Yakinkah kalau kita sesungguhnya “sempurna”?

Semalam saya menyimak acara yang menarik dan memberikan suatu motivasi dalam diri saya bahwa manusia adalah sempurna. Dalam acara tersebut ada dialog antara Anto (nama panggilan) seorang yang cacat fisik sejak lahir, dia tidak memiliki telapak tangan dan kaki sebelah. Saat diwawancarai oleh presenter Andy, anto tampak sangat percaya diri, penuh senyum dan canda tawa, bahkan saya tidak melihat ada rasa minder atau merasa dirinya adalah seorang cacat fisik, bahkan anto menjadi motivator bagi rekan-rekannya di band tempat dia berkreasi.

Itulah dia Anto seorang cacat fisik dengan segala kekurangan fisiknya, namun diantara kekurangan-kekurangan tersebut suara merdu serta semangat hidupnya begitu besar membuat saya kagum bahwa hidup ini perlu untuk disyukuri. Entah dalam keadaan susah,sedih,sakit,bahagia,jatuh cinta,ditinggalkan dan sebagainya, namun kita harus tetap bersyukur kita telah diberikan kesempatan oleh Beliau untuk menghela nafas dan dikatakan sebagai sesuatu yang hidup (manusia).

Nah dalam wawancara tersebut Anto pun mensyukuri bahwa dia hidup dan disekelilingnya banyak orang-orang yang menyayangi dia, terutama ibu nya yang begitu sabar. Satu kalimat yang hingga saya menulis sekarang tetap menggema dalam telinga saya dan terlintas dalam pikiran saya, bahwa dia (Anto) mengatakan dirinya adalah sempurna. Sempurna semacam apa? mari kita renungkan kalimat seorang cacat mengatakan dirinya sempurna.

Advertisements

Posted on 2 May 2008, in KAJIAN, Keyakinan, Pribadi. Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. tidak ada yang sempurna di dunia ini…ada orang yang terlihat sempurna tapi sebenarnya tidak sempurna seperti kita bayangkan…tapi ada orang yang terlihat tidak sempurna, sebenarnya ada kesempurnaan yang lain yang mungkin kita tidak sadari

    Sige said
    Alow Ayu, trims udah mampir.

    Yah semua bermuara pada manusia itu sendiri kalo menurut saya, sebenarnya dalam tulisan ini saya mengajak pembaca melihat ke dirinya sendiri. Ketika kita menyadari ketidaksempurnaan itu maka sempurnalah sudah. Yah itu hanya dalam pengkajian saya Ayu. Semua kembali kemanusianya, sadahkah sesungguhnya kita sebagai manusia adalah makhluk sempurna.

  2. Dia merasa sempurna artinya dia sudah cukup dengan apa yang Allah berikan padanya. Dia tidak perlu lagi ingin menjadi seperti orang lain yang bisa begini-begitu, yang punya ini-punya itu; cukuplah apa yang ada saat ini. Ini adalah sifat zuhud atau menerima dengan lapang dada ap yang Allah berikan padanya, tidak tamak pada apa2 yang menjadi milik orang lain. Subhanallah, saya sendiri masih belum bisa seperti itu…..

    Sige said
    Selamat datang bro..
    Yah saya pun terkaget-kaget melihat acara itu, dia begitu percaya diri dan yakin kalo dia sempurna, padahal kalo kita melihat kondisi fisiknya, mungkin kita akan mengatakan dia tidak sempurna secara fisik. Namun yang terjadi sebaliknya..

    Menyadari kesempurnaan kita adalah salah satu wujud syukur, saya yakin mas yudhi rajin bersyukur..saya yakin..karena wujud syukur yang lain adalah merendah..hehe.tul ga broe??

  3. “Aku menangis karena tidak mempunya sepasang Sepatu Baru…
    Tangisanku berhenti, ketika melihat seseorang yang mempunyai sepatu tapi sangat sedih tidak bisa memakainya, karena dia tidak mempunyai Kaki…”

    Hendaknya jangan menoleh keatas saja karena langit sungguh tidak ada batasnya, coba sekali2 menolehlah kebawah & syukuri apa yg kita miliki saat ini… God Bless Us… πŸ™‚

    Sige said
    Aduh dalem sekali quote nya broe..hik..hik..

    Iya saya sangat se-hati dengan bro admin, aduh senang sekali liat koment yang seperti ini,

    Syukur..semoga kita selalu bisa bersyukur..

    Suksma

  4. Sempurna? itu kata yang memiliki makna yang luas bila dikaji, karena tergantung dari sudut pandang apa yang kita kaji. kadang kita terkecoh oleh kata sempurna sehingga timbul ego kita sehingga kita menjadi tidak sempurna. ya kata di film apa ya “Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong”. Nah lo kok jadi ngelantur?? πŸ™‚ . hmmmm……….mmm jadi bingung nih.. he…

    Sige said
    “Kosong adalah berisi, berisi adalah kosong”

    itu quote dari biksu tong samcong di kera sakti.

    Tidak meleset yang kakang Dewa koment, namun perlu diingat darimana pun kita mengkaji jangan pernah lupa asal muasal kata kaji itu, kaji berasal dari kata tekaning siji, berasal dari yang satu, dan bermuara pada yang satu.

    Mengenai apa dan bagaimana yang satu itu, mungkin akan lebih asik kita ngobrol di rumah kakang Dewa, sambil reflexy trus sambil makan rujak, and nge drink secukup nya..loh ko..hehe..ditunggu info nya..

  5. πŸ™‚ OK nur atur aja waktunya.jumat piye? he.. udah lama gak pijat refleksi nih… sambil mengkaji sesuatu, yang jelas gak mengkaji yang xxx ya .. haaaaa….

    Sige said
    Sip kakang Dewa..sama ane juga lama gag di reflexy, ngereflexy terus…
    Iya semoga gag ada halangan hari jumat yah..
    Siapin aja semuanya kang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: