Jatiluwih Telaga Tunjung, mengapa beli kalau bisa gratis

“Ahh, apaan sie?!”..”Ini mau reflexy jam berapa sie?”…”Kelamaan ney”..”Ya udah batal aja, mood juga udah ilang ney”..[sms meluncur, reflexy malam ini batal]

Yah begitulah akhirnya acara reflexy bareng ma bro Eka and bro Dewa Putih jadi batal, janji nya ngaret, jadi males dah trus mata juga udah ngantuk. Semula rencana jam 9, eh musti nunggu ‘orang pulang ngapel’ dulu, pastinya agak basi nunggunya. Lagian besok pagi saya juga punya acara travelling, mending bubuk aja dah pikir saya.

Akhirnya malam itu telewatkan dengan istirahat yang sungguh sangat nyaman dan pagi hari bangun dengan badan yang sangat fit. Pagi Sabtu [25 April 2009] saya berencana untuk melepasan kebosanan selama seminggu berada di kantor dan sedikit mencari udara yang lebih segar dengan melanjutkan perjalanan saya mengunjungi ‘sahabat alam’ yang ada di seputaran kabupaten Tabanan. Yups pagi sampe siang saya punya janji ke Jatiluwih dan bendungan Telaga Tunjung, tentunya yang menemani saya adalah motor dan kamera butut saya. Setelah mandi kemudian gosok gigi dan menyiapkan backpack serta pernak-pernik yang mendukung acara travelling saya kali ini, maka ketika jam menunjukkan pukul 6.15 saya segera memacu motor saya menuju pemberhentian pertama yaitu di Jatiluwih Tabanan.

 Tiada yang lebih mengasyikan ketika kuping dimanjakan oleh alunan musik, udara pagi yang masih segar menyelusup masuk kedalam helm serta pemandangan sepanjang jalur Kerobokan- Canggu-Tabanan yang benar-benar membeningkan mata. Saking menikmati perjalanan itu, saya lupa untuk mampir ke ATM untuk mengambil tambahan bekal, dan karena sudah terlanjur melewati kota maka saya harus pasrah dengan dompet hanya berisi 28 rb [plus recehan], hehe..sedikit sial memang.

 Beberapa kilo setelah melewati jantung kota Tabanan, masih seputaran kota saya teringat pada suatu tempat ketika 4 tahun silam saya ‘janjian’ dengan wanita pujaan saya, hehe..sedikit menambah semarak perasaan saat itu.

Memasuki wilayah Penebel pemandangan indah gunung Watukaru dan beberapa Gunung yang berdampingan di sebelahanya sudah tampak. Sejenak saya menghentikan motor dan mengambil gambar. Sambil menghirup dalam udara pagi itu, dan memercikan air disepanjang sawah ke tangan dan kaki, wah…sungguh sungguh suegerr.

Gunung watu karu

Melanjutkan kembali perjalaan, akhirnya saya tiba diperbatasan desa sebelum masuk Jatiluwih [maklum lupa nama desanya] saya disambut oleh rumput liar yang sedang berbunga. Wah cantik banget. Saya juga menyadari betapa sejumput rumput liar mampu memberikan keiindahan yang sangat dan semakin alam ini membuat saya takjub.

Bunga rumput indah

Setelah beberapa tikungan terus menanjak kemudian turun menikung tajam dan begitu seterusnya, sebuah pemandangan yang luarbiasa tampak. Hamparan sawah yang tertata rapih menunjukkan dirinya dan seolah menyapa saya. Oh sungguh rapih, rapih dan indah.

Terasering sawah

Memasuki desa Jatiluwih maka kita akan disambut oleh sungai yang seolah-olah menjadi batas desa. Karena tertarik dengan gemericik dan segarnya air sungai pegunungan maka saya menghentikan perjalanan saya dan sejenak mencuci muka di sungai dan mengambil beberapa gambar untuk saya bawa pulang.

Sungai

Menelusuri jalan beraspal yang semakin menanjak ternyata banyak juga pura yang tergolong Khayangan Jagat di Jatiluwih, seperti Pura Rambut Sedana, kemudian di penghujung jalan menanjak dan tergolong tempat yang tinggi terdapat juga terdapat pura Bujangga Waisnawa.

Matahari sudah semakin terik, setelah saya tengok jam eh ternyata sudah jam 11. Wah perut lapar ney, kemudian saya kembali ke jalan semula yang saya lalui dan mencoba melihat abang tukang baso [maklum persediaan terbatas]. Setelah melewati kembali jalan semula ternyata tak satupun penjual baso yang saya temui, yang ada hanya penjual sate ayam.

Karena sudah tidak tahan saking laparnya maka saya memutuskan membeli sate ayam. Hmm yummy, enak banget. Satu porsi meliputi sate ayam, nasi, soto ayam dan air putih dibandrol Rp.8000,- lumayan murah ternyata dan mengenyangkan.

 Sate ayam,nasi,bawang goreng,soto ayam

Perut sudah terisi, pikiran kembali jernih dan perjalanan kembali berlanjut ke bendungan Telaga Tunjung [konon kata bro Dewa pacung, bedungan ini terbesar di Bali]. Sempat saya bertanya dengan ibu penjual sate ayam, dan beliau sangat kooperatif dengan memberitahukan secara jelas jalan menuju ke bendungan tersebut.

Tak lebih dari 20 menit [30km/jam] dengan memasuki jalan di pemukiman penduduk desa, kemudian beberapa kali juga harus melintas di tepi sawah yang sedang ditanamai padi oleh petani seakan membuat suasana pedesaan yang kental banget. Akhirnya saya tiba juga di bendungan Telaga Tunjung Tabanan.

Wuih ternyata luas juga, baru pertama kali saya ke bendungan yang luas seperti ini. Beberapa penduduk saya lihat membawa pancing kesana, mungkin hendak memancing ikan di bendungan tersebut. Ternyata bendungan ini diresmikan 24 April 2007 oleh presiden SBY setidaknya itu yang saya dapat lihat di prasasti peresmian bendungan ini.

Kalau saya boleh komentar bendungan ini mungkin bisa dikembangkan lagi sebagai areal untuk wisata, karena saya tidak melihat adanya aktifitas wisata ditempat ini selain penduduk yang memancing.

untitled 

Menatap langit

Setelah jam menunjukkan pukul 13.30 saya kemudian memutuskan untuk pulang. Perjalanan yang sungguh menyenangkan, dan tidak rugi rasanya bangun pagi-pagi. Sepanjang perjalanan pulang saya menyadari bahwa sesuatu akan menjadi sangat berharga bila kita memperdulikannya serta berusaha senantisa mensyukurinya, jadi mengapa harus membeli kebahagiaan kalau kita bisa mendapatkannya secara gratis.

Sekian terima kasih.

Advertisements

Posted on 27 April 2009, in Kab. Tabanan, TRAVELING, Umum. Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. wheeee.. ke tabanan kok gak mampir ke rumah brow.. gak ngajak ngajak lagi hu..

    Sige said
    Aduh sori Bro ndak ngajak-ngajak abis situ gawe sie..lain kali aja ane mampir, tapi sebelumnya kita jelajahi dulu Tabanan. OK brorr

    Thanks

  2. katanya sih bendungan ini bakalan dijadikan tempat pembuatan air minum, tapi nggak tau jg sih benernya..cuma pernah dengar sepintas lalu saja.Kalau mengenai pengembangan fungsi bendungan untuk daerah wisata, sepertinya itu sudah dipikirkan, dan biasanya kalau sore hari apalagi hari sabtu, minggu, & hari libur, bendungan ini banyak dikunjungi orang. Bahkan pernah disana dulu ada penyewaan perahu motor untuk berkeliling bendungan bagi pengunjung, tapi sepertinya sudah tidak ada lagi sekarang. Mungkin para pengunjung takut, karena ada issu kalau bendungan ini agak angker. Tapi nggak usah takut kalau mau berkunjung, asal jangan berbuat yang macam2 & tetap ingat pd yang “diatas”, semua pasti baik-baik saja.

    Sige said
    Alow bro,
    Oh bakal dibuat air minum???wah bakal extra time untuk penjernihan airnya, karena pembuatan air minum yang dari mata air saja butuh proses yang lama apalagi yang bahan baku nya dari air sungai.

    Yah mungkin ane terlalu siang kesananya jadi lom sempat liat keramaain. Tapi kenapa yah tidak dikembangkan lagi?? masalah modal kali yeee..

    Wah angker bro yah? sepertinya sie getho..pondasi musti kuat untuk bangunan segede gitu..

    Trims

  3. mantaff nih bendungan…sejukkk banget…jadi ingat masa pacaran ama bang marthin,dewak dan michael dulu…^^

    Sige said
    Ho oh, emang mantaff bro.
    Wah situ emang hemo aseli, pacaran aja ama cowo ditempat terbuka lageee…wekeeke

    Trims

  4. milu….. 😀

    Sige said
    Mai nae Gek, yukk mlali..yukk..ya.yuukk

    trims

  5. wanjrit jadi ngiri saya, kepengen jadi bujang lagi klo gini

    Sige said
    ALow Bli..
    Wakakakakaa…..anjrosssss emang Bli, lah sapa bilang ini hanya untuk bujang..untuk yang sudah berkeluarga juga ok..

    Trims yo

  6. wah sing update saya… ternyata ade posting baru… wkwkwkwkkk

    beh sepi buin, kaburrrrrrr********

  7. Mau tanya dunk kalo dari kota denpasar berapa lama yach bli ?Salam kenal buat sige said

  8. Sy berniat tuk liburan ke jatiluwih , bagi2 infonya donk frens

  9. Keren emang jatiluwih….mudah2an tetep alami seperti itu, jangan banyak ditanami rumah-rumahan disana…jadi biar tetep asri…..hufffttt……..terkagum-kagum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: