Pilih mana 3x sehari atau 1x seminggu?

Dalam melakukan aktifitas keseharian terkadang kita lupa untuk menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani, sehingga buntut-buntutnya adalah sakit. Sakit pun beragam banget jenisnya, mulai dari yang ringan sehingga membutuhkan biaya yang ringan pula, hingga yang berat sehingga membutuhkan biaya yang berat pula (berat dikantong. Red). Sehingga di jaman yang serba maju dan modern seperti sekarang ini, sangat banyak kita jumpai dan bahkan kita sendiri pun melakukan nya baik disadari atau tidak, kita melakukan usaha-usaha untuk menjaga kondisi kita tetap sehat.

Salah satu nya yang saya rasakan sendiri.
Setelah saya amati pada diri saya, pada saat hari libur kantor ternyata ucapan selamat pagi saya peruntukan untuk gunting tanaman warna hitam, yang di beli bapak beberapa bulan yang lalu. Berkebun mungkin lebih pasnya merias tanaman ternyata sangat sangat menyenangkan lho. Pagi-pagi saat matahari masih hangat, sambil mulai menuangkan rasa seni pada setiap potongan daun, batang tanaman, terkadang kita saking asiknya, layaknya seniman (hehe..lambe mu cuk. Red) patung ataupun lukisan, kita seakan-akan lupa akan aktifitas keseharian yang biasa kita lakukan. Nah mungkin saat melakukan aktifitas berkebun ini kita me reset atau pun meng kalibrasi otak kita yang selalu dibebani dengan segala hal dalam aktifitas kita sehari-hari. Dan saya rasa pada saat melakukan aktifitas ini kita mulai menyeimbangkan jasmani dan rohani kita. Mengapa saya katakan seperti itu? Ini dikarenakan antara jasmani dan rohani kita aktif  melakukan suatu aktifitas secara bersaamaan,dan ini sangat menyenangkan. Sehingga mungkin saja aktifitas berkebun bisa dijadikan alternatif untuk menjaga kesehatan, atau mungkin juga bila Pak Dokter memberikan resep baru.

Sebagai contoh kalo obat seperti pil dan sirup biasanya ditulis “diminum 3x sehari”, kalo resep berkebun ditulis  “dilakukan 1x seminggu”.  Hayo pilih mana?

Advertisements

Posted on 10 January 2008, in Umum. Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. buat jaga kesehatan:
    jangan merokok 😀

  2. wah kalo ndak merokok,bisa menimbulkan banyak pengangguran pur, gapapa lah 2 batang sehari,demi duluran kita yang bekerja di pabrik rokok.huahua 😀

  3. rokot “dapat” (dapat minta, dapat nyomot dlll) menimbulkan penyakit, laa ngga ada rokok “beli” jadi aman dong???

    Sige said
    wakakakaa….mentoelll bli….bagi saya rokok seperlunya aja…ngemeng-ngemeng saya hampir berantem ama anak kantor masalah rokok, masak merokok di bilang Goblog n bakar-bakar kertas..wah kalo gag inget-inget itu orang kantor trus orang bali juga.. sudah saya tonjok aja..tapi saya warning dia…wekeke…rokok itu hidup loh…wakaka…jadi sapa yang ngotak atik rokok saya berati ngotak atik hidup saya..wahhh..jadi gag jelas ney….tnx broer..

  4. Ada 3 tipe Perokok :
    – Tipe A : bawa Rokok & bawa Korek
    – Tipe B : bawa Rokok tapi gak bawa Korek
    – Tipe C : bawa Korek tapi gak bawa Rokok
    – Tipe D : TIDAK BAWA APA2, Alias minta rokok melulu…

    Anda pasti tau Tipe anda yg mana… ?!

    Sige said
    Ane aseli tipe A, kadang-kadang tipe B dan hampir ga pernah tipe C dan D..wekeke..
    semprull..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: