<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Orang tua, di manakah dirimu?</title>
	<atom:link href="http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/</link>
	<description>Lihat, Dengar, dan Rasakan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Jan 2010 09:07:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: dew@_@jus</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-647</link>
		<dc:creator>dew@_@jus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 04:37:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-647</guid>
		<description>ikut comment ah...
he.. kalau saya sih lihat seperti itu biasa aja..he,malah menikmati daripada melihat sesuatu yang lebih fullgar seperti misalnya kite ke pelosok desa kita masih melihat banyak para remaja yang masih mandi di tempat umum bahkan sampai fullgar..mungkin mereka berpakaian begitu karena lingkungan yang mengharuskan pakaian seperti itu agar kelihatan menarik dan pas dengan keadaan.. he,....

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Bro, lama ndak muncul ney?wekeke.

Hmmm sperti yang saya tulis diatas bro, karena &lt;strong&gt;biasa &lt;/strong&gt;maka sesuatu yang &lt;strong&gt;tidak biasa&lt;/strong&gt; menjadi &lt;strong&gt;biasa-biasa saja&lt;/strong&gt; dan terkesan wajar.
Bergaya boleh, hanya saja tetap perhatikan batas-batas kewajaran.

Tnx commentnya.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ikut comment ah&#8230;<br />
he.. kalau saya sih lihat seperti itu biasa aja..he,malah menikmati daripada melihat sesuatu yang lebih fullgar seperti misalnya kite ke pelosok desa kita masih melihat banyak para remaja yang masih mandi di tempat umum bahkan sampai fullgar..mungkin mereka berpakaian begitu karena lingkungan yang mengharuskan pakaian seperti itu agar kelihatan menarik dan pas dengan keadaan.. he,&#8230;.</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Bro, lama ndak muncul ney?wekeke.</p>
<p>Hmmm sperti yang saya tulis diatas bro, karena <strong>biasa </strong>maka sesuatu yang <strong>tidak biasa</strong> menjadi <strong>biasa-biasa saja</strong> dan terkesan wajar.<br />
Bergaya boleh, hanya saja tetap perhatikan batas-batas kewajaran.</p>
<p>Tnx commentnya.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Admin Stdharmakerthi.com</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-643</link>
		<dc:creator>Admin Stdharmakerthi.com</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 03:14:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-643</guid>
		<description>Menurut saya Trend ini karena Globalisasi &amp; Perdagangan bebas serta ditunjang kecanggihan teknologi saat ini. Perusahaan mode selalu update product dan bebas menjual barangnya kesluruh dunia, tentu saja para celeb  kita ngikuti, disambung oleh masyarkt luas yg konsumtif dan suka niru (terlebih masyrakat Bali, trend meledak dari Kota ke pelosok kampung). 

Khusus untk Bali dari tahun 90an bule &amp; pendatang lokal berbaur, terjadi percampuran budaya dan perkawinan nilai sosial yg berbeda. Para cewek yg dunianya bergelut dengan dunia bule sudah biasa berpakaian super mini kita sudah bisa melihatnya. Tapi sekarang pergeserannya bukan lagi di daerah wisata saja tapi sudah menjadi epidemi di seluruh pelosok. Terus terang saya prihatin melihat trend pakaian mini pada cewk saat ini, saya sbg cowk  saja merasa risih melihat karena bagian yg dilihatkan itu aurat yg sensitip dan hanya boleh dinikmati pasangannya saja tp ya kadang2 menikmati juga,hehehe... . Lihatlah dijalan para ABG yg masih Becing2 (anak kodok) sudah pamer bodi, bgitu juga para ibu2 sama saja ga mau kalah. Ibu2 berdandan spt ABG 20th sdangkan ABG bau kencur berdandan spt wanitu 30th. 

Spt kata org tua lebih baik mencegah drpda mengobati, lbih baik menjaga sikap berpakaian drpd suatu saat diusilin sama cowk, kalau di colek mendingan tp kalau diperkosa gimana hayo...??? Untung di Bali masih aman, terbilang jarang ada plecehan.
Inget kita tdk bisa menyamakan kadar otak kotor setiap orang, jdi jgn selalu menghakimi pria punya otak kotor krn jika melihat lwan jenis Hot semua pria normal pasti sudah salah tingkah.

Saya sependapat org tua dan lingkungan sekitar mempunya andil besar dlam membentuk watak &amp; kepribadian anakn krn pendidikan pertama dan banyak waktu untk belajar itu ada dirumah, orang tua adalah guru yg mempunyai kewajiban membentuk anak menjadi SUputra.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Nah yang saya garis bawahi dari yang disampaikan oleh bro admin yang mungkin belum tersirat dalam tulisan saya adalah pola atau gaya hidup konsumtif dan &#039;milu-milu tuwung&#039; atau &#039;ikut-ikutan&#039;. POla ini selalu update untuk setiap generasi, tidak hanya dalam berpenampilan saja banyak anak muda khususnya remaja putri yang milu-milu tuwung, namun hampir disegala aspek sudah seperti itu, nah kalo seperti itu yang terjadi, dimana dong kekhasan penduduk Bali kalau sikap dan perilaku nya saja sudah imitasi.

Memang tidak bisa berkelit lagi sekarang serba terbalik, anak-anak niru perilaku orang dewasa, dan orang dewasa pun berperilaku seperti layaknya anak-anak. Mumpung kita sama-sama saat ini detik ini masih waras, mari mari letakkan sesuatu pada posisinya. 

Trims Bro admin nice comment&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut saya Trend ini karena Globalisasi &amp; Perdagangan bebas serta ditunjang kecanggihan teknologi saat ini. Perusahaan mode selalu update product dan bebas menjual barangnya kesluruh dunia, tentu saja para celeb  kita ngikuti, disambung oleh masyarkt luas yg konsumtif dan suka niru (terlebih masyrakat Bali, trend meledak dari Kota ke pelosok kampung). </p>
<p>Khusus untk Bali dari tahun 90an bule &amp; pendatang lokal berbaur, terjadi percampuran budaya dan perkawinan nilai sosial yg berbeda. Para cewek yg dunianya bergelut dengan dunia bule sudah biasa berpakaian super mini kita sudah bisa melihatnya. Tapi sekarang pergeserannya bukan lagi di daerah wisata saja tapi sudah menjadi epidemi di seluruh pelosok. Terus terang saya prihatin melihat trend pakaian mini pada cewk saat ini, saya sbg cowk  saja merasa risih melihat karena bagian yg dilihatkan itu aurat yg sensitip dan hanya boleh dinikmati pasangannya saja tp ya kadang2 menikmati juga,hehehe&#8230; . Lihatlah dijalan para ABG yg masih Becing2 (anak kodok) sudah pamer bodi, bgitu juga para ibu2 sama saja ga mau kalah. Ibu2 berdandan spt ABG 20th sdangkan ABG bau kencur berdandan spt wanitu 30th. </p>
<p>Spt kata org tua lebih baik mencegah drpda mengobati, lbih baik menjaga sikap berpakaian drpd suatu saat diusilin sama cowk, kalau di colek mendingan tp kalau diperkosa gimana hayo&#8230;??? Untung di Bali masih aman, terbilang jarang ada plecehan.<br />
Inget kita tdk bisa menyamakan kadar otak kotor setiap orang, jdi jgn selalu menghakimi pria punya otak kotor krn jika melihat lwan jenis Hot semua pria normal pasti sudah salah tingkah.</p>
<p>Saya sependapat org tua dan lingkungan sekitar mempunya andil besar dlam membentuk watak &amp; kepribadian anakn krn pendidikan pertama dan banyak waktu untk belajar itu ada dirumah, orang tua adalah guru yg mempunyai kewajiban membentuk anak menjadi SUputra.</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Nah yang saya garis bawahi dari yang disampaikan oleh bro admin yang mungkin belum tersirat dalam tulisan saya adalah pola atau gaya hidup konsumtif dan &#8216;milu-milu tuwung&#8217; atau &#8216;ikut-ikutan&#8217;. POla ini selalu update untuk setiap generasi, tidak hanya dalam berpenampilan saja banyak anak muda khususnya remaja putri yang milu-milu tuwung, namun hampir disegala aspek sudah seperti itu, nah kalo seperti itu yang terjadi, dimana dong kekhasan penduduk Bali kalau sikap dan perilaku nya saja sudah imitasi.</p>
<p>Memang tidak bisa berkelit lagi sekarang serba terbalik, anak-anak niru perilaku orang dewasa, dan orang dewasa pun berperilaku seperti layaknya anak-anak. Mumpung kita sama-sama saat ini detik ini masih waras, mari mari letakkan sesuatu pada posisinya. </p>
<p>Trims Bro admin nice comment</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Santri Gundhul</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-642</link>
		<dc:creator>Santri Gundhul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 06:11:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-642</guid>
		<description>Bli Sige,

Terjadinya pelecehan seksual dikarenakan adanya AKSI dan REAKSI gono yah..???
Tapinya klu REAKSINYA gak PIKTOR ( pikiran kotor ) gimana hayoooooooooohhh......

Melirik koment Bli YANDE....
MANA GAMBARNYAAAAAAAAAAAA....?????
Kiks..kiks....aku juga mo liat-liat....seminim apa sih...

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Kang..
Segala sesuatu kan asal nya dari Aksi-Reaksi hukum dualitas kang. Dari pada dari pada mending dari pada deh kang..hehe.

Penasaran kang yah, hehe..ah Bli yande suka ngomporin ney..untuk saat ini ndak saya posting Kang..malu masang begituan.

Trims Kang komentnya.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bli Sige,</p>
<p>Terjadinya pelecehan seksual dikarenakan adanya AKSI dan REAKSI gono yah..???<br />
Tapinya klu REAKSINYA gak PIKTOR ( pikiran kotor ) gimana hayoooooooooohhh&#8230;&#8230;</p>
<p>Melirik koment Bli YANDE&#8230;.<br />
MANA GAMBARNYAAAAAAAAAAAA&#8230;.?????<br />
Kiks..kiks&#8230;.aku juga mo liat-liat&#8230;.seminim apa sih&#8230;</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Kang..<br />
Segala sesuatu kan asal nya dari Aksi-Reaksi hukum dualitas kang. Dari pada dari pada mending dari pada deh kang..hehe.</p>
<p>Penasaran kang yah, hehe..ah Bli yande suka ngomporin ney..untuk saat ini ndak saya posting Kang..malu masang begituan.</p>
<p>Trims Kang komentnya.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: HumorBendol</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-641</link>
		<dc:creator>HumorBendol</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 03:21:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-641</guid>
		<description>Wah...kalo masalah itu, gak cuma di Bali Bro...
Di Desa-2 daerah Bendol juga dah banyak yang berpakaian minim. Bahkan Remaja SMA-pun dah &quot;bertingkah&quot;

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Bro Bendol.
Nah loh, ternyata &#039;trend minimalis&#039; sudah merebak kemana-mana yah..termasuk di desa desa yah..[prihatin]

CODE RED untuk semua orang tua.

Trims Bro.&lt;/em&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah&#8230;kalo masalah itu, gak cuma di Bali Bro&#8230;<br />
Di Desa-2 daerah Bendol juga dah banyak yang berpakaian minim. Bahkan Remaja SMA-pun dah &#8220;bertingkah&#8221;</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Bro Bendol.<br />
Nah loh, ternyata &#8216;trend minimalis&#8217; sudah merebak kemana-mana yah..termasuk di desa desa yah..[prihatin]</p>
<p>CODE RED untuk semua orang tua.</p>
<p>Trims Bro.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yande</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-640</link>
		<dc:creator>yande</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 03:07:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-640</guid>
		<description>GAMBARNYA DONK BOSSSS!!!, GAMBAR.....!!!, BUKTINYA MANA....?? Wakaka.....

Hmmm.... apakah anda salah satu pendukung UU APP?! *pandangan curiga dengan sejuta kebengisan = ON*

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Bli, wah kalo gambarnya mending ndak usah, karena kalo saya cantumkan gambar persepsi akan menjadi berbeda. Untuk postingan tertentu saya tidak cantumkan gambar. &quot;Bukti dengan gambar??&quot; ntr aja kalo ada yang memaksa membunuh saya untuk menampilkan gambar baru saya tampilkan.wekekeke..

Tadi saya sempat berfikir argue ke UU itu tapi saya urungkan, saya ndak mau masuk kepolarisasi setuju/tidak setuju serta berbagai polemik lain yang menyertai kontroversinya.

Mending kita sama-sama sikapi masalah ini dengan normatif yang sudah kita punya di Bali.

Suksma Bli&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GAMBARNYA DONK BOSSSS!!!, GAMBAR&#8230;..!!!, BUKTINYA MANA&#8230;.?? Wakaka&#8230;..</p>
<p>Hmmm&#8230;. apakah anda salah satu pendukung UU APP?! *pandangan curiga dengan sejuta kebengisan = ON*</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Bli, wah kalo gambarnya mending ndak usah, karena kalo saya cantumkan gambar persepsi akan menjadi berbeda. Untuk postingan tertentu saya tidak cantumkan gambar. &#8220;Bukti dengan gambar??&#8221; ntr aja kalo ada yang memaksa membunuh saya untuk menampilkan gambar baru saya tampilkan.wekekeke..</p>
<p>Tadi saya sempat berfikir argue ke UU itu tapi saya urungkan, saya ndak mau masuk kepolarisasi setuju/tidak setuju serta berbagai polemik lain yang menyertai kontroversinya.</p>
<p>Mending kita sama-sama sikapi masalah ini dengan normatif yang sudah kita punya di Bali.</p>
<p>Suksma Bli</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kocu</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-639</link>
		<dc:creator>kocu</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 18:34:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-639</guid>
		<description>Pergeseran budaya memang bukan selalu hal yang baik. Yah, paling tidak menurut saya kebiasaan berpakaian minim itu bukanlah hal yang patut untuk di ikuti. Apalagi buat pria2 seperti saya dengan &lt;em&gt;sedikit&lt;/em&gt; lemak berlebih di perut :lol: hahaha. Ehm. Yang bro sige maksud bukan hanya para gadis2 remaja kan? (^_^) 

Sayangnya, kali ini saya kurang setuju dengan pernyataan bro sige mempertanyakan peran orang tua. Memang sudah kewajiban bagi orang tua untuk membekali anaknya dengan semua nilai2 benar yang selengkap2nya. Paling tidak menurut versinya. Tapi semakin dilarang terkadang keinginan anak muda justru semakin menggebu dan keputusan akhir pun tetap berada di tangan sang anak.

Tambahan lagi, bagaimanapun juga negara harus berjuang dalam menjamin keselamatan rakyatnya dan memberi rasa aman. Jadi setiap tindakan pelecehan seksual apapun penyebabnya haruslah di tindak tegas. Jangan sampai pelaku di beri kesempatan untuk berkelit dengan alasan korban yang salah karena (menurut pelaku) dia berpenampilan terlalu sexy dan menggoda.

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Bro Koncu, 
Jikalau pergeseran menuju ke arah positif tentulah tidak menjadi persoalan dan patut di pertahankan. Jika sebaliknya, nah mari sama-sama kita benahi.

Oh tidak masalah Bro, memang pasti akan selalu ada perbedaan dalam menyikapi suatu permasalahan, apalagi mengenai sosial. Di akhir tulisan sudah saya kerucut permasalahan kepada remaja putri yang berpakaian minim. Jadi filtering pokok tetap adalah keluarga, dalam hal ini Orang tua. Apapun alasannya orang tualah yang lebih berhak dari pada komponen yang lain untuk mendidik anak-anak mereka. Benar semua kembali pada mentality si anak, tapi sejauh manakah seorang remaja ABG bisa menentukan sikapnya? [tentunya tidak hanya dalam hal berpenampilan ] Nah pada masa-masa transisi inilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Ini kalo menurut arah pikiran saya.

Yup, segala tindakan yang mengarah ke pelecehan apalagi pelecehan sexual harus di tindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Btw, nice koment Bro Tnx.&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pergeseran budaya memang bukan selalu hal yang baik. Yah, paling tidak menurut saya kebiasaan berpakaian minim itu bukanlah hal yang patut untuk di ikuti. Apalagi buat pria2 seperti saya dengan <em>sedikit</em> lemak berlebih di perut <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  hahaha. Ehm. Yang bro sige maksud bukan hanya para gadis2 remaja kan? (^_^) </p>
<p>Sayangnya, kali ini saya kurang setuju dengan pernyataan bro sige mempertanyakan peran orang tua. Memang sudah kewajiban bagi orang tua untuk membekali anaknya dengan semua nilai2 benar yang selengkap2nya. Paling tidak menurut versinya. Tapi semakin dilarang terkadang keinginan anak muda justru semakin menggebu dan keputusan akhir pun tetap berada di tangan sang anak.</p>
<p>Tambahan lagi, bagaimanapun juga negara harus berjuang dalam menjamin keselamatan rakyatnya dan memberi rasa aman. Jadi setiap tindakan pelecehan seksual apapun penyebabnya haruslah di tindak tegas. Jangan sampai pelaku di beri kesempatan untuk berkelit dengan alasan korban yang salah karena (menurut pelaku) dia berpenampilan terlalu sexy dan menggoda.</p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Bro Koncu,<br />
Jikalau pergeseran menuju ke arah positif tentulah tidak menjadi persoalan dan patut di pertahankan. Jika sebaliknya, nah mari sama-sama kita benahi.</p>
<p>Oh tidak masalah Bro, memang pasti akan selalu ada perbedaan dalam menyikapi suatu permasalahan, apalagi mengenai sosial. Di akhir tulisan sudah saya kerucut permasalahan kepada remaja putri yang berpakaian minim. Jadi filtering pokok tetap adalah keluarga, dalam hal ini Orang tua. Apapun alasannya orang tualah yang lebih berhak dari pada komponen yang lain untuk mendidik anak-anak mereka. Benar semua kembali pada mentality si anak, tapi sejauh manakah seorang remaja ABG bisa menentukan sikapnya? [tentunya tidak hanya dalam hal berpenampilan ] Nah pada masa-masa transisi inilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Ini kalo menurut arah pikiran saya.</p>
<p>Yup, segala tindakan yang mengarah ke pelecehan apalagi pelecehan sexual harus di tindak tegas oleh aparat penegak hukum.</p>
<p>Btw, nice koment Bro Tnx.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewi Pinatih</title>
		<link>http://nurhadi13.wordpress.com/2009/03/31/orang-tua-di-manakah-dirimu/#comment-637</link>
		<dc:creator>Dewi Pinatih</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 15:05:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nurhadi13.wordpress.com/?p=781#comment-637</guid>
		<description>apapun alasannya.... ga bisa dibenarkan pelecahan seksual itu. kita pake perhiasan bukan berarti kita membenarkan perampokan bukan :D

masalah minim ga nya pakaian... itu mah hak pribadi orang masing masing yah... kalo dibilang ga sesuai adat timur, jaman dulu malah perempuan bali sama sekali ga pakai penutup ga pake penutup dada apa apa a.k.a topless :D

&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sige said&lt;/strong&gt;
Alow Gek..
Nah itulah yang terjadi gek, berpakaian yang tidak sewajarnya [terlampau minim] memberikan celah terjadinya hal-hal seperti pelecehan sexual. Kata orang lebih baik mencegah dari mengobati.

Benar itu hak setiap orang untuk berpakaian, hanya saja kita hidup di negara yang tidak hanya mengenal hukum tertulis untuk mengatur tatanan di masyarakat, tapi ada juga norma-norma di masyarakat kita, salah satunya norma kesopanan [sosiologi,smu] yang wajib kita ikuti. 

Jaman dahulu orang berpakaian seadanya memang karena keadaan yang mengharuskan demikian, berbeda dengan sekarang pola hidup sudah berubah tentunya cara berpakaian harusnya berubah juga karena cara berfkir serta pemenuhan kebutuhan manusia [terutama untuk berpakaian] pada saat ini jauh lebih baik dari dahulu, namun tetaplah kita di Bali berbudaya timur, budaya yang mengenal namanya norma kesopanan.

tnx yah komentnya.&lt;/em&gt;





</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apapun alasannya&#8230;. ga bisa dibenarkan pelecahan seksual itu. kita pake perhiasan bukan berarti kita membenarkan perampokan bukan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>masalah minim ga nya pakaian&#8230; itu mah hak pribadi orang masing masing yah&#8230; kalo dibilang ga sesuai adat timur, jaman dulu malah perempuan bali sama sekali ga pakai penutup ga pake penutup dada apa apa a.k.a topless <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em><strong>Sige said</strong><br />
Alow Gek..<br />
Nah itulah yang terjadi gek, berpakaian yang tidak sewajarnya [terlampau minim] memberikan celah terjadinya hal-hal seperti pelecehan sexual. Kata orang lebih baik mencegah dari mengobati.</p>
<p>Benar itu hak setiap orang untuk berpakaian, hanya saja kita hidup di negara yang tidak hanya mengenal hukum tertulis untuk mengatur tatanan di masyarakat, tapi ada juga norma-norma di masyarakat kita, salah satunya norma kesopanan [sosiologi,smu] yang wajib kita ikuti. </p>
<p>Jaman dahulu orang berpakaian seadanya memang karena keadaan yang mengharuskan demikian, berbeda dengan sekarang pola hidup sudah berubah tentunya cara berpakaian harusnya berubah juga karena cara berfkir serta pemenuhan kebutuhan manusia [terutama untuk berpakaian] pada saat ini jauh lebih baik dari dahulu, namun tetaplah kita di Bali berbudaya timur, budaya yang mengenal namanya norma kesopanan.</p>
<p>tnx yah komentnya.</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
