Jamu jangan diracuni

Kesehatan sangatlah berharga bagi setiap orang, berbagai cara dilakukan agar tubuh senantiasa dalam kondisi sehat. Olah raga yang teratur, mengkonsumsi makanan yang cukup serta istirahat yang sesuai dengan aktivitas, sering menjadi parameter didalam upaya menjaga tubuh dalam kondisi yang seimbang dan berimbang.

Popularitas konsumsi makanan minuman maupun obat herbal saat ini memiliki posisi yang setara dengan perkembangan produk moderenisasi sintetik, walaupun terkadang produk-produk yang tradisional dan notabene berbahan dasar alami sering dinomorduakan, entah dari segi harga, perlakuan maupun pengakuannya.

Bila kita coba amati dan teliti lebih lanjut, banyak sekali semua hal yang beraroma tradisional lebih tepat guna dibandingkan dengan produk-produk sintetik. Salah satu yang menjadi warisan bangsa kita adalah jamu, dari dulu hingga saat ini masih menjadi pionir produk jaman ke jaman asli Indonesia.

Tempo hari Ibu menghampiri dan menyodorkan saya sebotol minuman bersegel. Dari bentuk dan penampilannya sangat mirip dengan salah satu produk kesehatan dengan logo ‘dua banteng berseruduk’ anda pasti mengenalnya, dan konon ini adalah minuman kategori jamu. Harga eceran 5,000 dan harga reseler 10 botol 35,000.

Kemudian saya coba amati llagi komposisinya dan beberapa istilah ilmiah pun mengisi takarannya. Sesungguhnya saya bangga melihat bagaimana produk lokal sudah bisa memastikan kandungan ilmiah yang ada didalam minuman Jamu tersebut.

Dan ternyata juga sudah di daftarkan di BPOM pula, nampaknya aman  dikonsumsi oleh masyarakat umum.

Tapi tunggu sebentar, kemasannya kok mencurigakan. Wah iya ini menggunakan botol bekas minuman lain.

Hmm, kok menjadi ragu yah dengan minuman Jamu ini.

Kecurigaan mungkin sedikit berdasar, coba saya mencari informasi tentang UD yang memproduksi Jamu ini. Berikut saya kutip

“Sedangkan produk yang melanggar persyaratan diantaranya, Pengel Linu Prono Jiwo dalam bentuk cair yang mengandung obat fenilbutason,”

sumber Surabaya post

Mengapa fenilbutason ini ditambahkan pada produk Jamu ini? Fenilbutason adalah salah satu senyawa sintetik yang memiliki fungsi sebagai analgesik atau pereda nyeri.  Besar kemungkinan pereda nyeri ditambahkan ke produk jamu agar khasiat jamu ini lebih cepat dirasakan, sesuai khasiatnya yang ada di label.

Dan apa saja khasiat dari jamu ini coba kita liat dilabel botolnya

Jamu merupakan minuman alami yang semestinya tidak ada campuran obat-obatan sintetik untuk memperkaya khasiatnya. Karena Jamu yang bener-bener diracik oleh seorang dokter tradisional sudah memiliki nilai khasiat yang manjur.

Banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan hal-hal tersebut diatas untuk mendapatkan keuntungan secara finasial tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkan dari pengkonsumsian produk tersebut.

Tidak hanya sisi ekonomi dan kesehatan tapi dari sisi kepercayaan terhadap produk Jamu juga dirusak.

Nah sebagai konsumen cerdas agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dari pengkonsumsian makanan dan minuman, terlebih lagi Jamu yang kita banggakan sebagai produk asli bangsa kita, mari lebih teliti dan awas .

Perhatikan kemasan, komposisi dan tentu saja dokter tradisional yang menciptakan produk Jamu tersebut.

Terima kasih,

Advertisements

Posted on 10 November 2012, in KESEHATAN, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 17 Comments.

  1. Halo bro ,
    Kebetulan saya kadang juga minum jamu, hahaha… nice post, paling aman memang jamu yang di buat sendiri yah … 😀

  2. Kadang kita ragu untuk membeli jamu sekarang karena hal tersebut.

  3. Suksma Infornya, De..
    wah.. kita memang perlu berhati-hati untuk setiap benda yang akan masuk ke dalam tubuh kita..

  4. Aku terakhir minum jamu seduh di pinggir jalan sekitar 8 tahun yang lalu. Karena tahu saat meracik mereka memasukan anggur dan beras kencur yang berakohol, jadinya aktifitas itu aku hentikan. Pantesan saja sesaat setelah minum jamu kepala terasa berputar.

    • HI Bli Sugeng,

      wakaka…nampaknya anggur nya lebih dominan itu Bli…yah tau sendirilah anggur kan kategori minuman beralkohol, mintanya jamu eh dikasinya alkohol…kalo niatannya emang untuk mabok sih oke yah, tapi kalo niatannya utuk sehat..yah jadi lain ceritanya..

  5. saya suka minum jamu, tp seringan bikin sendiri.

  6. menurut saya ramuan jamu dan angur memberikan dampak yang baik untuk saya ,tentunya dengan takaran angur yang sesuai..toh angur juga termasuk herbal.

    • hi Bli dheny,
      saya sependapat Bli, hanya saja terkadang mkanan atau minuman yang kita makan tidak pada proporsi dan kondisnya. Seperti halnya alkohol, kalo badan lagi butuh penghangat dengan minum anggur pastinya mampu memberikan stimulator badan untuk menghangatkan dirinya..anyway terima kasih komentya…

  7. wak, ternyata bahaya bener. pake botol minuman terkenal padahal isinya berbahaya. keren nih infonya..

    • hi Bli Anton,

      terima kasih telah mampir, yup Bli kita musti hati2 sekali akan semua hal yang akan masuk kedalam tubuh kita, bahkan obat sekalipun..

      Thnks,

  8. Agar lbh yakin, bisa cek di database registrasi Badan POM RI http://www.pom.go.id/webreg/ apakah perusahaan/produk jamu tersebut sudah terdaftar di BPOM ataukah abal-abal belaka. Masyarakat harus makin kritis, jangan tertipu oleh iklan.

  9. Pilih jamu yo harus hati-hati bukannya malah mengobati, malah tambah celaka. oknum yang tidak bertanggung jawab lah yang harus diwaspadai

  10. Lebih baik lagi jika kita berobat ke dokter saja ketika sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: