‘Kepikiran’

Akhirnya project selesai juga, bisa dibilang project ini lebih nyantai dari project-project sebelumnya, karena tim kataloger tempat saya bekerja sudah bertambah banyak, sekarang total 12 orang, ditambah satu orang konsultan yang gabung di tim kami ‘kataloging’. Tapi saya tidak akan membahas masalah pekerjaan, tapi mengenai penyakit yang baru saja kali pertama yang saya alami, yakni penyakit ‘kepikiran’.

Tidak saya pungkiri kalo penyakit ini berasal dari pekerjaan saya, yang notabene 99,99% berfikir, saya pun menyadari semua pekerjaan kita selalu dibarengi dengan proses berfikir akan tetapi pikiran buah dari pekerjaan saya sedikit lebih kompleks dan rumit, karena dari proses berfikir ini akan menghasilkan analisa-analisa dan argument yang tajam sehingga saking tajamnya bullshit pun bisa menjadi argument yang begitu kuat, begitulah leader saya mendidik kami. Kembali ke topik semula, nah dari kebiasaan berfikir inilah membuat kebiasaan baru yang tidak sekalipun saya inginkan, yakni ‘kepikiran’.

‘Kepikiran’ ini saya sebut sebagai penyakit, karena benar-benar mengganggu sekali, bahkan ‘kepikiran’ pacar pun kadang sangat tidak mengenakkan, bisa tidak makan dan tidak tidur, itu kata orang-orang sih, saya mah lewat yang begituan.hehe. Nah kalo saya pilah-pilah lagi memori otak saya, ‘kepikiran’ yang saya alami terkadang kronis juga, sempat beberapa waktu yang lalu saya merasa kepala saya penuh,  sangat bebal, dan bener-benar membuat saya tidak pengen melakukan apapun, maunya diem dan merokok. Jangan sampai anda juga mengalami penyakit ‘kepikiran’ ini, karena disamping efek yang ditimbulkan tadi,masih banyak efek lain yang bisa ditimbulkan, seperti emosi meninggi, susah tidur, pola makan tidak teratur dan sensitif akan sesuatu.

Tapi ini lah tabiat buruk saya, saya suka banget nantangin untuk berfikir, kalo sudah ‘kepikiran’ baru kapok.hehe. Semakin saya pikirkan mengapa saya bisa ‘kepikiran’ ternyata banyak banget penyebabnya, semakin dipikir semakin banyak, waduh cape deh. Semoga saja ini tidak anda alami, yang jelas ‘kepikiran’ itu tidak mengenakkan.

Sekian,terima kasih.

Advertisements

Posted on 10 June 2008, in KESEHATAN, Pribadi, Umum. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Sebenarnya tidaklah susah agar tidak “kepikirian”, mau tau caranya???
    Ya ga usah dipikir, gitu aja kok repot,…hehehe….spt gayanya gusdur aja. Tp mgkn sedikit masukan, pertama-tama kita harus mengidentifikasi permasalahan2 yang membuat kita kepikiran, kemudian diklasifikasikan,mana yang bisa segera dipecahkan dan mana yang memerlukan waktu. Yang bisa segera dipecahkan, segera dilakukan, jangan ditunda, sehingga masalah bisa dieliminir (spt yg sering dikatakan si Babe), dan pada ujungnya pasti akan dapat temukan masalah pokok yang membuat kita kepikiran itu. Baru kemudian dipikirkan solusi dari masalah inti tersebut. Hua…ha..ha…jadi kepikiran juga,solusinya gimana ya???

  2. yaelah broer..gag iso kalo kita ora mikir..Masukannya oke juga,cuman ‘kepikiran’ yang saya alami bukan disebabkan karena ada sesuatu yang harus dilakukan,dipecahkan apalagi masalah,gag deh broer,apalagi menunda-nunda pekerjaan,bukan type ane. Dan skalilagi ane tegaskan ‘Kepikiran’ ini penyakit bukanlah sebuah ‘masalah’,yang seperti broer dewa koment..Tapi penyakit ‘kepikiran’..hehe.

  3. Saya jg ngalamin, bahkan mungkin sampai mati. Tau ngg, hanya gara2 kamera bro. Saat kul saya sama sekali ngg punya kamera, and skrng saya nyesel banget, banyak kenangan yg ngg sempat saya abadikan, sehingga kyk ada yg “hilang”. Sekarang, I’ve my own camera, tp ap yg mo saya foto? Tmn2 udah ngg ada, jalan2 ngg sempat lg karena udah kerja (and ngg ada mobil…wakaka…). Tau ngg gmn ngatasinnya bro?

  4. Bro Jun, hanya satu yang tidak bisa di beli dan dikembalikan yaitu waktu. Terkadang untuk mengabadikan waktu kita sering memuat nya dalam sebuah gambar atau foto,Nah semisal case nya seperti bro Jun, gag usah berkecil hati karena belum sempat mengabadikan nya dalam sebuah foto walaupun sekarang sudah mempunyai kamera. Tapi ada cara yang efectif biar kenangan itu tidak hilang, modalnya hanya memory otak dan secarik kertas ato bisa juga menggunakan media electronik seperti komputer. Nah, mulailah menulis, banyangkan masa-masa yang benar-benar berkesan, buatlah diri nyaman, tentunya mandilah terlebih dahulu sebelum menulis. Biarkan mengalir adanya, ketika tulisan itu sudah selasai maka buat lah sebuah blog. Maka, suatu album besar sudah tercipta, tidak diperlukan keahlian menulis dalam hal ini, hanya diperlukan kejujuran saja, saya yakin ini akan sangat berharga sekali dan merupakan album yang paling lengkap dan detail. Yah,cuma itu saran saya, kepikiran boleh saja asalkan membuat kita nyaman. Maka berfikirlah tentang yang indah,cantik,tertawa,tersenyum.hehe. yuk ya yukkss.

  5. Bedanya manusia dan hewan:
    Manusia punya 4 hal yaitu :
    – Hati (diekspresikan dalam bentuk perasaan, atau merasa – Kita sebut PERASAAN)
    – Fisik (diekspresikan dalam bentuk menyentuh, melihat, lapar, sakit fisik, dll – Kita sebut TUBUH)
    – Otak (diekspresikan dalam bentuk berpikir, mengalikan, menambahkan, mengurangi, dan membagi-Kita sebut PIKIRAN)
    – Jiwa (diekspresikan dalam bentuk menyembah, mengimani – Kita sebut ROH)

    HATI > PIKIRAN
    FISIK > TUBUH
    OTAK > PIKIRAN
    JIWA > ROH

    Nah…teori ini saya ciptakan, ketika saya kuliah di bangku sosiolog sebagai tugas kuliah saya, dan saya tidak punya uang membuat HAK PATENnya. Jika ada yang meniru, biarkanlah mereka meniru, karena ilmu itu untuk dibagikan secara GRATIS (saya bilang gini, karena saya ga punya hak patennya..wakakakak)

    Kembali ke masalahnya,
    Manusia saat lahir, keempat bagian itu terus tumbuh dan bertambah tajam. Nah, bli sebenarnya memasuki masa-masa “tumbuh” dalam hal berpikir, dan menurut saya bukan karena kataloging.

    Mungkin bli ga setuju, tapi saya akan ilustrasikan dengan masalah yang saya alami juga.

    Begini ceritanya:
    Ketika saya umur 18, masih muda, dan “merasa bahagia”, karena hidup manja di dunia. Namun disitulah saya merantau ke Pulau Bali. Setelah memasuki umur 21,22,23,dan 24. Saya merasakan bahwa saya memiliki banyak hambatan dan masalah dalam hidup. Saya sempat merasa bahwa ini karena saya di Bali, saya merasa bahwa Kota ini terlalu jauh budayanya dari budaya saya (Batak) sehingga sulit adaptasinya, dan saya menemukan bahwa penyebabnya adalah karena saya salah tempat merantau.
    Namun karena saya terus “berpikir” dan tidak henti-hentinya untuk menemukan filsafat masalah saya, akhirnya saya menemukan, bahwa ternyata emang itulah “hal umum yang terjadi untuk seorang pria umur 21,22,23,24, bukan karena tempatnya”. Jika saya merantau ke Surabaya, Irian Jaya, Makasar, Kalimantan bahwa ke Amerika sekalipun, maka saya akan tetap mengalami masalah tersebut, karena memang itu wajar saya alami, dan itu juga menunjukkan bahwa saya hidup dan berkembang, dan yang lebih hebat lagi BERUBAH.

    Jadi andaikan Bli jadi Tukang Gaji Parit, atau jadi Artis, bahkan jadi Tukang Ojek (baca=ala cinca lawra), tetap aja akan mengalami sakit “berpikir”. Tinggal bagaimana kita menerimanya, dan mulai mengarahkannya ke pikiran positif. Kurangi “siraman rohani” dari Lucky…wakakakakak

    Sekali lagi…Don’t take it personal, seperti kata Bli, Bullshit pun bisa jadi argumen….wakakakak

    ***
    Aku adalah manusia biasa, tak lebih dari sekedar debu, namun aku juga bisa jadi keramik Cina, yang harganya bisa Miliaran rupiah, Jika seorang Perajin Keramik yang sangat Ahli datang mencariku.
    ***

  6. Buat Jun :
    “Cerita kamu sebenarnya aku ada sedikit pencerahan, tapi belum saatnya”
    Tunggu aja bukuku yang kedua….tahun depan aku terbitin….kamu akan tahu …. Judulnya
    “Filsafat Videografi””

    Wakakakak…sok guru banget sih gw…..Don’t take it personal buddy

    Seperti kataku :

    ***
    Aku adalah manusia biasa, tak lebih dari sekedar debu, namun aku juga bisa jadi keramik Cina, yang harganya bisa Miliaran rupiah, Jika seorang Perajin Keramik yang sangat Ahli datang mencariku.
    ***

  7. Halo bro, wah sangant menarik komentar anda, menjadi bahan renungan. terimakasi komentar nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: