Lomba-lomba menyambut HUT ke 37 Sekaa Teruna Dwi Tunggal

Pagi ini terasa lain dari biasanya, mentari sudah mulai merangkak naik dari ufuk timur ketika baru saja mematikan vario kesayangan saya. Masih teringat ketika beberapa saat yang lalu saya memacu kendaraan sekencang dan secepat mungkin dari Bedugul menuju Kerobokan.

Kepala terasa berat dan mata masih terasa mau saling menghimpit ketika harus meninggalkan acara penerimaan anggota baru UKM LSOP Teratai Tunjung angkatan th. 2009 di Villa Buyan, Bedugul. Tetap jam 4.45 pagi tanpa mandi hanya cuci muka saya harus menembus kabut bedugul menerobos aspal yang masih basah untuk bisa sampai di Kerobokan jam 7.30, sesuai janji saya kepada teman-teman di sekaa teruna yang pada pagi itu kami akan mengadakan lomba-lomba memperingati 37 tahun usia Sekaa Teruna Dwi Tunggal.

Puji syukur saya bisa tiba tepat pada waktunya walaupun ditengah jalan saya sempat di sms oleh de adi [koordinator perlengkapan] yang mengabarkan tentang pembelian belut untuk lomba. Sedikit lucu bila mengingat belut itu karena sehari sebelumnya semua belut yang di beli tewas..hehe..disebabkan pada saat membeli dibungkus plastik tanpa celah udara sedikit pun.

Nah tanpa berpanjang lebar lagi, saya akan sedikit bercerita tentang pelaksanaan lomba-lomba tersebut.

Sedianya acara persiapan dimulai jam 6.30 namun karena jam di Indonesia terbuat dari karet maka temen-temen baru bisa kumpul di banjar kira-kira jam 7, sehingga jam 7.30 acara baru bisa dimulai, 30 menit kami alokasikan untuk menyiapkan segala sesuatunya termasuk persembahyangan dan perlengkapan lomba.
Setelah semuanya hadir dan arena perlombaan siap maka sebelum acara mulai kami menyempatkan diri menundukan kepala sejenak untuk berdoa.

Sedikit informasi tentang peserta lomba dan jenisnya, seperti yang sudah kami sepakati pada saat rapat maka anggota sekaa dibagi kedalam 4 kelompok, yang nantinya akan mewakilkan anggotanya untuk mengikuti lomba-lomba seperti, kelereng estafet, memasukan paku ke dalam botol, makan kerupuk, lari pengantin, memasukan belut ke dalam botol dan nyuwun baskom berisi air es.

Semua game yang ada dalam lomba ini adalah murni bersifat team sehingga kekompakan yang kami harapkan dari masing-masing lomba yang di tunjukkan oleh masing-masing kelompok. Tentu saja di setiap kelompok ini ada masing-masing ketua kelompok yang kami harapkan bisa menjadi pembelajaran untuk memimpin walaupun masih dalam tahap yang sederhana.

Acara lomba yang pertama adalah kelereng estafet, teknis dari perlombaan ini adalah masing-masing kelompok diwakilkan oleh 2 anggotanya. Pemain satu melaju secepat munggkin ke garis batas yang sudah ditunggu oleh rekan satu timnya, yang selanjutnya pemain kedua yang menunggu tadi akan meneruskan ke garis start, sehingga siapa yang tercepet sampai ke garis awal maka tim itulah pemenangnya.

Suasana riuh dan sorai penonton memacu adrenalin tidak hanya peserta namun suporter masing-masing tim juga.

Berikut beberapa dokumentasinya

Lomba selanjutnya adalah memasukan paku ke dalam botol, teknisnya sangat sederhana yaitu masing-masing kelompok menyediakan 3 orang pemain dan 3 orang tersebut akan diikatkan seutas tali pada pinggangnya, pada ujung tali tersebut akan dijulurkan satu utas tali berisi paku pada ujunngnya untuk kemudian dimasukan ke dalam botol. Permainan ini bersifat team, jadi diperlukan kekompakan dan strategi untuk memasukan paku tersebut secepat mungkin ke dalam botol.

Berikut beberapa gambarnya.

Perlombaan ketiga adalah makan kerupuk berpasangan, seperti namanya maka masing-masing kelompok diwakilkan oleh sepasang anggotanya untuk mengikuti lomba ini. Teknis lomba sederhana saja, pasangan tim yang tercepat menghabiskan kerupuk yang menggelayut pada tempat lombalah yang menjadi pemenangnya.

Berikut beberapa dokumentasinya.

Sebelum memasuki perlombaan keempat maka kami jeda 30 menit untuk istirahat dan menikmati snack yang telah panitia siapkan, sambil memulihkan kembali stamina dan mempersiapkan strategi selanjutnya dari masing-masing kelompok.

Waktu istirahat habis dan perlombaan kami teruskan.

Lari pengantin adalah perlombaan keempat, teknis permaian ini juga sederhana dimana masing-masing kelompok harus mengirimkan sepasang anggotanya untu bertanding. Belajar dari permainan sebelumnya maka masing-masing kelompok lebih mempersiapakan para pemainnya dengan membuat strategi untuk bertandig, mulai dari cara melangkah dan sebagainya.

Berikut beberapa gambarnya.

Perlombaan kelima adalah lari kampil estafet, semula perlombaan ini bernama lari karung namun berhubung susah mencari karung, maka karung kami ganti dengan kampil, tapi tidak mengurangi serunya perlombaan ini. Teknis permainan masih sama dengan kelerang estafet.

Berikut beberapa dokumentasinya.

Perlombaan teramai dan teriuh adalah lomba memasukan belut kedalam botol, perlombaan ini diwakilkan oleh 3 pemain dari masing-masing kelompok. Kemeriahan ini dikarenan pemain adalah semuanya cewek dan semua pada geli dengan belut, jadi sungguh lucu melihat masing-masing pemain memberanikan dirinya untuk memegang belut lalu berlari memasukannya ke dalam botol.
Berikut cuplikan gambarnya.

Perlombaan terakhir adalah nyuwun baskom air es, teknis permainan ini adalah masing-masing kelompok diwakilkan 2 orang, pemain pertama matanya ditutup dan pemain kedua membawa baskom berisi air dikepalanya, pemain kedua memegang bahu pemain pertama sambil mengarahkan jalan.

Esensi dari perlombaan ini adalah, pemain pertama tak ubahnya seorang pemimpin dan pemain kedua adalah orang yang dipimpin, namun kedua orang ini memliki keterkaitan yang sangat erat dan harus sinergis. Layaknya sebuah organisasi sekaa teruna dimana pemimpinnya harus mengerjakan tanggung jawab yang berada dipundaknya dengan hati dan petunjuk anggotanya, karena bila seorang pemimpin memimpin dengan matanya/indrianya/nafsunya maka dia akan berbuat semaunya sendiri,itu sebabnya pemain pertama matanya ditutup dan kendali sepenuhnya dari pemain kedua dari orang yang dipimpinnya.

Pemain kedua memegang tanggung jawab juga, bahkan cenderung lebih besar bila terjadi kesalahan maka pemain kedualah yang celaka. Bila dikaitkan dengan keberadaan sekaa teruna maka sebanarnya keberlangsungan dari sekaa teruna beserta kegiatannya bertumpu pada anggota, bila anggota kompak dan sama-sama memiliki kemauan melestarikan keberadaan sekaa teruna maka sukselah sekaa teruna tersebut.

Itulah sedikit dari sekian banyak esensi dari perlombaan yang diadakan, dan berikut gambarnya.

Dengan berakhirnya perlombaan ini maka berakhir juga rangkain lomba-lomba pada hari ini. Sedikit isi pikiran sudah berkurang, namun bagi saya masih ada agenda besar yaitu malam kesenian 28 oktober nanti.
Besar harapan saya semua dapat berjalan lancar dan sukses karena kami akan mengelar sendratari yang pemainnya berasal dari anggota sekaa teruna. Kira-kira bagaimana serunya, mari kita tunggu episode selanjutnya.

Terima kasih

Advertisements

Posted on 24 October 2009, in Budaya, Sosial. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: