Dijamin ada manfaatnya.

 Fiuh akhirnya menulis lagi, benar-benar minggu yang sibuk. Semenjak  beberapa minggu ini bahkan sudah  hampir sebulan kegiatan tulis menulis saya pending, kalau pun sempat menulis tapi selalu tertunda untuk di publish, tapi tidak kali ini. Oh iya saya punya pengalaman menarik ney, pengalaman saya ini mengenai kesehatan. Dan ada beberapa tips yang mungkin bisa diterapkan bila dianggap baik.  

Begini ceritanya. Ternyata perubahan pola hidup membawa dampak yang teramat sangat besar bagi kesehatan. Sederhana saja, setahun yang lalu saya masih di sibukkan dengan kegiatan kampus, mulai dari TA, kesibukan di UKM hingga kerja sampingan seperti jual kaos, pulsa dan mengajar. Sekarang kegiatan saya sehari-hari hanya duduk di depan komputer dengan prosentase 99,9% berfikir. Aduh saya menjadi ngeri kepala saya jadi botak (seperti boss saya, hehe.), semoga saja tidak. Nah ternyata baru saya sadari bahwa saya punya permasalah yang cukup tidak mengenakkan dengan kondisi badan ketika saya mulai terjun ke dunia kerja. Mulai dari BAB tidak lancar, kemudian mengatuk habis-habisan, panas dalam, konstipasi hingga hampir-hampir kena wasir/ambeyen. Aduh ngeri banget, ko semua penyakit pada keluar yah?

Nah ini lah akibat berubah nya pola hidup tadi. Saya tidak mengatakan pola hidup saya setelah bekerja menjadi kurang baik, hanya saja saya kurang memperhatikan dampak-dampak kecil yang mulai timbul dari perubahan tadi, saya baru menyadari setelah dampak-dampak perubahan tersebut mengendap dan muncul sebagai penyakit. Dan saya pun tidak menyadiri ada beberapa kebiasaan saat kuliah saya yang tidak bisa saya hentikan ketika saat saat saya bekerja yaitu bergadang. 

Hal pertama yang saya alami ketika saat bekerja dari awal mulai bekerja hingga saat ini adalah “mengantuk”. Kalau sudah jam 10.00 atau jam 14.30 WITA mengantuk pasti mulai menyerang, bahkan saya pernah menulis mengenai hal ini. Sampai saat ini saya masih belum menemukan cara efektif menghilangkan rasa mengantuk itu. Disamping bulu hidung, tetaplah minum kopi dan merokok menjadi salah satu pilihan utama untuk mengilangkan rasa ngantuk itu. 

Ternyata suatu ungkapan yang sering saya dengar bahwa sengsara membawa nikmat atau berakit-berakit dahulu kemudian bersenang-senang kemudian,tidak berlaku bagi saya, yang berlaku bagi saya adalah nikmat membawa sengsara dan bersenang-senang dahulu kemudian sakit belakangan. Bagaimana tidak, tanda-tanda penyakit lain mulai muncul, setelah merasakan hampir setiap hari nikmatnya susu cokelat di tempat bekerja, beberapa bulan akhir ini baru saya rasakan sengsaranya nikmat tersebut. Panas dalam, perut kembung, BAB tidak lancar dan sariawan. 

 Hampir setiap hari ada saja keluhan saya, tapi syukurlah karena saya lumayan rajin mencari info-info tentang kesehatan di internet, akhirnya saya menemukan jawaban untuk keluhan-keluhan saya belakangan ini. Dan ternyata obat itu sangat sering saya jumpai kalau mampir ke tempat jual es buah. Obat tersebut adalah pepaya, rasa manis dengan daging buah berwarna kuning kemerahan, hmm enak sekali kalo disantap pada saat buah pepaya tersebut masak di pohon. Tapi waktu paling tepat untuk makan buah pepaya adalah saat sebelum tidur. Bisa dengan di blender/dibuat jus atau dimakan langsung dan tunggu saja pasti efeknya akan segera terasa. Dari makan buah pepaya khasiat yang sudah saya dapatkan sangatlah berati bagi saya, yang paling saya rasakan adalah pencerrnaan terasa lebih sempurna dengan tambahan pepaya sebelum tidur, rutinitas saat di kamar mandi semakin lancar, dan namanya panas dalam,bibir pecah-pecah sudah tinggal masa lalu. Syukurlah ada buah yang memberi manfaat yang begitu besar.

Bagi teman-teman yang sempat membaca tulisan ini, cobalah makan buah pepaya sebelum tidur dengan dosis terserah semampunya, saya berani menjamin, bahwa besok hari sudah dapat dirasakan manfaatnya. 

Advertisements

Posted on 29 March 2008, in KESEHATAN, Umum. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Di sini suah nyarinya Bli. kalo dirumahku di kampun banyak..wakaka….

    Sige said
    Hehe, alow jun.
    Ah gag juga, di pasar masih banyak kok. cuman gitu dah, buah musiman. Musim nya ada, jumlahnya melimpah. Musim nya gag ada, eh susah benget nyarinya.
    TNx jun komentnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: