Energi cinta dan kasih sayang yang menyembuhkan.Bag.1

Pengalaman ini saya alami ketika ibu saya mengalami sakit maag yang bisa dibilang kronis. Saya sangat mengkhawatirkan keadaan ibu, bagaimana tidak beliau yang menimang-nimang saya dari orok hingga saya bisa merangkap, beliau yang rela menyusui ketika sedang haus pada saat saya masih bayi. Tulisan ini saya buat untuk ibu yang sangat saya sayangi.

Malam itu saya masih disibukkan dengan komputer saya, biasalah kalau tidak menonton film berati main game, begitulah kegiatan yang saya lakukan ketika malam hari di rumah. Saat itu ibu juga terbangun, mungkin karena haus atau hendak ke belakang, pikir saya saat itu. Setelah saya tengok ibu sedang mengambil air buat adik saya yang masih kecil. Lucu juga, selisih umur saya dengan adik laki saya yang paling bontot hampir 15 tahun,hehe, lumayan jauh juga. Kemudian saya kebelakang dan ibu masih duduk-duduk di teras depan, saya tanya ibu kenapa belum tidur, katanya udara agak panas malam itu. Jadi sempat saya temanin ibu ngobrol ngalur ngidul sampai jam 1.30 pagi. Kalau saya inget-inget, ibu memang suka kalau curhat sama saya, dari dulu sampai sekarang, apakah itu berkaitan dengan rutinitas sehari-hari di rumah, terus masalah-masalah keluarga maupun masalah di banjar, karena bapak kebetulan sebagai kelihan adat di banjar, maka ibu juga kecipratan kena sibuknya. Nah begitulah, karena waktu sudah semakin larut maka saya putuskan ibu untuk istirahat, maklum ibu rentan sekali kena flu,masuk angin dan penyakit ringan-ringan lainya kalau ada perubahan suhu maupun salah makan. Saya pun kembali dengan kesibukan saya,dan karena sudah hampir jam 3 pagi, saya memutuskan untuk istirahat juga.

Keesokan harinya saya dibangunkan oleh adik saya yang perempuan, katany ibu sakit terus manggil-manggil saya. Nah lo, saya kaget juga padahal semalam saya ajak ngobrol tidak menunjukkan ibu sakit. Kemudian saya bergegas menengok ibu di kamar, dan saya melihat ibu keadaannya sangat mengkhawatirkan, seperti kram perut. Saat itu saya melihat ibu panik sekali sambil menangis menahan rasa sakit yang dialaminya. Saya pun coba menenangkan diri saya dulu kemudian menenangkan ibu yang sangat putus asa menghadapi rasa sakit yang benar-benar sakit dirasakannya. Akhirnya ibu bisa tenang, saya menyarankan ibu untuk pasrah menghadapi sakit yang di deritanya,karena sakit sesungguhnya bukan cobaan maupun ujian tapi sebagai anugerah kepada kita, bawasannya kita harus lebih hati-hati dalam merawat diri. Karena saya masih baru-baru nya kerja kantoran, jadi saya memutuskan untuk ke kantor karena melihat kondisi ibu sudah semakin baik. Ternyata siang harinya sakit nya ibu kambuh lagi, dan bapak memutuskan membawa ibu kerumah sakit. Saya sangat sedih tidak bisa ikut mrnghantarkan ibu kerumah sakit dan saya baru melihat ibu setelah pulang kantor di rumah sakit.

Beberapa hari ibu berada di rumah sakit, sanak keluarga datang menjenguk ibu, dan juga beberapa kawan saya ikut menjenguk,saya sangat berterima kasih pada mereka semua. Mungkin ini suatu pengalaman hidup yang sangat berati buat saya, karena saat itulah saya benar-benar bisa mewujudkan rasa sayang saya kepada ibu. Mulai dari makan saya suapin ibu, ke kamar mandi saya papah ibu, saya bangun semangatnya, karena ibu sangat terpukul dengan harus ada di rumah sakit. Tapi itu lah watak ibu, selalu saja merasa takut merepotkan orang lain.

selanjutnya bersambung..

Advertisements

Posted on 26 November 2007, in Pribadi. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. sige yang tabah ya…….
    maag emang g bs sembuh…sewaktu2 emang bs kambuh…..cuma bs ditempur pk makan& minum teratur n istirahat yang banyak…..n pola pikir yang sehat,cos pikiran bs mempengaruhi pola makan n istirahat………….sering2 aja luangin waktu or sekedar ajak refreshing sang mama…………..

    ibunya sige…..moga cepet semuh ya……

  2. wah makasi yah doanya,ibu dah sembuh ko trus makanan juga da terkontrol (tambah ndut sekarang ibu.hehe), dan memang bener sekali sih pikiran sangat berpengaruh, yah maklum ibu rumah tangga. Btw terima kasih banget koment nya. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: