BBM naik,semoga pilihan terbaik.

Serbuan pembeli bahan bakar di setiap SPBU yang saya lalui semakin menjadi-jadi saja. Semalam, beberapa jam sebelum harga BBM dinaikan, antrian panjang dan berjejal di setiap SPBU dan riuh kendaraan polisi yang memantau keadaan tersebut, seakan-akan menggambarkan suasana hajatan massal. Sambil melintas saya mengamati keramaian tersebut, sambil saya tersenyum sendiri karena beberapa kali saya sempat ikut mengantri untuk membeli bahan bakar premium, sama keadaannya seperti yang sedang saya amati, akan tetapi bukan untuk mencari harga lama sebelum harga baru dipakai,melainkan karena sempat terjadi kelangkaan beberapa bulan yang lalu.

Memang dampak kenaikan harga BBM ini mendapat perhatian yang sangat besar oleh semua pihak, terutama kalanganan yang menggunakan bahan bakar premium sebagai bahan bakar untuk kendarannya, dikarenakan harga untuk Premium naik sebesar Rp.1500/ liter dari harga lama Rp.4500/liter menjadi Rp.6000/liter. Kontan saja masyarakat termasuk saya, segera dapat merasakan dampak kenaikan harga BBM tersebut, mulai kelangkaan BBM, dan ada sering ada issue bahwa kenaikan harga tersebut akan segera diikuti oleh kenaikan harga-harga untuk kebutuhan pokok lainnya. Semua kalangan bereaksi akan keadaan tersebut, Mahasiswa, LSM dan ORMAS beserta masyarakat, hampir setiap hari bertumpah ruah kejalan-jalan sambil membentangkan kain spanduk yang berisikan seruan agar BBM tidak dinaikan. Tapi apalah daya, semenjak pukul 00.00 tanggal 24 mei 2008,harga BBM muali dari Premium, Solar dan Minyak tanah sudah dinaikan, yang bila dirata-ratakan kenaikan kira-kira sebesar 28,7%.

Nah, hingga pagi ini (tgl 24/05/08 ) antrian panjang masih saya amati di setiap SPBU, dan beberapa SPBU nampak memasang pengumuman singkat bahwa stock bahan bakar premium mereka habis. Saya pun sempat kelimpungan karena bahan bakar premium di tangki motor saya sudah menipis. Beberapa kali saya sempat berfikir untuk membeli eceran di emperan toko, tapi saya mengurungkan niat ketika melihat kondisi fisik Premium yang dijual, warna nya nya sudah seperti air comberan saja. Syukurlah saya dapat membeli Bahan bakar Pertamax yang seliternya Rp.9000an. Namun banyak juga masyarakat yang mengurungkan niatnya membeli Bahan bakar pertamax karena terlampau mahalnya harga bahan bakar pertamax. Yah, semoga saja keadaan ini tidak berlarut-larut dan sesegera mungkin bahan bakar premium yang langka serta antrian yang panjang dapat diakhiri. Tentu saja harapan kita, semoga saja solusi dari pemerintah menaikan harga BBM merupakan pilihan yang tepat, tentu saja saya, kita dan seluruh masyarakat indonesia akan mendukung segala keputusan yang diambil pemertintah bila itu untuk kepentingan bangsa dan negara.

Advertisements

Posted on 24 May 2008, in Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Saya rasa kita sebagai bangsa yang besar, harus mau berbesar hati menerima keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. Itu mungkin keputusan yang tidak populer di tengah kesulitan ekonomi di negara kita saat ini, tapi saya rasa itu adalah keputusan yang bijak karena kalau BBM disubsidi terus dan angka subsidinya membengkak terus akibat harga minyak dunia yang tidak terkontrol, bisa-bisa negara kita akan bangkrut. Kalau APBN terlalu besar dipakai untuk mensubsidi BBM saja, trus kebutuhan yang lain seperti pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum mau diambilkan dana dari mana..Beginilah jadinya kalau masyarakat kita sudah terbiasa dimanjakan, jadinya baru ada kenaikan harga sedikit saja sudah protes dan protes bahkan unjuk rasa yang ujung-ujungnya berbuat anarkis. Kalau anarkis terus, gimana bisa maju bangsa kita, sedikit-sedikit main rusak,main bakar. Kalau begitu terus, dana yang harusnya bisa dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat semakin sedikit karena dipakai untuk biaya perbaikan infrastuktur yang telah dirusak itu, kan ujung-ujungnya kita juga yang susah, pajak dinaikan lah..dan sebagainya.. Di indonesia sekarang sudah banyak orang pintar,banyak tamatan sarjana(walaupun nganggur), tapi kok malah tambah bodoh saja kelakuan orang-orang Indonesia..saya jadi binggung juga..Dengan adanya kesulitan hidup sekarang ini, seharusnya kita jadi lebih pintar mencarikan solusi, bagaimana caranya agar bisa mendaptkan penghasilan yang lebih layak sehingga kita bisa memenuhi tuntutan harga yang semakin tinggi. Ya mungkin kerjanya yang diperkeras,bukan anarkisnya…Saya yakin kita semua mencintai Indinesia. Marilah kita bersama-sama memajukan bangsa ini dengan jalan Damai,bukan dengan kekerasan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: