Kost di rumah sendiri, tanya kenapa?

Pagi ini saya melintas di seputaran jalan raya Kerobokan menuju arah Kuta, udara begitu sejuk dan jalanan yang tidak terlalu ramai. Sepanjang jalan kiri dan kanan terdapat banyak penjual tanaman hias, sehingga sedikit menambah sejuk udara pagi itu. Namun tidaklah sesejuk tahun 8 yang lalu ketika saya masih sering melintas di jalan yang sama, dimana masih banyak sawah di sepanjang jalan tersebut. Setelah kurang lebih lebih mungkin 8 tahun, telah terjadi perubahan yang sangat besar dari segala aspek kehidupan dan yang saya soroti kali ini adalah perubahan lingkungan akibat perubahan pola hidup manusia.

Perubahan lingkungan yang saya garis bawahi adalah terjadinya alih fungsi lahan penduduk di Bali, ini sangat jelas dapat kita amati di sekitar kita, contoh saja jalan raya bypass Sunset Road yang menghubungkan jalan raya Imam Bonjol dan jalan raya Seminyak. Dulunya jalan ini adalah persawahan yang produktif, sekarang sudah menjadi salah satu akses yang mengghubungkan kawasan pariwisata Kuta dengan pusat kota Denpasar. Demikian juga dengan beberapa sisi jalan yang dulunya hanya dibatasi oleh persawahan sekarang ini sudah beralih fungsi menjadi pertokoan dan beberapa jenis usaha yang lainnya yang dianggap memiliki prospek saat ini.

Saya sebagai masyarakat Bali merasa sedikit khawatir, mungkin tidak berlebihan juga, karena saya melihat semakin hari perilaku masyarakat yang berada di pinggiran kota dan objek-objek wisata seperti Kuta, sudah mulai berganti profesi. Dengan iming-iming uang banyak tawaran dari makelar tanah sehingga perlahan-lahan hampir sebagian besar lahan-lahan persawahan petani sudah berubah menjadi beton. Kita, menyadari Bali menjadi salah satu objek wisata dunia karena banyak hal, salah satu adalah keindahan alamnya. Apakah yang akan terjadi bila 10 tahun atau 20 tahun kedepan, pola hidup masyarakat Bali masih senang menjual tanah warisan leluhur kepada pihak-pihak yang mencari keuntungan dari itu? Satu jawaban besar dan pasti adalah masyarakat Bali akan menjadi pendatang di rumah sendiri alias ‘kost di rumah sendiri’. Mungkin gambaran dibawah ini akan mempertegas siapakah yang patut bertanggung jawab akan semua ini.

Posted on 19 July 2008, in Budaya, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. semua berpulang kepada masyarakat Bali sendiri juga, hal ini juga di masa depan anak & cucu orang Bali akan sama nasibnya dengan orang Betawi ato orang Jawa Aseli Tulen di Jogjakarta. semuanya mulai terhimpit dan terpinggirkan dan menjadi suku Indian ras kulit merah akan hilang ditelan zaman. memang budaya seribu tahun masyarakat Bali harus dipertahankan dengan segala cara termasuk menggerakkan organisasi pemuda setempat dengan membuka wawasan. mulailah dengan keluarga pak Bli… jangan jual tanah pak Bli kepada orang luar kecuali kepada oxza hehehehe (becanda)… semuanya khan kembali kepada pengetahuan dan wawasan masyarakat dan pandangan ke depan bertahun2 kemudian. dan ini sangat berlawanan dengan gencarnya gaya hidup ber”merek”. semangat ya pak bli, jangan ganti pakaian adat kita (bali & sasak mirip) dengan jas seperti yg terjadi di jepang

  2. Cuma satu wawasan yang kurang di buka di Bali dan dimana-mana umumnya, ‘laku syukur iku’ . Slalu pengen kaya,pengen banyak duit tapi gag pengen usaha dan gag pengen kerja. Sudah seneng kalo Bali disebut-sebut sebagai pusat wisata budaya,seni. Kalo dikaji lebih dalam, adanya keberagaman budaya,seni maupun lingkungan yang lestari hanya didasarkan pada ‘manusia’nya. Pernah seorang sepuh berwejang ‘jaman dan waktu akan selalu begitu,tapi manusia nya yang akan selalu berubah’, dan setelah saya amati memang benar seperti itu. Dengan kita menyadari kondisi manusia seperti itu,harusnya kita semakin menyadari, bawasannya ada hal-hal yang harus dijaga dalam ‘manusia’ sendiri yaitu ‘syukur’. Kalo rasa syukur udah terjaga,gag bakalan ada istilah ‘pengen kaya mendadak’ atau ‘pengen kaya tanpa usaha’. Yah jadi beginilah yang sedang terjadi saat ini, semoga dengan tulisan ini kita semua bisa ‘ngeh’. Btw terima kasih komentnya bro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: