Komputer Jadul I love u

Untuk bisa menjadi seorang teknisi komputer yang handal, khusus untuk perawatan komputer pribadi milik kita tidaklah di perlukan pendidikan yang tinggi di bidang satu ini hanya saja dibutuhkan sedikit kemauan untuk mencari segala informasi dan sedikit kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Ini menjadi sangat beralasan dengan semakin mudah nya kita bisa mendapat informasi tentang spesifikasi untuk sebuah unit komputer di internet, ini berati semakin besar pula kesempatan kita untuk belajar. Sederhana saja suatu saat tiba-tiba komputer kita terkena virus, ataupun masalah hardware yang bener-bener jelimet akan membuat kita bingung dan yang pastinya peluang pengeluaran dana yang tak terduga pun semakin besar. Sehingga pada tulisan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman selama saya memiliki sebuah warisan komputer buntut yang sampai saat ini masih bisa bernafas dengan baik.
Spesifikasi komputer saya adalah Pentium 4, 2.4GHz dengan socket Motherboard Intel 478, DDR 256Mb, VGA gigabyte 128Mb, Hard Disk serial ATA seagate 20Gb,PSU nipon/bawaan casing. Komputer ini sudah menjadi penunggu di kamar saya sudah hampir 5 tahun.
Kerusakan-kerusakan yang sudah dialami komputer buntut saya, pertengahan tahun 2004 VGA card nvidia 128 Mb gosong kebakar, di indikasi kan dari gambar dan warna yang sangat kacau pada layar monitor. Dan pada saat itu solusi saya adalah mengganti VGA card nya, karena memang dari informasi yang saya dengar saat itu VGA card yang terbakar karena supply listrik yang tidak bagus tidak bisa di perbaiki dan saya menggati dengan yang baru dibarengi dengan mengganti power regulator dengan yang automatic. Tapi kejadian yang sama terulang lagi pada akhir awal tahun 2006 lalu dan saya harus mengganti lagi dengan yang baru/Gigabyte Radeon 128 MB.
Kemudian bulan kemarin muncul lagi tanda-tanda komputer saya rusaknya tambah parah. Adapun indikasi nya sangat sering terjadi Blue screen saat menjalankan aplikasi, Restrat sendiri, dan bahakan terkadang setelah restart dari system layar monitor langsung mati total. Saya pun spontan bingung dan mau bertanya hendak bertanya kemana, akhirnya saya putuskan untuk mencoba memperbaiki sendiri.
Diagnosa saya pertama kali semua kasus yang terjadi disebabkan oleh hardware bukan software, sebab setelah saya cek dengan antivirus ternyata tidak ditemukan indikasi infesi dari serangan virus kemudian permasalah pertama yang harus saya selesaikan adalah mendiagnosa mengapa layar mati total setelah restart dari sistem. Setelah saya telusuri ternyata slot VGA nya kurang bagus yang sebelumnya selalu menggagalkan proses instalasi OS yang saya lakukan, bagaimana tidak,setiap restart musti layar monitor mati.
Kemudian permasalahan selanjutnya adalah komputer saya terkadang blue screen, dari segala referensi yang saya dapat bahwa blue screen sangat dimungkinkan terjadi karena kerusakan memori secara fisik yang disebabkan oleh kurang bagus nya suply listrik. Sehingga saya pun memutuskan mengganti Ram DDR1 256MB PC 2300 dengan RAM DDR1 512Mb. Dan untuk bisa mengganti memori atau pun hendak mengupgrade yang harus diperhatikan adalah spesifikasi motherboard nya, apakah motherboardnya suport SDRAM/DDR1/DDR2 ini bena-benar harus diperhatikan. Informasi ini dapat diperoleh dari manufature motherboard bersangkutan.
Setelah saya mencoba menginstal ulang OS ternyata proses instalasi selalu gagal dengan pesan yang keluar “disk write occurred error” kurang lebih seperti itu. Satu hal di benak saya, yang bermasalah adalah Hard Disk. Pengecekan terhadap hardisk pun saya lakukan, dengan menjadikan hardisk tersebut pada posisi secondary pada komputer yang lain. Hasilnya semua data kebaca pada kompeter yang lain. Saya pun menyimpulkan hardisklah yang bermasalah mungkin ada bad sector,namun dengan kondisi masih bisa terbaca sebagai secondary hardisk. Saya pun berencana dan membeli sebuah hardisk seagate 80Gb dengan pertimbangan sekaligus saya upgrade ke kapasitas yang lebih besar. Akan tetapi setelah saya coba ternyata juga keluar perintah yang sama, dan saya berlogika tidak mungkinlah hardisk baru beli langsung rusak. Tapi saya membantah logika yang sudah saya buat dengan memvonis hardisk rusak dan mengganti dengan yang baru lagi. Ternyata apa mau dikata, kasus yang sama pun muncul lagi. Cuma satu hal di yang ada di benak saya saat itu, yakni kerugian yang sia-sia. Hampir 2 minggu saya berkutat dalam forum komputer dan mencoba mencari solusi. Akhirnya saya mencoba dengan perasaan setengah ragu untuk mencoba menggunakan hardisk simpanan yang ada di gudang yang ukurannya Cuma 2Gb. Setelah saya coba,eh ternyata tidak disangka bisa di pakai, mekipun saya harus memformat ulang hardisk tersebut. Berati kasus terselesaikan dengan indikasi hardisk 80Gb ngangur.
Kemudian setelah coba saya jalankan aplikasi dasar seperti office,ternyata komputer masih restart-restart sendiri. Setelah saya bergabung dengan berbagai forum komputer di internet ada sedikit solusi untuk menganti PSU nippon bawaan cassing. Alasan ini sangat masuk akal sih menurut saya,karana PSU bawaan cassing sudah tidak dapak mencukupi suplay listrik di komputer saya dan akhirnya saya mengganti dengan PSU simbada. Hasilnya semua beerjalan lancar hanya saja sitem operasi windows xp harus siap berjalan dengan menggnakan Hardisk yang kapasitasnya hanya 2Gb. Sampai disana komputer sudah berjalan normal.
Namun saya tidak habis pikir mengapa bisa seperti itu, mengapa hardisk saya yang 20Gb dan yang baru 80Gb tidak bisa dipakai. Saya pun mencoba mengamati settingan BIOS dan tenyata saya menemukan settingan BIOS selalu berubah ke default saat sitem restart. Kembali saya memutar otak sambil mencari segala informasi mengenai BIOS dan motherboard. Setelah sekian lama saya mencari saya menemukan suatu pencerahan bawasannya bila keluar perintah pada saat mengistal OS seperti “disk write occurred error” ada indikasi kesalahan pada BIOS sehingga booting tidak dapat dilakukan dari hardisk,solusi yang saya dapat pada saat itu adalah update BIOS. Dalam keadaan sedikit bimbang karena bila saja update BIOS saya lakukan maka resiko terbesar adalah motherboard mati total bila proses update gagal. Karena rasa putus asa uda di ambang batas akhirnya saya men download dari manufacture pembuat motherboard sebuah instaler untuk update BIOS saat OS sedang berjalan. Hasil nya sukses, proses update berjalan lancar. Tapi setelah seya cek settingan BIOS ternyata tidak ada perubahan. Dengan perasaan sia-sia saya menghentikan semua usaha untuk mencari permasalahan mengapa settingan BIOS selalu berubah padahal bateri board sudah saya ganti.
Sekarng dengan Hardisk 2Gb apa yang bisa dilakukan, saya putar otak dan dapat solusi. Master slave dengan kap.2Gb saya khususkan untuk instaler yang hanya mengharuskan data di save di pastisi C, selebihnya nya saya buat partisi dari hardisk yang 20Gb sebagai secondary slave sedangkan hardisk 80Gb saya belikan casing sehingga bisa dipake secara external. Selebihnya berjalan lancar hanya saja kapasitas tersisa untuk system terlampau kecil dan itu membuat proses shut down dan startting up sangat lambat dikarenakan tidak cukup virtual memory pada hardisk master. Permasalahan ini coba saya atasi dengan mengkompres size untuk master slave Hardisk dengan tools bawaan OS windows xp dan ternyata sukses, bisa menghemat space kira 300Mb di master slave.
Akhirnya komputer saya bisa bejalan seperti sediakala dengan performance lebih oke karena tampilan vista yang saya instal. Itulah pengalaman saya dengan komputer buntut warisan ortu, sekiranya anda ada pengalaman dan terkait dengan tulisan ini,dengan senang hati bila anda mau berbagi dengan menuliskan pengalaman maupun saran anda di kolom koment.

Terima kasih.

Advertisements

Posted on 22 November 2007, in Komputer. Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. gw mau beli hardisk master cm ga tau dimana carinya ,,,,,,,,,,,please dung bantu aku!!!!!!

  2. @TIAN
    kalo membeli hardisk disetiap toko komputer saya rasa menjual. Btw mba TIAN posisi dimana? kalo di BAli saya bisa membantu.

  3. It sih msh mending bro spec komp saya lebih rendah utk processornya..wakaka…wah banyak jg ya bro pengantiannya….

  4. sepertinya kalo ngeliat kaya gitu bisa dicek baterai mainboardnya biasanya baterai udah abis dalam jangka waktu 4 tahun kalo baterai abis biasanya setingannya balik lagi ke awal ato default

    Sige said
    Alow boss,
    Wah kalo kasus ini cukup complicated bos, ane udah coba ganti batre, ternyata memang bukan baterenya, ganti HDD juga bukan, memory apa lagi..eh ternyata boardnya yang bermasalah..yah ane pada saat itu udah pusing, yah ketimbang gimana-gimana board ane ganti. Yah sama dengan beli baru deh..
    Tnx info nya..

  5. untuk masalah tersebut coba anda reset mother board dengan cara memindah ka jumper yan terletak sebelah kiri atau memiliki kaki 3 biasanya jumper terpasang pada urutan kaki 1&2 anda coba pindah ke kaki 2&3 pada posisi kabel power di cabut proses reset mother board itu kurang lebih 20 detik untuk motherboard merk asus biasanya ada tertulis clear jumper itu yang anda rubah posisinya seperti diatas

    Sige said
    Lam kenal dan selamat datang, oalah itu sudah saya lakukan mas. Tetap saja tidak mempan. Btw udah saya ganti mobo baru koq, so udah gag ada masalah.

    Trims kunjungannya.

    selamat mencoba

  6. Pantas om sige bisa ngalahin komputer ngitung 2+2, lha wong gelutannya ama komputer, he he he. Maaf, saya tahu itu dari comment http://continuities.wordpress.com/2008/10/12/using-the-tools/#comment-674
    Congratulation om.

    Salam,
    Denaya Lesa.

    Sige said
    Halo Denaya, sampai kapan pun kecerdasan manusia tak akan mampu ditandingi oleh komputer dengan procesor secanggih apapun, karena manusia sudah bisa membuat komputer dan komputer belum bisa membuat manusia.

    Sama halnya kebesaran Tuhan tak akan mampu ditandingin manusia dengan sepintar apapun manusia itu, karena jawabanya mirip dengan yang di atas. Hehe.

    Salam hangat Denaya.

  7. Waduh ampir kelupaan om sige, papa rohedi pesan nitip alamat SMT yang di eqworld. Kali-kali ada mahasiswa yang berkunjung ke blog om.

    http://eqworld.ipmnet.ru/forum/viewtopic.php?f=2&t=34&start=20

    Macasih.
    Denaya Lesa.

    Sige said
    Segera melenucur Denaya..siapkan kopi hangat yah..hehe

    Trims

  8. ikut panggil om ah…

    om..om..perjuangannya amat panjang dan melelahkan sya ikutan capek n puyeng ni…

    mau nanya nih, kalo kta bersihin komputer pake alat apa aja..?terakhir dibongkar debunya byk bgt,tktnya bersihin sembarangan bsa tambah rusak komputernya, tlg kasi tipsnya ya om,tq…

    Sige said
    Haha..alow Ka, boleh boleh panggil Om Nur ganteng yah..biar lengkap geto.

    Pake obeng pipih, ma kuas..Bersihin gag bakal rusak kok, kecuali bersihin make air ma detergen baru bikin rusak..wekekee..

    Amannya, buka casing..trus cabutin satu persatu hardware yang nyantol di mainboard. Kek hdd, memori,power suply, tapi ati2 untuk kipas yang nyantol ke prosesor, mending untuk kipas nya bersihin aja bagian baling-balingnya and gag usah dicabut kalo gag yakin bisa masang Semua save ko Ka selama bersihinnya komputer tidak dalam posisi nyala.hehe.

    Trims selamat mencoba.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: