Investasi jeritan untuk kesehatan.

Wah angin begitu kencang malam ini, suara ranting dan daun bambu disebelah rumah seakan-akan memberikan irama tersendiri malam ini. Cuaca sudah mulai berubah, perlahan suhu pun berangsur-angsur berubah, satu persatu teman-teman kantor terserang flu, fiuh..menghawatirkan juga sih, takutnya terkena juga, padahal sekarang project lagi rame-rame nya, so pasti kondisi harus tetap fit. Nah kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman saya di bidang kesehatan, semoga ada manfaatnya.

Beberapa hari yang lalu, sungguh sangat bersyukur sekali akhirnya saya bisa mengikuti kursus reflexologi yang diadakan di Malang, dan sangat bersyukur saya bisa mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh, baik untuk diri saya dan tentunya untuk keluarga saya yang tercinta. Sepulangnya dari Malang, hal pertama yang ada dalam benak saya adalah mencari pasien untuk bahan uji coba hasil kursus reflxologi saya. Pasien pertama saya adalah ibu, berlagak seperti pengobat yang profesional saya kemudian menjalankan tugas saya.wekeke.saya sedikit kaget ketika ibu menjerit saat saya pijat,wakaka, sempat konsetrasi blas buyar,hehe, syukurlah segera bisa saya kendalikan. Keluhan ibu ternyata cukup banyak, mulai dari maag, tekanan darah tinggi dan gejala stroke ringan. Nah lo, ini perlu penanganan extra, begitu guman saya dalam hati sehingga saya buatkan jadwal terapi buat ibu setiap hari selasa-jumat masing-masing tak kurang dari satu jam. Awal memijat memang saya rasakan sedikit kesulitan dalam mendiagnosa dan mempraktekan teknik memijat seperti di buku panduan, namun dengan bermodal kepercayaan diri saya sebisa mungkin menjalankan tugas saya sebagai reflexolog yang baik. Alhasil buku jari tengah saya melepuh kulitnya, lumayan perih sih. Namun tidak usah kuatir saya masih ada 4 buku jari lainnya yang siap pakai.hehe.

Nah pasien kedua saya adalah nenek, tidak jauh berbeda dengan ibu, keluhan nenek juga berjibun alias banyak. Mulai dari sakit kepala, batuk kering dan kadang mual. Reaksi pada saat saya terapi tak jauh berbeda dengan pasien pertama, jeritan dan erangan nenek juga sering terdengar, namun kali ini kuping saya sudah sedikit terbisa mendengar. Sejauh ini komentar yang saya himpun dari kedua pasien saya menunjukan reaksi yang sangat positif dan tentunya sudah mulai ada perubahan yang bisa langsung dirasakan  pada badan mereka. Senang rasanya mendengarnya.hehe.

Kalau ada teman-teman pembaca yang bersedia saya gesek, jepit dan cubit, serta bersedia sedikit menjerit segera hubungi saya, mari investasikan sedikit jeritan untuk kesehatan kita.wakaka. Iklan banget yah. Terimakasih.

Advertisements

Posted on 27 September 2008, in KESEHATAN. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. sampai merinding saia mendengarny…. >,,<

  2. Sayangnya yang mijat cowok….

  3. @ kurenai7/mike
    : ko merinding bro,lom juga di pijet, biasa nya untuk olahragawan seperti ente kesehatan organ dalam harus dijaga, jangan sampai penampilan luar aja yang ok tapi juga dalemannya kudu ok, biar balance.

    @ lucky
    : hehe,dasar pikiran lo man, sini w reflexy are paru2 lo, pasti udah jebol tuh kebanyakan rokok, kalo lo sekarng berhenti percuma man, paru2 lo bakal tetep rusak, kecuali diterapi untuk memulihkan kembali ke kondisi normal. gitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: