Ngaturin Ayah

Beberapa hari di bulan ini saya menjumpai banyak pengalaman-pengalaman baru dalam hidup saya. Kalau saya perhatikan lagi, dibilang baru-baru amat juga tidak, mengapa demikian? karena terkadang pengalaman itu terlewat begitu saja, tekadang makna serta pembelajaran dari pengalaman tersebut seakan terlupakan dan ketika itu disadari, maka seakan-akan kita menjumpai
sesuatu yang tidak pernah kita alami sebelumnya. Contoh sederhana seperti yang saya alami hari sabtu malam/malam minggu pada saat upacara piodalan di Banjar.

Saya sering sekali mendengar dan melihat orang-orang melakukan yang namanya “ngaturin ayah”. Saya sangat familiar dengan kata tersebut, hanya saja pengaplikasiannya yang seperti apa dan rasa nya seperti apa belum pernah secara murni saya rasakan. Mengapa ada kata secara murni? ini saya maksudkan dalam saya melakukan itu memang inisiatif dari dalam diri saya sendiri. Dalam proses tersebut saya mengamati secara visual suasana serta keadaan orang-orang yang ngaturin ayah di Pura sangat berbeda, ada semacam gambaran nyata betapa rasa iklas dalam mengabdi kepada Tuhan/Hyang Widhi bernar-benar berwujud.

Dan rasa itu yang saya rasakan pula. Dan ternyata benar yang dikatakan oleh seorang bijak, bawasannya “kau tidak akan pernah tau, sebelum kau merasakannya sendiri” sederhana nya untuk mengetahui rasa apel itu, tidak akan pernah cukup hanya dengan membicarakan dan menggambarkannya saja, harus kau rasakan manisnya apel untuk mengatakan seperti apa manis itu. Dan seperti itu pula yang saya rasakan. Dan ini merupakan pembuktian dalam diri saya, ternyata jalan “karma yoga” adalah benar adanya, dan perwujudan dari karma yoga banyak sekali, salah satu diantaranya adalah “ngaturin ayah”.

terima kasih.

Advertisements

Posted on 26 November 2007, in Sosial. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. sige mw tanya ……
    mekidung or mekekawin dipura pas ada upacara agama termasuk ngaturin ayah jg kan????

    n bisa kasi tw lebih banyak g tentang makna karma yoga………………..

  2. Bener banget yang geq tanya kemudian jawab, kalau memaknai sesuatu harus melalui pengalaman geq (itu menurut saya), seperti pengalaman yang saya tulis diatas, sehingga makna yang muncul akan sangat bervariasi untuk setiap orang, namun kalau geq mau mengerti tetang makna tersurat “karma yoga”, geq bisa membaca Bhagawadgita bab. 3, yang mana dalam bab ini memuat tentang ajaran “karma yoga”. Nanti kita share deh.

  3. tq yah………
    tar tak pinjem bagawad gitanya adekku dah…….

    bab 3 yah???oke deh……..
    kyknya perlu blajar banyak ney……
    biar tambah sregggg……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: