah percaya dengan orang disekitarmu..”

“jangan menunjukkan perilaku dan gerak tubuh yang menunjukkan kamu sedang bingung..”

“Jangan gampang menerima tawaran dari siapapun yang tidak kamu kenal..”

“Bahkan di dalam taxi sekalipun, tidak ada jaminan untuk keselamatanmu bila kamu mencolok..”

“Dan satu lagi, kamu musti tau kamu mau kemana, ada dimana dan akan kemana..”

Begitu banyak hal yang musti kuingat dan kuperhatikan, membuat nyaliki sedikit keder dengan kehati-hatianku.

Sejujurnya, yang membuat ku tak habis dengan khawatir adalah keamanan diriku. Bukan berati aku sedang berpenampilan kece, atau norak sehingga mengundang copet untuk menghampiri, namun lebih kepada ketidak tahuanku dengan medan yang baru saja menyambutku.

Macet, jangan dah bicara kota Jakarta kalau tidak ngomongin macetnya. Tidak hanya pagi, namun sore juga tak kalah panjangan mobil yang mengantri di trafic light.

Kuperhatikan setiap sudut jalan dari Jln.Hj Rasuna Said menuju Pondok Indah, kelakuan pengendara motor sudah seperti sedang dikejar setan. Meliak liuk, tidak perduli dengan kendaraan lainnya.

Demikian pula ketika musti antri di trafik light, mana ada sepeda motor yang anteng di di depan Zebra cross, semua pengendara motor membelakangi tempat penyeberangan tersebut.

Yang masih melekat dalam ingataku adalah aku musti berteman dengan GPS dan Maps untuk mengetahui dimana posisiku saat itu. Memastikan aku tahu kemana arah yang sedang kutuju.

uploadBegitu juga barisan gedung-gedung nanti tinggi menyangga langit, tak hanya satu tapi dua namun juga tiga dan empat, eh ada banyak sekali gedung-gedung tinggi.

Apartment tempatku menginap saja di lantai 20, wow bila pohon kelapa tingginya adalah 5 meter maka aku sedang bedara di puncak pohon kelapa yang di tumpuk menjadi empat.

Hal terkonyol yang bener-bener gila bagiku adalah, ketika aku musti naik turun lift dari lantai 20 ke lantai dasar untuk bisa masuk ke kamar apartement.

Sungguh aku bingung waktu itu, ketika tiba-tiba aku tidak bisa menggunakan kunci kamarku untuk masuk kedalam.

Nah lo, mungkin ada 4 kali aku bolak balik lift menuju kamarku tanpa hasil.

Kuperhatikan nomor kunciku, tertulisnya 12-20H.

Kucoba lagi mencocokan kunci kamarku dengan lubang kunci yang jelas-jelas tertulis 09-20H.

Semuanya begitu sama, pintu masuk, taman dan semua-semuanya sama. Bahkan sehingga aku tidak menyadari bahwa aku telah memasukin tower apartement yang salah.

Lah bagaimana toh, towerku no 12 kok ngotot mau masuk ke tower 9, dan itupun akau tau setelah ku tanyakan bapak satpam.

Sebelum Satpam mengetawai diriku, kudahului saja menertawakan diriku dan kukatakan diriku malu banget.

Dari pengalamanku selama di Ibu Kota terlepas dari pengalaman konyolku, aku bisa melihat dan membuktikan sendiri bahwa untuk hidup di Jakarta benar-benar penuh kompetisi dan keras itu bisa kuamati dari pola dan tingkah laku penghuninya.

Salam hangat.

Advertisements

Posted on 22 December 2012, in CAMPUR SARI, Umum. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Saya baru dua kali ke Jekardah, semuanya lancar karena memang hanya beberapa hari disana dan sudab direncanakan mau kemana dan ngapain aja disana.

    btw, dalam rangka apa nih kesana?

  2. HI Bli, ada tugas kantor bli jadi musti berangkat..

    Wah iya ya, next time musti di siapkan plan A dan B..^^

  3. Wew…si Bli sudah ke jakarta…
    Kaget….gimana disana? Mantapkah?

  4. Akhirnya Si Gay ke jakarta juga hahhahahahaha…. Hayooo jangan nakal, ga boleh mampir ke ANCOL atau Kawasan KOTA hehhehehe

    • Wakaka dasar komandan HOMO datang juga lo ke Blog gw hah…wakakaka…bah barengan pulak kau komen aman partnermu..xixi..aman aman gan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: