Belajar mendiagnosa hardware

Suatu ketika saya diminta datang ke subuah Villa di daerah Petitenget, tempat kakak nya pacar saya bekerja. Ini bukan terkait masalah booking villa dan yang terkait dengan itu, tapi saya disuruh mampir kesana untuk memeriksa salah satu PC kantor yang dari tadi pagi sudah restart kemudian mati dan tidak sempat masuk ke OS. Sebelum berangkat saya sempat berfikir, apa yang hendak saya lakukan disana? wong saya memperbaiki komputer saya saja masih ngos-ngosan,hehe. Kemudian saya coba pilah-pilah dan diagnosa secara umum, memang konyol sekali mendiagnosa tanpa melihat objeknya. Tapi ini suatu cara yang coba saya lakukan agar siap ketika melihat kondisi PC tersebut. Beberapa diagnosa yang coba saya susun dalam otak saya dengan dengan keluhan, restart sediri kemudian mati dan kalau di nyalain terus restart dan mati lagi,hmmm. Kalau restart sendiri itu banyak banget penyebabnya,bisa ke software bisa juga ke hardware. Kalo ke software pastinya sempat masuk ke OS baru kemudian restart, tapi ini kasusnya berbeda, restart dulu baru kemudian mati,begitu seterusnya. Setelah saya timbang-timbang walaupun tidak 100% yakin, tapi saya menyimpulkan ini ada yang tidak beres dengan Hardware. Nah lo, kalau memang hardwarenya, hardware yang mana? Saya putar otak lagi,kira-kira apa yang tertait dengan restart kemudian mati. Eng ing eng, oh iya, listrik. Terbesit di otak saya ini ada trouble dengan pasokan listrik ke PC spesifiknya ke MotherBoard. kesimpulan pertama yang saya buat adalah ada masalah di hardware yang terkait dengan kelistrikan.
Sehingga tersangka Utama adalah Stabilzer, power supply dan komponen kelistrikan di board tersebut. Diagnosa ini menjadi sedikit efektif karena, diagnosa hardware sangat susah sekali bagi saya yang masih bau kencur,hehe. Akhirnya saya mempunyai diagnosa awal untuk siap bertemu dengan si pasien. Dan setibanya disana saya langsung dihadapkan dengan si pasien. kemudian saya terapkan dari pa yang saya diagnosa sebelumnya, mulai dari stabilizer dan PSu yang coba saya tukar pasang dari PC yang tidak rusak ternyata OK alias tidak ada masalah. Nah lo, harapan saya semula bawasannya salah satu dari dua komponen tadi yang bermasalah dan bila itu benar akan mudah untuk menggantinya karena tidak ada hubungannya dengan perangkat lunak di dalam PC tersebut. Dan berat hati saya mengatakan bawasannya Motherboard lah yang bermasalah. Kemudian PC tersebut saya bawa kerumah untuk saya periksa secara teliti. Sesampainya di rumah saya mencoba menyalakan,ternyata bisa,walah.Terus apa nya dong yang bermasalah? Fiuh.Tapi setelah saya matikan kemudian dinyalain lagi, ternyata kambuh lagi penyakitnya. Karena saya juga tidak terlalu paham betul mengenai board, akhirnya saya putuskan membawa ke spesialist hardware. Saya pun sedikit ragu, karena takut di kibuli. Yah, wajar lah ada ketakutan sedikit, karena saya tidak tau menau mengenai board.hehe. Karena jarang banget tukang service mau memperbaiki, maunya gampang saja yaitu mengganti. Ketimbang saya tambah pusing memikirkannya, saya suruh saja membersihkan boardnya itu pun dengan sedikit pemaksaan,hehe.Karena tukang service nya sudah berniat mengganti saja. Setelah sehari menginap disana akhirnya selesai, dan ternyata bisa. Ternyata hanya dibersihkan saja boardnya karena berdebu. Dan akhirnya PC itu normal seperti sediakala, walaupun si tukang service tetap bersikukuh kalo kerusakan ada keterkaitannya dengan harddisk dan saya harus membayar membayar biaya yang tidak perlu seharusnya.

Sekian terima kasih.

Advertisements

Posted on 27 November 2007, in Komputer. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. waahhh…. hebat bli, emang sih sekali2 kita harus brani ambil resiko untuk sesuatu yang baru, selain dapet pengalaman baru, sukur2 juga dapet “fulus”nya hehehehehe….

  2. hebat bli…. kadang kita harus brani ambil resiko dan belajar untuk suatu pengalaman yang baru. Dari situ bli akan dapat pengalaman yang berharga (ciee… comment nya yak orang tua aj nih hehehe….). Syukur2 selain dapat pengalaman juga dapat “fulus”nya hehehehe…. 🙂

  3. wah kayak diagnosa penyakit aja.. klo..komputer saya gak saat ini gak bisa dipakai main game yang berat.layarny jug aagak kecil solusinya aoa?

  4. Mungkin VGA anda tidak suport, perlu VGA spek besar untk game jaman sekarang (lihat berapa memori VGA anda), makannnya sebelum membeli komp. harus dipikirkan komputer itu mau dibuat apa? apa untk keperluan ngetik? membuat program? multimedia / grafis? atau untk game? Kalau untuk multimedia / game VGAnya jangan pakai yg Onboard tp pakai slot yg terpisah (VGA yg tangguh misal Ati Radeon, G-Force minimal memori 256 saat ini).

    Disamping VGA juga harus diperhitungkan RAM (Random Acces Memory)nya harus besar & didukung Kekuatan Processor harus handal juga baru Game bisa enak kita nikmati…

  5. @ Dewa Ajus
    : Noh denger saran saudara Admin stdharmakerti, ojo grasa-grusu beli komputer..wakakaaka..

    @Admin
    : Mantab penjelasannya, nambah wawasan banget.

  6. kalo mo gampang pake ecc card ( error correction card) biasanyanya diatncepin ke slot pci ini card bisa detect kerusakan hardware dengan melihatnya pada angka muncul di card tersebut jadi anada tidak perlu bawa hardware cadangan banyak-banyak minimal enggak berat beratin tas deh

    Sige said
    Saya kan bukan teknisi, mane ketehe ada alat begituan, yah namanya di mintain tolong yang berangkat,gitu aja.
    Coba ane googling dulu apa itu ecc card.hehe maklum katrok..tnx udah berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: