Mengapa manusia saling menyakiti?

Jumat pagi ketika sedang asyik menenggelamkan diri dalam rutinitas harian saya seorang kawan yang duduk di sebelah saya memberitahukan bawasannya sebuah bom telah meledak di Jakarta. Pada saat itu saya sedikit kaget setengah tidak percaya dengan yang saya dengar. Penasaran dengan kejadian tersebut membuat pikiran  saya seolah-olah terkoyak dan seketika itu saya beralih sebentar ke halaman detik.com dan ternyata telah terjadi ledakan bom di hotel JW Mariot dan Ritz Carlton.

Sejenak konsentrasi saya terpecah dengan pemberitaan dari kejadian tersebut. Ingatan ditahun 2002 silam ketika terjadi Bom Bali 1 seolah tertoreh lagi. Saya tidak bisa membayangkan sebesar apa dampak yang akan terjadi dari bom tersebut. Beberapa kawan pun mulai sibuk mengkhawatirkan rencana mereka menonton sepak bola yang akan berlaga tanggal 20 nanti antara tim Indonesia All Star dengan MU. Namun di benak saya saat itu hanya memikirkan dampak apa yang akan terjadi.

Segala kemungkinan pun mulai membayang saya, diantaranya adalah Pariwisata Bali dan Indonesia umumnya. Kekhawatiran saya sangat beralasan karena sebagian besar masyarakat Bali bermatapencaharian dari kunjungan wisatawan. Nah besar ketakutan saya bila dampak seperti pasca Bom Bali terulang lagi. Akan banyak sekali keluarga yang akan merasakan kesusahan dalam ekonomi keluraganya, terlebih lagi bapak saya juga bergelut dengan keringat mencari sekeping rupiah dari pariwisata. Aduh semakin tidak enak perasaan ini.

Di televisi pun sangat ramai menayangkan pemberitaan tentang ledakan yang baru saja terjadi. Banyak informasi yang membuat saya getir melihat dan mendengar siaran tersebut. Walaupun perut kenyang pada saat itu namun terasa ada yang kurang, mata mengantuk dan coba saya penjamkan ternyata masih saja terasa ada yang kurang.

Ternyata kurangnya itu adalah rasa tenang yang ikut hancur ketika saya mengetahui kejadian ledakan Bom tersebut. Ketenangan yang sedianya selalu mampu melarutkan dalam suasana apapun seolah-olah hilang. Pasca kejadian tersebut perasaan was akan kejadian tersebut berulang di tanah kelahiran saya Bali semakin hari semakin membuat tidak nyaman saja.

Saya mencoba mengkerucutkan logika saya yang mulai terlarut dalam opini orang-orang yang mencoba ambil bagian dari kejadian tersebut. Isu-isu politik, teroris dan berbagai spekulasi pun coba saya kesampingkan. Pertanyaan-pertanyaan mendasar pun saya utarakan kepada diri saya.

Mengapa manusia saling menyakiti?

Advertisements

Posted on 19 July 2009, in Pribadi. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Karena manusia tidak pernah puas dengan keinginannya…

  2. karena kepentingan.

  3. karena iblis sdh merasuk ke dalam jiwa manusia…
    waspadalah…waspadalah…!

  4. nak mule keto. kalau gak bukan hidup namanya wkekekek tumben nih koment lagi …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: