Melanjutkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Bila kita menerawang ke masa lampau pada jaman kemerdekaan, maka 2 moment bersejarah yang menjadi titik pangkal bangkitnya rasa nasionalisme, kebangsaan, persatuan bangsa Indonesia sebelum Indonesia Merdeka 1945. Momen pertama di awali dengan berdirinya Boedi Utomo tanggal 20 mei 1908 yang hingga saat ini  kita peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional dan momen yang kedua adalah Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Nah pada tulisan singkat ini saya akan mencoba berbagi pengalaman mengenai implementasi apa saja yang sudah saya/kami ( Sekehe Teruna Dwi Tunggal) lakukan dalam melanjutkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di masa Kemerdekaan serta Reformasi sekarang ini.

Bercerita mengenai kegagahan para pejuang kita dalam merebut kemerdekaan atau membaca kisah-kisah heroik pahlawan kita, selalu membuat kita kagum dan bangga. Apalagi membaca sejarah bagaimana Sumpah Pemuda berlangsung, sungguh sangat membangkitkan semangat, tapi apakah cuma sampai disitu saja? Puas hanya dengan mendengar dan membaca sejarah? Yah, tentulah kalau kita atau siapaun yang ditanya seperti itu akan mengatakan TIDAK, tapi sekarang kita lihat kenyataannya, masih banyak saya melihat banyak dari kita hafal dengan text Sumpah Pemuda bahkan ada juga yang main kopi paste saja dari internet dan salah mengurutkan redaksional Sumpah Pemuda tersebut, sedikit lucu memang. Cerita lucu lainnya, banyak diantara kita (bukan termasuk penulis, red) prihatin terhadap perilaku  anak muda bangsa dan cenderung menghakimi kelakuan pemuda/i yang seperti itu (tidak perduli dengan sumpah pemuda) namun dia sendiri tidak melakukan apapun terhadap yang Namanya Sumpah Pemuda tersebut.

Kembali ke topik pembicaraan, sepanjang pengamatan saya kemarin di Kerobokan, banyak ada acara persembahyangan di Banjar, termasuk di Banjar saya (Br. Gadon, Kerobokan) dan notabene adalah kaum muda, nah lo apa yang sedang terjadi? padahal pada hari itu tidak ada hari raya keagamaan. Kalau di tempat saya mengadakan persembahyangan karena kami memperingati Ultah Sekehe Teruna kami, dan ternyata beberapa muda-mudi dari beberapa Banjar tersebut juga merayakan Ultahnya masing-masing. Nah lo, ternyata kaum muda masih peduli dengan namanya Sumpah Pemuda, buktinya banyak Sekehe Teruna yang membuat hari jadinya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.  Tentunya ini seharusnya menjadi moment yang sangat baik bagi semua kalangan Sekehe Teruna yang memiliki hari jadi bertepanan dengan hari Sumpah Pemuda, sebab makna dan tujuan yang hendak dicapai dari sumpah pemuda ini telah tercapai dengan bukti adanya organisasi kepemudaan tersebut dan aktif mengadakan kegiatan, yang mana dari setiap pelaksanaan kegiatan tersebut tentulah persatuan yang diharapkan.

Seperti hal nya perayaan Ultah Sekehe Teruna Dwi Tunggal yang saya/kami rayakan semalam dengan persembahyangan, malam keakraban dan makan malam, walaupun tidak semeriah acara kami sebelumnya (acara tour), namun saya pribadi melihat antusias teman-teman sangat tinggi dan nafas organisasi sudah mulai ada karena hampir seluruh anggota Sekehe Teruna Dwi Tunggal sudah berani  mengeluarkan pendapatnya pada acara tersebut walaupun terkesan malu-malu, namun ini adalah nilai positif bagi kelangsungan organisasi kami Sekehe Teruna Dwi Tunggal. Yang paling membanggakan saya/kami adalah beberapa anggota kami mengikuti kejuaraan gong kebyar mewakili kecamatan kuta utara untuk menjadi duta Kab. Badung di tingkat provinsi, disamping beberapa anggota juga aktif dalam kejuaraan bola Voly (team Omega). Tapi syukurlah tidak kurang dari 30 orang bisa menghadiri acara Ultah semalam, sederhana tapi bemakna, itu yang saya rasakan. Berikut sedikit gambar yang saya ambil pada saat makan malam, sedikit gelap karena menggunakan kamera HP.

Besar harapan saya/kami (Sekehe Teruna Dwi Tunggal) untuk bisa meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan terdahulu khsusunya generasi muda pada masa itu, walau hanya bisa berkumpul beberapa jam saja namun semoga perkenan Beliau, walau hanya dengan beberapa jam bisa berkumpul dalam wadah Sekehe Teruna bisa sedikit memberi andil terhadap integritas bangsa kita Indonesia, akhir kata selamat Hari jadi ke-28 Sekehe Teruna Dwi Tunggal Br. Gadon dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008.
Sekian terima kasih.

Advertisements

Posted on 29 October 2008, in Budaya, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. NIH GUE YANG PERTAMA TUMBEN..haaaa
    Sumpah Pemuda?? ya..memang seperti itu jika kita lihat di sekitar kita saja..tpi lihat diseluruh indonesia..lihat di televisi.. semua artis merindukan moment-moment seperti dulu ketika sumpah pemuda dijadikan hari yang special disekolah. tpi sekarang… ya sedikit memang yang ingat mengenai tgl 28 Oktober.. ?? bandingkan saja dulu dengan sekarang. sangat sedikit sekolah yang merayakan hari ini….nah lo.. klo cuma dikerobokan aja.. tuh mah bukan mewakili semua..
    pengambilan sample itu harus secara acak..bukan satu tempat…
    he..kayak statistik aja..
    he.. ingat jambunya ya..

  2. tpi lihat diseluruh indonesia..lihat di televisi.. semua artis merindukan moment-moment seperti dulu ketika sumpah pemuda dijadikan hari yang special disekolah. tpi sekarang…

    : Mulai lah sesuatu yang sederhana dan ada di sekitar kita, jangan dulu jauh keluar sana, jangan melihat terlalu tinggi sedangkan yang di ujung hidung saja lum tentu dapat dilihat.

    ya sedikit memang yang ingat mengenai tgl 28 Oktober.. ?? bandingkan saja dulu dengan sekarang.

    :DULU itu kapan? SEKARANG itu kapan?

    sangat sedikit sekolah yang merayakan hari ini….nah lo.. klo cuma dikerobokan aja.. tuh mah bukan
    mewakili semua..

    :loh anda harusnya bersyukur setidaknya masih ada yang peduli dengan sumpah pemuda, saya rasa semangat sumpah pemuda juga masih ada di tempat lain, sekolah, sekehe teruna dan organisasi pemuda lainnya, mungkin saja bro dewa hanya berpatokan pada televisi. Kemarin masih saya liat ada liputan apel di renon memperingati SP, berati bro dewa gag nonton TV dung. wakaka.

    Disini kita bukan mempertentangkan dimana dan siapa yang mau “berbuat” sesuatu untuk meneruskan SP tersebut, namun fakta yang jelas saya/kami (sekehe teruna dwi tunggal) masih peduli dan berbuat sesuatu untuk SP itu. Only talk with do nothing is bullshit

  3. :DULU itu kapan? SEKARANG itu kapan?

    Kapan ya??? wah, susah juga ya pertanyaannya…jadi pusssssing….wakakakakakk……

    Sumpah Pemuda, apaan tuh? wakakkakakkakk…..ini krisis nasionalisme…

  4. @ Dewa
    : alo bro, ane pikir si Mbah Dewa ajus, wakaka.

    Pertanyaan itu bukan buat bro Dewa, so jangan dijawab.

    “Sumpah Pemuda, apaan tuh? wakakkakakkakk…..ini krisis nasionalisme…”

    :waduh masak gag tau? serius? ok, kalo bener gag tau please ask google, kalo udah nemu print out trus dipelajari, hari senin kita ulangan.hehe.

    Saya sependapat ini adalah sebuah krisis, semoga kita bisa bangkit dari krisis multidimensi ini.

  5. wah ini ada yang nyamar jadi mbah dewa cetitanya.. ha……… drink yuk he.. udah lama nih

  6. Memang perlu dipertanyakan makna sumpah pemuda kepada generasi muda Indonesia. Karena saat ini para pemuda (mahasiswa) pada tawuran dg teman sendiri, para pemuda sekarang pada bikin gank trus tawuran, saling membenci saudara lain suku dan apakah benar ‘Berbangsa satu bangsa Indonesia’ jika daerah pada mau memisahkan diri dari NKRI…??? 😦

  7. @Dewa
    oh itu dewa wijaya bro, gag ada yang nyamar kok. Minum apa ney? hehe, soda gembira yuk, asooii rasanya.

    tnx, bro.

    @Admin Stdharmakerthi
    : Sedikit meluas topiknya, tapi gag apalah.

    Mempertanyakan seperti apa yang bro maksud? saya rasa itu akan buang-buang energi, yang perlu kita lakukan adalah sekarang berbuat sesuatu, cuma itu saja. Apakah mereka tau makna saya rasa itu nomor sekian, karena ‘memuliakan makna tanpa melakukan sesuatu adalah omong kosong’, makanya banyak orang yang pinter celoteh tapi gag ada ‘isinya’. Semua kembali keperbuatan. Tapi syukurlah masih ada bro Dona yang saya amati masih aktif di sekehe teruna. Masih berapa lama lagi menjabat bro? wekeke.

    Kalo ditanya mengapa banyak daerah yang mau berpisah atau mencoba berpisah dan sudah berpisah, saya rasa banyak faktor nya, tidak hanya ‘sumpah pemuda’ yang sudah di lupakan.

    Btw, terima kasih komentarnya.

  8. Maksud saya makna dari isi sumpah pemuda yaitu kita dari barat ke timuar adalah satu yaitu Bangsa Indonesia…Spt bro bilang, jangan cuma hafal teksnya saja (tp sudah banyak yg lupa) tp pelaksanaannya gimana? Karena saat ini terjadi perselisihan antar umat, antar suku, saling membanggakan daerah tertentu, pemudanya sibuk tawuran, dan dari hal kecil yaitu ditingkat kampung ‘sekehe teruna’ anggotanya banyak yg rasa integritasnya kurang. Masa jabatan saya tinggal 1 th lagi bro (hingga 28/10/09)

    Iya bro banyak faktor tp kalo semangat sumpah pemuda sudah tidak diingat lagi maka ya ingin sendiri-sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: