Menembus kabut ‘BIM XVII HIMAKI UNUD’ Desa Pelaga, Petang

Masih belum kering nampaknya kabut yang menempel di kaca mobil saat kupacu melaju dari Denpasar ke Desa Pelaga, Petang. Bagaimana tidak? Waktuku hanya tersisa 1 jam untuk bisa berpacu dengan waktu.

Dua jam sebelumnya aku masih duduk dan bersiap-siap meninggalkan kantor teng jam 5 sore, kemudian beberapa saat tiba dirumah Kerobokan dan menuju ke acara yang diadakan oleh adik-adikku di HIMAKI [Himpunan Mahasiswa Kimia]. Sehingga genaplah jam 6.45 untuk menarik perseneling, injak kopling dan tancap gas ke tempat yang kutuju.

Sebelumnya pernah kutulis di blog ini bahwa fase terbesar dalam hidupku adalah pada masa mengenyam pendidikan di kampus.  Begitu banyak kegiatan organisasi yang mengiasi hari-hariku, termasuk event tahunan ketika penerimaan Mahasiswa Baru.

Nah pada postinganku kali ini aku coba berbagi pengalamanku menghadiri undangan sebagai salah satu pembicara pada sesi kepemimpinan,  pada acara Bakti Ilmiah Mahsiswa [BIM] yang ke XVII yang bertempat di SMPN 2 Pelaga, Desa Pelaga, Kecamantan Petang.

Suatu penghargaan yang tak terhingga untuk kami-kami yang sudah alumnus. Ini membuktikan bahwa 10 tahun bukanlah jeda yang begitu panjang untuk ikatan masih lekat antara kami para Alumnus dengan adik-adik yang masih aktif di HIMAKI.

Ternyata perjalanan menuju Desa Pelaga tak sesuai bayangaku, perbaikan jalan setelah seputaran Desa Carangsari membuatku harus bersabar menunggu buka tutup 1 sisi jalan. Setelah beberapa menit harus bersabar, yang kuhadapi adalah kabut yang cukup tebal ketika memasuki Kecamatan Petang.

“Wah musti extra hati-hati neh..” gumamku. Sambil sesekali kutanya kawanku udah jam berapa sekarang.

Akhirnya kulihat batas Desa,  ‘Selamat Datang di Desa Pelaga’.

“Yes, udah dekat kita..” sontak ku berteriak girang, sambari tetap memfokuskan mataku pada kabut yang menghadang.

Eh ternyata, treknya masih panjang dan berliku padahal waktu sisa 15 menit lagi. Dan puji syukur pas jam 7.45 aku bisa berdiri dihadapan gerbang SMPN 2 Pelaga.

Fiuh, on time akhirnya. Acara mulai jam 8 dan aku tiba 15 menit sebelum dimulai.

Setelah disambut hangat oleh teman Panitia aku diantar menuju ruangan tempat berlangsungnya acara. Disana juga telah menanti seorang Dosen yang mendampingi kegiataan BIM HIMAKI kali ini.

Keperhatikan seksama sosok Dosen tersebut, nampaknya gag begitu asing. Dan akhirnya, kulihat dengan jelas bahwa Dosen tersebut adalah salah satu Dosen Pembimbing TA ku.

Wah suppriese, kujabat saja tangannya. Sungguh gembira bisa bersua lagi dengan Dosen yang telah mengantarkan kelulusanku di Jurusan Kimia Udayana.

15 menit bukanlah waktu yang lama untuk melepas rindu, ketika waktuku untuk mengisi acara pada malam hari itu musti dimulai.

Okay, ini adalah tugas jadi kulakukan dengan senang hati.

Selama proses tersebut, kuperhatikan wajah-wajah mahasiswa baru Kimia, tak banyak memang cuma 45 orang, tapi wajah-wajah polos mereka mendengarkanku koar-koar,  mengingatkanku ke masa 10 tahun yang lalu ketika menjadi mahasiswa baru.

Tak terasa waktu cepat berlalu, setelah bercerita, guyon dan bahkan mungkin curhat yah, akhirnya harus kuakhiri sesi tersebut.

Banyak hal yang bisa ku ambil pelajaran dari sesi tanya jawab, pertanyaan polos begitu pula jawaban yang polos mengalir begitu saja dari mahasiswa baru. Sungguh momment yang berharga bagiku.

Diluar ruangan sudah menunggu beberapa temanku yang notabene adalah adik kelasku dan mereka adalah alumnus pula. Wah, aku merasa sudah tua saja.

Tak lama akhirnya kami tinggal bertiga, karena mereka juga harus mengisi acara pada malam hari itu.

Cukup banyak waktuku untuk bisa ngobrol dengan Dosenku. Mulai dari perkembangna kampus, jurusan, birokrasi, yah hingga dunia kerja. Sungguh menarik dan berkesan.

“Jangan ganggu anakku….!!!”

“Pergi kalian…!”

Jeritan tiba terdengar dan memecah obrolan kami yang menghangat. Kaget, tak kurang 2 detik kami salin menatap dan mencari tahu sumber suara tersebut.

Dan, ternyata sumber suara tersebut berasal dari ruang kelas yang dipakai panitia BIM untuk beristirahat.

“Yup..ini tugas selanjutnya..” gumamku.

Sambil memberik isyarat pada kawanku.

Rokok kuhisap semakin dalam, mencoba perlahan, menenangkan bhatinku menuju asal suara.

Nampaklah salah satu panitia cewek, duduk menangis meraung-raung dan memaki-maki minta agar jangan mengganggu anaknya.

Tak sempat untuk berfikir, kudekati sambari kusapa. Dan kemudian kutanya, siapa dan mau apa. Akhirnya sambil dia mengeram mengatakan bahwa ada wilayahnya yang dilanggar dan membuang sampah sembarangan sehingga membuat tempatnya kotor.

Yah sebagai tamu yang baik, kuutarakan maaf dan kutanya kamu mau apa?

Matanya mendelik dan meminta coklat serta buku dan pulpen seperti apa yang diminta anaknya.

Mencekam suasana malam itu, sepintas kuperhatikan kepanikan diantara wajah-wajah panitia.

Kucoba tenangkan mereka, kuminta melakukan apa yang diminta. Karena menurutku masih logis dan tidak mengada-ada.

Akhirnya semua permintaannya disiapkan dan kuminta dia pergi, fiuhhhh…. semua akhirnya berlalu.

Beberapa saat kemudian, kami ngobrol lagi tentunya masih dengan wajah yang tegang, wakaka. Bagaimana tidak? tiba-tiba saja kami dikejutkan dengan acara yang tidak terdaftar di rundown acara.

Sekali lagi pengalaman yang mengesankan bagiku.

Udara malam semakin pekat, dinginnya lumayan kerasa dipermukaan kulit. Kawanku juga sudah mulai gelisah menanyakan dimana toilet. Setelah menemukan toilet dan kami berpamitan untuk pulang kembali ke denpasar.

Nah ini dia oleh-oleh yang kudapat dari acara tersebut, sebuah piagam. Ku share aja untuk gaya-gayaan dan semoga ada yang ngiri…wakakaka..becanda-becanda.

Akhir kata menutup postingan kali ini, Sukses buat acara BIM XVII HIMAKI Udayana dan semoga lain kali kita bisa bersua lagi.

Salam hangat,

Advertisements

Posted on 6 September 2012, in CAMPUR SARI, Umum. Bookmark the permalink. 15 Comments.

  1. pengalaman yang seru nampaknya ya….

  2. Modern juga ‘permintaanya’, kirain ayam dan sejenisnya … wkkkkk .. mantab gan, ikatan yang terjalin …

  3. herm…. makana anak orang jangan di ganggu

  4. wah saya kelewat adegan seram itu puk

  5. jadi ingat 1989 sewaktu KKN di Plaga…..thanks udah mampir ke blog saya, salam kenal balik..

    • HI Bli, sama juga sudah mampir ke blog saya. Wah KKN di Plaga yah, Dingin banget yah desanya…sangat…apalagi pas turun kabut..^^

  6. sorry ralat tahun 1998 maksud saya…

  7. Boleh kita copy tulisannya untuk di masukkan di web himaki?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: