KEBETULAN yang RASIONAL dengan MENGAPA dan BAGAIMANA?

Apa kebetulan itu menurut saya?

Bila saya dihadapkan pada sesuatu yang tidak dapat saya nalar mengapa itu bisa terjadi, sangat sering saya menggumam dan mengatakan ini adalah suatu  kebetulan. Sering juga saya mengalami suatu kejadian yang sudah saya rencanakan dengan matang, masih berjumpa dengan kata yang saya sebut kebetulan. Kalau saya artikan bahwa kebetulan adalah sesuatu yang menjadikan keadaan benar terjadi. Kebetulan selalu terjadi ketika suatu keadaan telah terjadi, apakah keadaan tersebut tidak terencana sebelumnya atau sesuatu keadaan yang terencana sebelumnya namun ketika proses untuk menjadikan keadaan tersebut terjadi, ada suatu keadaan lain yang terjadi dimana keaadaan tersebut sama sekali tidak terkait dalam perencaan sebelumnya. Jadi kebetulan adalah sesuatu keadaan dimana saya tidak mampu menalar terjadinya sesuat keadaan yang benar-benar sudah terjadi, sehingga untuk mempersingkat beban otak memikirkan mengapa suatu keadaan benar-benar terjadi maka saya ungkapkan sebagai suatu kebetulan. Kebetulan adalah rasional.

Apakah suatu kebetulan adalah rasional?

Sebelum saya menjawab apakah iya atau tidak, saya akan definisikan kata rasional menurut pemahaman saya. Rasional adalah sesuatu yang saya yakini adalah benar setelah melalui proses yang namanya berfikir, dimana ciri khas proses berfikir adalah dua pertanyaan yang menurut saya sangat pokok, yakni mengapa dan bagaimana. Sehingga kebetulan adalah rasional menurut saya, karena setiap  keadaan yang pada akhirnya bermuara pada suatu kebetulan pastilah melalui proses berfikir mengapa dan bagaimana suatu kebetulan bisa terjadi, terlepas dari adakah jawaban-jawaban dari pertanyaan saya yang timbul pada proses berfikir tadi. 

Kebetulan adalah bukan suatu kebodohan.

Bila ternyata pada saat proses berfikir untuk mencari jawaban-jawaban mengapa dan bagaimana suatu kebetulan terjadi,dan tidak menjumpai suatu jawaban, maka ini bukanlah adalah suatu kegagalan dalam berfikir dan mengatakan itu suatu kebodohan. Mengapa bukan suatu kebodohan? Karena suatu kebetulan saya katakan suatu kebodohan, bila ternyata tidak ada proses berfikir dalam mencari jawaban-jawaban mengapa dan bagaimana. Sehingga kebetulan bukanlah suatu kebodohan, karena tidak semua kebetulan memiliki jawaban mengapa dan bagaimana suatu kebetulan terjadi. 

Saya rasa setiap orang pernah mengalami kebetulan dalam hidupnya, karena tak seorang pun di dunia ini memiliki semua jawaban-jawaban yang mengapa dan bagaimana suatu kejadian bisa terjadi. Sehingga kata kebetulan adalah kata yang sangat tepat untuk mengungkapkan bahwa ada sesuatu yang tak terpikirkan membuat suatu keadaan, sehingga mengakibatkan timbul pertanyaan mengapa dan bagaimana

 

Advertisements

Posted on 22 March 2008, in KAJIAN, Keyakinan, Sosial, Umum. Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Menurut saya, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini, karena semua yang ada dan terjadi adalah atas rencana dan kehendakNYa. Karena semuanya masih menjadi rahasiaNYa, sehingga terkadang kita merasa telah mengalami sesuatu yang kebetulan. Dan saat ini juga kebetulan lagi ada mood nulis, makanya isi Coment sedikit, walaupun kebetulan agak ngawur,hehehehe….
    Kajian yang menarik..

  2. “Jadi kebetulan adalah sesuatu keadaan dimana saya tidak mampu menalar terjadinya sesuat keadaan yang benar-benar sudah terjadi, sehingga untuk mempersingkat beban otak memikirkan mengapa suatu keadaan benar-benar terjadi maka saya ungkapkan sebagai suatu kebetulan” ini adalah salah satu bentuk kekurangan dari sekian kesempurnaan manusia. Saya yakin anda adalah orang yang sempurna. Dan bila semua adalah kehendankNYa, maka pertanyaan sederhana, siapakah AKU?

  3. AKU adalah bagian kecil dariNYA, bahkan sangat kecil dimana kita memiliki sebagian sifat2NYA dan juga memiliki sifat dari tempat dimana AKU itu berada. Besar kecilnya pengaruh kedua sifat tadi ditentukan oleh AKU itu sendiri, seberapa besar AKU dapat memahami dan melaksanakan tuntunannNYA.

  4. i wayan kurniawan

    Kebetulan adalah ketika saat kita menyadari adanya kesempatan, itu mungkin arti kebetulan bagi saya. Sementara menurut saudara Nurhadi bagi saya adalah justru keberuntungan (bukan kebetulan) dimana salah satunya adalah keberuntungan dengan perhitungan, satunya adalah keberuntungan belaka

    Lalu dimana bedanya? sebelumnya kita kupas tentang kebetulan, seandainya kita tiba2 menemukan uang bagi anda apakah itu suatu kebetulan ataukah keberuntungan? dan bila saat anda berada di suatu tempat, dan anda melihat rival anda…katakanlah terjatuh, apakah itu suatu kebetulan atau keberuntungan?

    Jangan kita terlalu jauh membicarakan AKU, bila anda sendiri masih lebih sering menatap cermin dibandingkan melihat hati kecil anda.

    Bagi saya keberuntungan adalah dimana suatu rencana bertemu dengan kesempatan atau suatu saat dimana keinginan bertemu dengan kesempatan, dan kebetulan bagi saya ketka anda menyadari adanya kesempatan tersebut.

    Kebetulan tidaklah selau berkaitan dengan keberuntungan tapi bisa juga dg kesialan, namun dengan adanya kebetulan sebenarnya waktunya anda untuk memilih apakah anda akan mengambil uang itu untuk anda sendiri ato anda membiarkanya bagi orang lain yang lebih membutuhkan? Karena itupun juga akan menjadi kebetulan bagi orang lain hehehe

  5. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas komentnya bli, sedikit akan saya tambahkan.

    “Sementara menurut saudara Nurhadi bagi saya adalah justru keberuntungan (bukan kebetulan) dimana salah satunya adalah keberuntungan dengan perhitungan, satunya adalah keberuntungan belaka”
    :Menurut saya bli, kebetulan adalah sesuatu keadaan dimana saya tidak mampu menalar terjadinya sesuat keadaan yang benar-benar sudah terjadi. Persis seperti yang saya tulis diatas.

    “Lalu dimana bedanya?”
    :sangat sederhana bli, kalo analogi “menemukan uang” yang dipakai untuk membedakan antara “kebetulan” dan ‘keberuntungan”, kebetulan tentunya tidak selalu baik atau menyenangkan namun bisa saja menyedihkan atau buruk tergantung bagaimana kita menyingkapi “kebetulan” tersebut, namun beda halnya dengan “keberuntungan”, keberuntungan berasal dari kata untung dan sudah pasti yang namanya untung menyenangkan.

    “Jangan kita terlalu jauh membicarakan AKU, bila anda sendiri masih lebih sering menatap cermin dibandingkan melihat hati kecil anda”
    :Mungkin akan banyak sekali pertanyaan dan sanggahan mengenai AKU yang saya maksud, namun saya rasa itu fair selama ini merupakan suatu tahapan/proses pembelajaran bli. Saya ingin bertanya kepada bli yang sudah lebih dahulu dan mungkin lebih mengerti, CERMIN yang mana maksud bli, apakah perilaku saya (manusia) yang bli maksudkan? hati kecil anda? anda ini siapa? saya (nurhadi)? atau bagaimana? sangat menarik.

    Selebihnya komentar bli sangat menarik sebagai bahan pengkajian. terima kasih.

  6. gini Nur, “menatap cermin”, pernah kan melakukan hal tersebut? pasti dong klo ngga artinya Nur ga pernah sisiran dong wakaka…, jadi jangan terlalu dalam mengartikan suatu kalimat.

    dan “hati kecil” maksud saya adalah mmm… pernahkan Nur merasa senang setelah melakukan sesuatu yang Nur rasa itu baik atau juga sebaliknya merasa bersalah meski Nur melakukannya dengan alasan logika yang benar?

    hanya itu pengertian saya, selebihnya tentang “siapa saya?” hohoho… itu pertanyaan gampang yang jawabannya sangat dalam. Jadi biarkan orang lain menyatakan pemikirannya tentang AKU atau keAKUannya, dan kita lebih baik memperdalam refleksi, syukur2 bisa ngambil sampe akupuntur wakakaka… AMINNNN

    Sige said
    Mohon maaf kalo menyimak kalimat sedikit berlebihan, tapi begitulah bli, saya melihat sesuatu yang disampaikan orang dari 2 sisi, sisi ruwet dan sisi sederhana (seperti yang bli maksudkan).

    Oh begitu Bli yah, jadi nambah wawasan ney.

    Ohe setuju, mari perdalam ilmu reflexi yang kita punya.

  7. orang yang menganut paham materialisme…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: