Wayang, metoda belajar dari melihat dan mendengar

Cover wayang ceng blonk

Sudah menjadi suatu bagian yang melekat antara seni dari kehidupan kita, ambilah contoh seni wayang di Bali. Dari yang pernah saya tonton baik dari televisi maupun langsung, wayang di Bali bisa saya kelompokkan berdasarkan yang melakonkannya ada 2, yaitu wayang kulit dan wayang wong/orang. Khusus untuk wayang wong sepengetahuan saya tidak memakai dalang karena karakter dari wayang langsung dari pemain wayang tersebut. Karena keberadaan wayang wong yang semakin jarang dipertontonkan maka bisa dikatakan pertunjukan wayang wong sudah menjadi langka. Sedangkan wayang kulit hingga saat ini terus berkembang mengikuti jaman yang serba modern. Di Bali sendiri dari beberapa tahun silam populer dengan wayang CengBlonk dan juga Joblar.

Seni pewayangan merupakan suatu warisan leluhur yang memiliki nilai sosial dan religius yang tinggi. Bali sebagai salah satu pilarnya gudang seniman dunia merasa pelestarian wayang mutlak dilakukan. Upaya-upaya pelestarian ini sudah dilakukan, bahkan dari usia yang tergolong masih muda, yaitu anak-anak. Seperti lomba dalang cilik yang diadakan oleh salah satu stasiun TV lokal di Bali. Potensi, bakat, dan darah seniman wayang sudah bisa terlihat jelas mengalir pada setiap gerak dan suara yang dilakonkan si dalang cilik ini.

Disamping pesatnya upaya-upaya menciptakan bibit-bibit seniman wayang muda, pelestarian oleh masyarakat pun tidak boleh diabaikan. Kecintaan terhadap kesenian wayang di masyarakat Bali sungguh patut di ancungin jempol dan harus terus ditingkatkan. Dalam kegiatan keagamaan sering kita jumpai pementasan wayang khususnya wayang kulit, demikian juga pada pementasan untuk hiburan yang mana selalu dipadati oleh penonton. Antusias masyarakat Bali terhadap seni wayang memang bisa menjadi sarana yang efektif sebagai pembelajaran tentang agama, sosial maupun budaya. Nah disinilah saya melihat terjadi perkawinan antara seni, agama, budaya dan sosial dari seni pewayangan tersebut.

Yang sangat-sangat menarik bagi saya dalam menonton wayang adalah belajar tanpa menggunakan buku maupun alat tulis, yang diperlukan hanya mata dan telinga untuk menera, sedangkan otak dan ‘hati’ wajib hukumnya untuk analisa dan kaji. Nilai-nilai sosial, budaya dan agama menjadi hal pokok yang senantiasa ada pada saat pementasan wayang. Nah disinilah akan benar-benar terlihat wawasan yang dimiliki oleh sang dalang yang empunya wayang tersebut. Banyak nilai agama yang terselip dalam penyampaiannya, bahkan nilai spirit yang sangat dalam pun sesekali menyirat, tinggal bagaimana penonton bisa menangkap pesan dalang melalui cerita wayang yang sedang dimainkannya. Pelajaran yang paling mudah kita dapati dari menonton wayang adalah bab tentang sosial dan budaya. Guyonan-guyonan segar, kemudian terkadang sindiran-sindiran halus tentang lakunya masyarakat seakan membuat wayang mempunyai daya pikat yang luar biasa bagusnya.

Jadi kalo anda ingin belajar tentang seni, budaya, sosial dan agama, tapi anda malas membeli alat tulis dan buku bacaan, maka saya sarankan anda menonton wayang. Saya sudah membuktikannya sendiri. Anda mau bukti silahkan menonton wayang.

Terima kasih.

Advertisements

Posted on 10 February 2009, in Budaya, KAJIAN, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. Saya suka nonton CenkBlonk. Kadang membuat kita menertawakan diri sendiri, mengajak untuk introspeksi.

    Salam.

    Sige said
    Wah saya juga suka tuh, dulu waktu masih anak2 saya ndak suka nonton wayang, rasanya membosankan. Pernah sekali sama kakek diajak nonton wayang, tapi malah ketiduran.hehe.

    Btw, bener sekali bli Wir, saya sehati dengan bli Wir kalau menonton wayang membuat kita lebih instropeksi diri.

    Trims

  2. budayakan ya..
    (walau saya ga ngerti sm wayang)

    Sige said
    Lah ko gitu…hehehe..bukan orang indo yah? halo? are u from indo rosa? or just leave in Indo? wekeke..

  3. wayang itu bhs jawa kuna yang berarti bayang, bayangan yang berarti refleksi, gambaran. Bayangan dari apa, dari manusia itu sendiri. Belakangan ini wayang sudah mulai menggambarkan kondisi sosial masyarakat, sedikit berubah dibandingkan dulu yang menggambarkan filosofi tentang manusia

    Sige said
    Hmmm..Yah melanjut koment Bli, saya searah dengan pendapat Bli karena memang saat ini pendidikan terhadap masyarakat kita akan lebih mengena bila dalam cerita pewayangan tersebut diselipkan bagaimana kondisi masyarakat pada saat ini atau seperti yang Bli bilang penggambaran kondisi sosial masyarakat.

    Trims Bli

  4. Ceng Blong memang menjadi primadona saat ini dimana masa dalang Kembar dan kawan2 mulai tenggelam walaupun Joblar dapat berkibar sebentar.

    Ceng Blong muncul dgn ciri khas sendiri dan sekarang memakai sentuhan teknologi dalam pergelarannya. Dari wayangnya mulai penonton sudah sakit perut tertawa apalagi setelah munculnya si Ceng dan Joblar. Dalang Ceng Blong hebat, selain bisa membuat penonton terus tertawa juga menyisipkan pesan dan kritik sosial, politik, dan kondisi yg ada dalam masyarakat saat ini dengan lugas shingga gampang dicerna masyrakat luas, beliau dalang yg intelektual. Salut, tapi kalo bisa yah diturunkan donk taripnya Pak Dalang, hehehehe….

  5. thanks ya kunjunganya. semoga kita bisa saling silaturahmi, salimg mengunjungi
    saya setubuh dengan alur tulisanya,
    pembelajaran mendengar dan melihat yang membutuhkan kesabaran doble gardan, karena para penonton juga diajak berfikir keras mencandra latar belakang cerita yang jauh masuk zaman……

    dari budaya, untuk belajar demi peradaban bangsa yang….
    thanks

  6. raga masi demen jak ceng blonk…

  7. i come from melbourne.
    *ngarang*
    ak bukan orang jawa, mas.
    makanya ga ngerti wayang.
    klo ada yg nyinden, ak cuma joget-joget gak jelas aja.
    hha*

    Sige said
    Dari Melbrun yah..wekeke..dasar koala…hihi.
    Oh bukan orang jawa toh,hmmm..icic..

    Trims

  8. sudah tahu..?

    http://ttudayana.wordpress.com

    🙂

    Sige said
    Wah baru tau ney Bli, ok segera meluncur..

    Trims

  9. Di Bali ada wayang juga ya?
    Bendol baru tau neh…Kirain cuma di Jawa aja.
    Makasih infonya..

    Sige said

    Halo bro bendol,

    Iya bro di Bali ada wayang juga, ini salah satu hiburan yang merakyat banget..sama-sama bro, keep in share yoo..

    Trims

  10. ada yang tau info kapan ada pergelaran wayang Ceng-Blonk ??
    lgi stress,butuh hiburan nich..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: